Sabtu, 02 April 2022

 Adab terhadap Al-Qur’an

By: Nurheti Nurie Nafilah, S.Pd.I


Al-Qur-an merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah berupa mu’jizat yang diwahyukan kepada Rasul-Nya melalui malaikat Jibril. Didalamnya terkandung berbagai macam hal yang menjadi petujunjuk bagi umat manusia untuk menjalankan kehidupan di dunia dan juga petunjuk sebagai bekal untuk kehidupan diakhirat kelak. Al-Qur-an merupakan pedoman hidup bagi umat islam sehingga harus diperlakukan dengan istimewa, maka dari itu ada adab-adab yang perlu diperhatikan saat berinteraksi dengan Al-Qur-an.

 Menurut Al-attas secara etimologi (Bahasa) adab berasal dari abahsa arab yaitu addaba-yuaddibu-ta’dib yang artinya mendidik atau Pendidikan. Sedangkan dalam Bahasa Yunani adab disamakan dengan kata ethicos atau ethos yang memiliki arti kebiasaan, perasaan batin, kecenderungan hati untuk melakukan perbuatan. Ethicos kemudian berubah menjadi etika, (Nasir dalam Ismail, 2021). 

Dalam sebuah hadits yang diriwaytakankan oleh Al-Tabrani dikatakan bahwasannya Rasulullah bersabda yang artinya:

“Tiada warisan yang terbaik yang diberikan orang tua kepada putranya dibandingkan adab yang baik.”

Dalam pengertian lain dinyatakan al-Asqolani dalam Hidayat (2018) bahwa adab itu adalah mengamalkan segala perkara yang dipuji baik perkataan maupun perbuatan dan Sebagian ulama menggambarkan bahwa adab adalah menerapkan akhlaq yang mulia.”

Dari pengertian adab di atas setidaknya bisa ditarik kesimpulan bahwa adab adalah suatu tindakan yang baik yang dilakukan lewat perbuatan maupun perkataan. Jika dikaitkan dengan adab terhadap AL-Qur’an maka sebagai seorang muslim yang beriman tentunya harus memperlakukan atau berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan baik.

Adapun beberapa adab terhadap Al-Qur’an menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitabnya  Minhajul Muslim yaitu dibagi kedalam tiga bagian. Bagian pertama adalah adab terhadap Al-Qur’an yang berkaitan dengan jasmani yaitu adanya berwudhu, membacanya dengan tartil, membaguskan bacaannya dengan suara yang indah. Adab yang kedua yaitu berkaitan dengan sikap batin yaitu khusu dan khidmat saat membacanyadiantaranya dan mencerminkan sifat-sifat ahli Al-Qur’an. Yang ketiga yaitu adab yang berkaitan dengan pemikiran yaitu dengan cara mentadaburi (melihat/memperhatikan) dan mentafakuri  (memikirkan) Al-Qur’an (Amalia, 2019)

Diantara adab yang lainnya adalah:

Memperbaiki bacaan Al-Qur’an (Tahsin)

Dalam  hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah bahwasannya Rasulullah bersabda:

“Orang yang membca Al-Qur’an  dan pandai melantunkannya, maka akan Bersama para malaikat yang mulia dan taat, Adapun orang-orang yang membaca Al-Qur’an dengan terputus-putus karena kesulitan dalam membacanya, maka dia mendapatkan dua pahala.” (H.R. Bukhari dan Muslim). 

Membacanya (Tilawah)

Dalam Qs.Fathir:29 Allah telah menjelaskan keutamaan dari membaca Al-Qur’an yaitu Allah berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafakahkan Sebagian dari rezkinya yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”

Dalam hadist  dari Umamah dikatakan bahwasannya dia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan dating pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada orang yang membacanya.” (Hr.Muslim)

Menurut Hidayatullah (2007) dalam Mahdali (2020) dinyatakan bahwa pada saat membaca Al-Qur’an ada beberapa adab yang harus diperhatikan diantaranya yaitu: bersih dari najis, berwudhu, menghadap kiblat, mengawalinya dengan bacaan ta’awudz dan basmallah, membacanya dengan tenang dan tartil, niat hanya karena Allah, melakukan sujud tilawah ketika membaca ayat sajdah, berusaha memahami bacaan, mengagungkan dan mengesakan Allah.

Ad-daib dalam bukunya yang berjudul “Proyek anda menjadi pribadi qur’ani” hal 122 menyatakan bahwa membaca Al-Qur-an itu tidak boleh sambal main-main atau bersenda gurau sebab dengannya bisa jadi malah mendapat kerugian.

Dikuatkan oleh Firman Allah dalam QS. Al-Isra ayat 82 yang artinya:

“dan Kami turunkan Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur-an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim  selain kerugian.”

Adapun yang dicontohkan oleh Rasululah saat membaca Al-Quran adalah: pertama; membaca tasbih ketika melewati ayat tasbih, kedua; berdo’a dan beristigfar ketika melewati ayat do’a dan istigfar, ketiga; ketika melewati ayat yang berisi harapan maka dianjurkan memohon, keempat yaitu ketika lewat pada ayat yang meakutkan hendaklah memohon perlindungan, kemudian selanjutnya yaitu dianjurkan menangis saat membacanya, hal tersebut sesuai dengan sabdanya:

“Bacalah Al-Qur’an dan menangislah, jika tidak mampu menangis, maka berusahalah untuk menangis.”

mentadaburi ayat Al-Qur’an

Dalam Qs. Shad ayat 29 Allah berfirman yan artinya:

“ini adalah sebuah kitab  yang penuh dengan berkah, kami turunkan kepadamu supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-NYA dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”

mengamalkan atau mengaplikasikannya (Tathbiq)

menghafalnya (Tahfidz)

Rasulullah bersabda:

“Jagalah Al-Qur’an! Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya Al-Qur’an ini lebih cepat hilang  dari ingatan daripada lepasnya kendali dari unta.”

menyampaikan (Tablig)

Dari Utsman bahwasannya Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Hr. Bukhari)

membaguskan bacaan Al-Qur’an

Mengenai hal ini para ulama berbeda pendapat, diantaranya Imam Malik dan mayoritas ulama tidak menyukai bacaan yang dilantunkan dengan irama karena merusak karateristik huruf-huruf Al-Qur’an  dan akan menghilangkan sikap khusu dan tadabur. Sedangkan Imam Hanafi memperbolehkannya selama membacanya sesuai dengan kaidah tajwid ( Ad-daib, hal 126-127)













Referensi

Amalia Suci, (2019), Adab Terhadap Al-Qur’an Prepektif Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, Tarbiyah dan Keguruan

Hidayat Syarif, (2018), Pendidikan Berbasis Adab Menurut A. Hasan, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol XV, No 1.

Ibrahim Ad-dib, 2007, Proyek Anda Menjadi Pribadi Qur’ani, Nakhlah Pustaka, Pondok Bambu Jakarta,116-137

Khadijah Siti, (2021), Konsep Adab Pendidikan Islam KH. Hasyim Asy-ari, Vol 1, No 4.

Mahdali Fitriyah, (2020), Analisis Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dalam Prespektif Sosiologi Pengetahuan, MASHDAR: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadits, Vol 2, No 2

Dr. Mustafa Said Al-Khin dkk, (2020),  IMAM NAWAWI; Syarah dan Terjemah Riyadhus Shalihin, Al-ithishom;cahaya umat, Jakarta Timur, hal 229-254

Syarjaya E. Syabili, (2018), Interaksi Dengan Al-Qur’an, MUAMALATUNA, Vol 10, No 2.


Jumat, 18 Desember 2020

Belajar Ngeblog Bareng Mba Naqiyyah Syam

Hai-Hai ketemu lagi sama aku si gadis lembayung senja, duh sudah lama nih gak nulis di blog, padahal aku ngeblog sudah dari tahun 2014 lho, tapi semangatnya naik turun.

Kalau lagi semangat nulis nih yah si aku bisa nulis tiap hari, idenya ada aja, tapi kalau lagi nurun semangatnya, idenya suka ngilang dicari-cari sampe di ubek-ubek juga kagak nemu kalau lagi gak semangat.

Sebenarnya sih selain karena lagi kurang ide tapi si aku juga lagi fokus nulis di paltform lain jadi akhirnya blognya terabaikan, duh kasian yah blogku, kalau dia bisa ngomong mungkin dia akan bilang " ku menangis" sambil mewek karena merasa diduakan, untungnya blog itu gak bisa ngomong jadi adem-adem aja nih telinga hehe....

Di saat butuh ide tiba-tiba ada yang ngasih pamplet donk lewat pesan Whatshap tentang dunia bloger, pas aku baca wah langsung semangat 45 lah si aku, langsung lah daftar buat ikut acara zoom bareng Mba Naqiyyah Syam. Mba Naqiyyah sebagai pembicara di acara kelas online dengan tema Menghasilkan Uang Dari Blog.

Ceritanya berhasilah saya daftar jadi peserta, dan tentunya banyak ilmu yang saya dapatkan dari Mba Naqiyyah sebagai pemateri, diantaranya bagaimana cara mengelola blog yang baik dan trik supaya ngeblog bisa menghasilkan uang, uwuuuu banget kan saat pandemi kaya gini terus bisa menghasilkan uang dari blog. Tapi tidak semudah itu perguso karena membuat blog yang mampu menghasilkan kepingan-kepingan rupiah itu butuh perjuangan juga dan yang terpenting keistiqomahan lho gaesss.

Memang ya yang namanya istiqomah itu sesuatu pisan deh, ngomongmah sih gampang tapi prakteknya cin, tapi ya sudahlah yang terpenting kita berusaha supaya bisa istiqomah dalam kebaikan.

Dari ’Aisyah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دُووِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ


”Wahai sekalian manusia, lakukanlah amalan sesuai dengan kemampuan kalian. Karena Allah tidaklah bosan sampai kalian merasa bosan. (Ketahuilah bahwa) amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ajeg) walaupun sedikit.(Hr.Muslim).

Nah kan jadi kemana-mana he...tapi nyambung kan yah, pokoknya setelah ikut kelas online bareng mba Naqiyyah jadi ada lagi benih-benih semangat yang sempat layu itu. Oh iya selsai acara kelas online kami sempat berfhoto juga dong, kapan lagi bisa fhoto bareng sama Mba  Naqiyyah dan teman-teman sehobi kaya gini, Terimaksih teman-teman.



#KelasOnlineBlog

#FlpBandarLampung



Kamis, 03 Oktober 2019

Khasiat Daun kelor

Dunia tak selebar daun kelor, ah pepatah itu tentu saja sudah begitu ramah ditelinga kita, namun kali ini saya bukan ingin membahas tentang sebuah arti melainkan lebih dari sekedar itu.

Kali ini saya ingin membagikan manfaat daun kelor, berdasarkan pengalaman sendiri dan juga teman-teman yang lain, ok langsung aja simak yuuu

1. Untuk mengatasi gatal-gatal, seperti;ruam merah, biduran, campak, dan sejenisnya
-Ambil daun kelor secukupnya(-+3-4 tangkai)
-cuci daun kelor
-setelah dicuci, preteli atau lepaskan daun2 kelor dari rangkainya(enggak juga gak apa2)
-setelah dipreteli, masukan daun kedalam wadah atau panci
-lalu tambahkan air secukupnya(sesuai kebutuhan)
-setelah ditambah air, rebus daun kelor itu sampai mendidih
-setelah mendidih, matikan kompornya ya😂
-lalu tuangkan air rebusan itu kedalam ember (boleh disaring atau tidak juga tidak apa2)
-setelah dimasukan kedalam ember, campur dengan air dingin sampai terasa hangat
-lalu air rebusan yang hangat, yang sudah dicampur air dingin itu gunakan untuk mandi
Nb: gunakan air rebusan daun kelor untuk mandi, dan lakukan sebanyak 2x sehari, lakukan sampai gatal2nya menghilang, kalau dari pengalaman kurang dari tiga hari, gatal2 nya sudah reda.

2. Untuk Promil

-ambil daun kelor secukupnya -+1-2 tangkai
-cuci daun kelor
-setelah dicuci, preteli daun kelor
-setelah itu, masukan kedalam panci
-tambahkan air -+3 gelas atau 600 cc
-rebus hingga air tersisa -+1 gelas
-setelah air tersisa -+1 gelas, matikan kompornya ya gan😂
-lalu tuangkan air rebusan kedalam gelas san dinginkan
-setelah dingin air rebusannya diminum gan
-baiknya minum air rebusannya sebanyak 2x sehari, yaitu pagi dan pas mau tidur

Selamat mencoba

Yang menyembuhkan hanyalah Allah, tetaplah langitkan do'a dan pijakkanlah kaki dengan bijak untuk berikhtiar.

Oh ya man teman bagi yang belum tahu bentuk daun dan pohon kelor bisa di cek di IG saya ya

@nununa07 

Selasa, 23 Oktober 2018

#commuter line#1#Keberangkatan


Commuter line#1#Keberangkatan

Sore di hari libur, tepatnya hari sabtu, saya, suami dan sepupu beserta temannya😆 adik sepupu dari suamiku yang otomatis jadi sepupuku juga, jalan-jalan ke kotu alias kota tua. Sepupuku belum tahu kotu, makanya kami memutuskan mengisi hari libur di Sana.


Ba'da asar kami berangkat menuju stasiun Bojong Gede, suasana di Stasiun hampir sama seperti stasiun-stasiun yang lainnya, yaitu ramai dengan para pedagang, lebih mirip pasar, ada macam-macam jajanan dan barang yang dijajakan di Sana.


Sesampainya di Stasiun, suami saya membeli 4 tiket dengan tujuan bojong gede-Kotu, setelah tiket ada ditangan suami, suami pun membagikan pada saya dan sepupu.
Untuk sampai di tempat comuterline yang kami tuju, kami harus melewati dulu tangga-tangga dibawah tanah alias terowongan dibawah rel.


Jarak yang dekat jadi serasa jauh dengan adanya terowongan itu, padahal tinggal nyebrang saja, tapi itu sudah jadi aturan pihak comuterline demi keamanan para pengunjung, ada pengecualian buat ibu hamil, ibu-ibu yang sudah sepuh dan yang tidak bisa jalan jauh.


Apasalahnya kita mengikuti aturan itu, karena pasti ada kebaikan pada aturan yang dibuat itu. Meskipun kadang-kadang mengeluh kecapean dan kesal kalau comuterline yang mau kita tumpangi keburu jalan saat kita melintasi terowongan itu, tapi ya tidak apa-apalah comuterline satu pergi masih ada commuterline-commuterline yang lain, dan pada saat seperti inilah kesabaran kita diuji, karena kadang butuh cukup waktu yang lumayan untuk menunggu comuterline berikutnya menuju arah yang sama.


Dari Bojong gede ke Kotu lumayan jauh kami butuh waktu kurang lebih 2 jam untuk samapai ke Kotu. Setelah kami berhasil melewati terowongan itu, kami duduk sejenak menunggu commuterline tujuan kami, sejurus kemudian yang kami tunggupun datang, tanpa menunggu waktu lama, semua penumpang yang menunggu termasuk kami langsung berhamburan naik dengan segera ke commuterline.


Commuterline yang kami tumpangi ternyata penuh dan terpaksalah kami harus berdiri, ya mau gimana lagi duduk dilantainya kan dilarang hehe.


Suami saya memilih berdiri didekat pintu, ditangannya dibukanya sebuah buku, ya sudah biasa suamiku kalau pergi selalu membawa buku katanya sih buat ngilangin bosen kalau dijalan. Saya berdiri tidak jauh darinya dan sepupu kami berayukur mereka mendapatkan tempat duduk setelah berdiri beberapa saat.


Stasiun demi stasiun kami berharap semoga ada yang turun, namun ternyata lama tidak ada yang turun, setelah belasan stasiun terlewat barulah saya dan suami mendapatkan tempat duduk, meskipun tinggal sebentar lagi kota tujuan kami, tapi lumayanlah bisa mengobati rasa pegal kami yang dari lama berdiri.


Kurang lebih kami harus melewati 21 stasiun supaya bisa ke Kotu, setiap distasiun comuterline berhenti sejenak untuk menurunkan dan menaikan penumpang, ketika mau sampai disatu stasiun petugas commuterline menyerukan nama stasiun yang akan dilewati dan mengatakan " periksa kembali barang bawaan anda, jangan samapai barang bawaan anda tertinggal digerbong Kereta, terima kasih sudah menggunakan jasa commuterline.


Setelah sampai distasiun diserukan lagi"hati-hati pintu akan dibuka, kepada para penumpang harap memberikan dulu jalan bagi penumpang yang turun, perhatikan celah peron, dan sebentar kemudian hati-hati pintu akan ditutup".


Untuk sampai di jakarta kota  kami harus singgah beberapa saat di stasiun-stasiun untuk menaikan atau menurunkan penumpang,  dari mulain stasiun Bojong Gede (BJD) kurang lebih kami akan melewati 21 stasiun supaya kami bisa samapai di jakarta kota, stasiun yang kami lewati diantaranya adalah:


Citayam (CTA) - Depok Lama (DP)- Depok Baru (Debar/DPB) - Pondok Cina (Pocin/POC) - Universitas Indonesia (UI)- Universitas Pancasila (UP) - Lenteng Agung (LA/ LNA) - Tanjung Barat (TNT)- Pasar Minggu (PSM) - Pasar Minggu Baru (PSMB) - Duren Kalibata (DRN) - Cawang (CW) - Tebet (TEB) - Manggarai (MRI) - Cikini (CKI) - Gondangdia (GDD) - Gambir [tidak berhenti/melintas langsung] (GMR) - Juanda (bukan janda/ JUA) - Sawah Besar (SW) - Mangga Besar (MGB) - Jayakarta (JYK), nah setelah stasiun Jayakarta barulah kita  menuju stasiun tujuan kita, yaitu Jakarta Kota (JAK).


#Tantangan_40HariMenulis
#TulisanKe4_HariKeSekian hehe🙏✌
#biarkan_pena_bicara_disaat_lisan_kelu_untuk_bercerita
#Lembayung_Senja
#Salam_Persaudaraan
#Salam_Literasi

Jumat, 12 Oktober 2018

#Tantangan Nulis 40 Hari#Tulisan ke 3


Nge-Mc Perdana bareng si Doi


Adalah saya seorang teman yang ingin menjadi teman yang baik. Saat ku buka pesan di whatshap, saya melihat pemandangan yang lucu, ya lucu bagiku saat itu, saya merasa lucu dengan pesan salah satu temanku. Saya baca dengan seksama pesan itu, kurang lebih berisi permintaan supaya saya bisa jadi MC diacara akad nikahnya.


Saya tak serius menanggapinya, saya jawab sekenanya" silahkan japri dulu dia". Dia yang saya maksud adalah yang akan jadi teman buat nge-MC. Ternyata si dia mengiyakan, maka saya kembali menanggapi dengan biasa saja.


Bagiku aneh masa minta saya jadi MC, secara itu acara resmi dan saya belum pernah memandu acara resmi semacam itu.
Saya pikir itu hanya candaan, tapi saat teman saya itu japri yang akan jadi fartner saya, saya menangkap itu serius. Jujur saya merasa senang, berarti temanku itu mempercayai saya untuk ikut dalam acaranya, tapi saya juga cemas, takut saya malah membuat kacau acara itu, acara yang sakral, ah jadi serba salah saya saat itu.


Tapi saya menangkap beberapa kemungkinan kenapa teman saya mempercayai saya untuk jadi MC di acara akad nikahnya, kemungkinan pertama karena melihat kemampuan publik speaking yang dimiliki fartner saya, tiada lain tiada bukan fartner saya itu adalah suami saya sendiri. Kemungkinan kedua karena teman saya ingin memberikan kesan terhadap saya untuk perpisahan, karena setelah teman saya akad, dia akan meninggalkan pesantren tempat kita mengabdi untuk waktu yang tidak terbatas, mungkin untuk selamanya, karena setelah akad temanku itu akan ikut beserta suami.


Sedih jadinya saat tahu temanku akan pergi, tapi ya mau gimana lagi, inilah hidup, ada pertemuan ada juga perpisahan, hal semacam itu sudah sunatullah.


Akhirnya saya so so an menyanggupi permintaan temanku itu, padahal serius saya belum pernah memandu acara prosesi akad nikah. Meskipun dua hari sebelum acara, kami (saya dan suami) sempat kepikiran  untuk membatalkan permintaan itu, saat itu kami khususnya saya merasa cemas kalau-kalau acaranya kacau gara-gara kami yang belum berpengalaman. Namun akhirnya niat itu kami urungkan karena berbagai pertimbangan.


Sebenarnya yang belum berpengalaman itu saya, kalau suami, insyaallah saya percaya dia bisa menghandle acara-acara semacam itu.
Dengan saling menguatkan, akhirnya kami maju jadi MC di acara prosesi akad nikah temanku itu, tentu saja dengan perjuangan, kita harus pulang malam-malam demi mendapatkan kejelasan untuk acara, kami harus banyak bertanya tentang hal-hal terkait acara.


Begitulah seorang MC harus mampu komunikasi setiap saat, saat acara belum dimulai harus banyak nanya pada para panitia, supaya acaranya bisa lancar, lalu ketika acara harus bertanggung jawab dan memastikan acara berjalan lancar.


Tibalah hari itu, hari dimana temanku itu akan mengucap janji suci, hari yang sakral yang akan dikenang sepanjang sejarah hidupnya, ya hari akad nikah temanku pun tiba. Semua panitia terlihat sibuk dengan tugasnya masing-masing, ada yang sibuk bolak-balik membawa kantong kresek berisikan makanan buat sarapan, ada yang sibuk menata kamera, ada yang sibuk merapikan meja, ada yang sibuk memasak, ada yang sibuk memarkirkan kendaraan, ya semua sibuk penuh suka dan cita.


Tibalah kami untuk memasuki aula untuk memandu acara prosesi akan nikah, kami membacakan skrip sesuai dengan narasi yang sudah kami buat, bergantian kami membacakannya dengan khusu, takut-takut ada yang terlewat. Acara demi acara akhirnya telah usai dan kami pun mengakhiri dengan salam. Acaranya alhamdulillah berjalan dengan lancar.


Tiba-tiba saya merasa kalau diakhir acara ternyata ada beberapa hal yang salah ucap, saya minta maaf pada suami, karena saya mungkin membuatnya malu karena harus Nge-Mc bareng sama saya yang kurang berpengalaman, tapi saya terkagum dengan jawaban suami saya, suami saya menjawab"tidak mengapa, abang tadi yang salah".


Terimakasih suamiku, karena baru kali ini saya nge-Mc begitu santai dan merasa tenang, karena setiap saya mulai merasa gugup, engkau selalu menguatkan dengan kata-kata bijakmu, saat saya merasa ada yang salah, maka engkau kembali mengingatkan.


Jujur saya berterimakasih padamu wahai suamiku, kau tau?...biasanya kalau saya jadi Mc, kalau saya merasa ada yang salah paling saya menyalahkan diri dan memaki diri sendiri, dan tidak sedikit kadang saya tidak tahu letak salah saya dimana.


Itu terjadi karena mungkin orang lain tidak peduli pada kesalahanku itu, atau mungkin mereka segan untuk mengoreksi atau bahkan mereka juga sama sepertiku, tidak tahu dimana letak salah itu.


Maka dengan hal itu, tidak jarang saya melakukan kesalahan yang sama saat jadi Mc.
Tapi denganmu eaaaa......saya diingatkan dan dikuatkan, jadi semacam ada rasa ingin tumbuh bersama.


Maaf saya belum bisa fokus untuk tantangan 40 hari menulis
ini baru tulisan ke 3🙏🙏🙏

Minggu, 30 September 2018

#Bahagia versi Aku#


Kebahagiaan
-Apa sih kebahagiaan itu?
-Kenapa banyak orang yang mencarinya?
-Lalu dimanakah kebahagiaan itu?
-Bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan itu?


Ketika membaca atau mendengar kata kebahagiaan maka Pertanyaan-pertanyaan diatas, pasti pernah singgah dipikiran kita, ya minimal ada satu diantara pertanyaan diatas.
Jika demikian, saya akan mencoba menjawabnya dengan apa yang saya rasakan, karena saya menulispun karena rasa, ya lagi-lagi ini soal rasa, karena rasa dan hati itu tidak bisa dipisahkan.


Saya merasa kalau menulis itu menyenangkan dan membuat hati saya ikut bersuara, maka dengan rasa dan suara hati munculah rangkaian-rangakaian kata. Kembali ke topik, yaitu kebahagiaan, bagi saya bahagia itu ketika kita bisa memaafkan kesalahan diri sendiri juga kesalahan orang lain, kenapa saya bahagia?, karena hal itu betapa tidak mudah untuk didapat, butuh perjuangan yang melelahkan hati dan pikiran kita, butuh kesabaran yang luar biasa, butuh kekuatan untuk melawan ego, butuh sensitifitas yang tinggi.


Kebahagiaan itu adalah rasa nyaman, ketika diri bisa berdamai dengan diri sendiri, dan bisa melihat orang tersenyum, atau lebih tepatnya bisa sama-sama tersenyum maka itulah kebahagiaan.


Banyak orang sibuk, katanya mencari kebahagiaan, ada yang bekerja tanpa kenal lelah dan waktu, ada yang belajar terus supaya mendapatkan nilai yang bagus.


Tapi dengan itu semua ada hampa, ada ruang yang kosong. Ketika yang bekerja terus menerus itu jatuh miskin maka hilanglah kebahagiaan itu, ketika pelajar pandai itu mendapat nilai jelek, maka bersedihlah dia.


Semua orang sibuk mencarinya, padahal bahagia itu tidak jauh-jauh, kebahagiaan itu bukan terletak pada harta, pangkat, jabatan atau rupa.


Kebahahagiaan itu dekat kawan.
Letak kebahagiaan itu sendiri adalah ada pada hati kita, bagaimana kita bisa memanage hati kita, apakah kita akan membiarkan hati kita keruh dengan noktah-noktah hitam keangkuhan, atau kita berdamai dan memaafkan kesalahan silam dan menggantinya dengan semangat-semangat baru.


Itulah letak kebahagiaan ada pada hati kita, dan juga syukur kita. Dengan memaafkan maka seketika hati menjadi damai, semua terasa begitu ringan, pikiran kita tenang.
Maka memaafkan bagiku adalah kebahagiaan.


apakah memaafkan itu mudah?, tentu saja itu butuh proses yang berliku, terlebih bagiku yang orang bilang saya ini susah move on alias susah memaafkan, makanya ketika bisa memaafkan itu adalah sebuah kebahagiaan bagiku.


#Day 2, Tntangan_Berkarya_Lewat_Aksara
#salam literasi
#salam persaudaraan
#@nununa07
#JikaCita-citaBisaAkuGapaiDenganMenuangRasaLewatAksara ra, maka aku akan terus menuangkannya.

Kamis, 27 September 2018

#Ukhuwah

Bismillah.....
Hmm...saya yakin kata ukhuwah itu sudah banyak yang tahu, minimal pernah mendengarnya, di zaman milenial gini tidak ada yang mustahil, semua mudah saja dicari kalau kita mau, termasuk tentang arti ukhuwah


Baiklah, mari kita kembali mencari tahu apa sih yang dimaksud dengan ukhuwah itu.
Setelah kita mengetahui pengertian Ukhuwah, mari kita cari tahu kembali tentang rukun ukhuwah.


Rukun Ukhwah


1. Ta'aruf yang artinya perkenalan, orang bilang tak kenal maka ta'aruf hehe, supaya ukhuwah kita lebih greget, maka kita harus kenal.


Ukhuwah itu memang tidak terbatas hanya pada orang yang kita kenal, ukhuwah itu luas, menyeluruh. Namun alangkah baiknya kita kenal pada saudara kita supaya nilai ukhuwahnya lebih terjalin dan terjaga dengan baik.


Bahkan saking pentingnya ta'aruf, Allah berfirman dalam QS AL HUJURAT:13, yang artinya:


"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."


2.Tafahum, yang artinya saling memahami, jika kita sudah kenal, maka kita maju ketahap berikutnya untuk saling memahami, baik memahami apa-apa yang disukai, atau pun memahami apa-apa yang tidak disukai.


Memahami keadaannya, saling toleransi dengan kekurangan dan kelebihan yang ada, saling mendukung dalam kebaikan.


3.Ta'awun, artinya saling tolong menolong
Allah Berfirman dalam Qs.Almaidah:2, yang artinya:


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya"


Tahapan berikutnya adalah saling tolong menolong, sebagaimana Firman Allah diatas,  tentu saja tolong menolong disini adalah dalam kebaikan, kalau dalam kejahatan namanya bukan tolong menolong tapi saling menjerumuskan.


4. Takaful, artinya saling membebani, dalam artian  saling membebani dlm hal kebaikan, tdk hanya menasehati tapi diatas itu...menegur, tapi teguran itu tdk membuat keduanya tersinggung karena sdh ada kesepkatan yang terjalin, maka dalam takaful ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:


a. Ketika ada diantara kita yang salah maka cek dulu kebenarannya, cari tahu info yang baik, akurat dan lengkap


b. Jika sudah jelas, misal kesalahan itu tidak terbukti, maka kita minta maaf. Jika kesalahan itu memang benar adanya maka kita jangan langsung menghakimi melainkan kita tabayun dulu, cari tahu atau tanyakan penyebab kesalahan itu terjadi.


c. Nah jika sudah tabayun maka tugas kita ya menasehati dengan cara yang baik tentunya, jika nasehat kita tidak diterima maka kita do'akan, alhamdulillah kalau nasihat kita bisa diterima.


5. Itsar, nah ini ukhwah tingkat tinggi, dimana kita lebih mengutamakan saudara kita daripada diri kita sendiri. Kalau pun belum sampai ketahap ini tingkatan ukhuwah kita minimal kita Ta'aruf, Tafahum dan dan Ta'awun dan berjuang untung sampai pada Takaful hingga itsar.


Adapun mengenai itsar ini Allah telah Firmankan dalam Qs.Al-Hasyr ayat 9(pen-baca sendiri ya).


Tetkait itsar ini pun dibolehkannya kita mendahulukan orang lain atas kita adalah dalam perkara-perkara muamalah bukan perkara-perkara ibadah. Dalam perkara-perkara ibadah maka justru kita harus mengutamakan diri sendiri, misal ketika waktu sholat tahajud, baiknya sebelum kita membangunkan yang lain maka kita terlebih dahulu yang harus sholat.


#Day 1, 40_Hari_Tantangan_Berkarya_Dalam_Aksara
#Lembayung_Senja
#@nununa07
#salam_Literasi
#salam_Persaudaraan
#jika kata tak mampu diucap maka rangkailah lewat aksara

Minggu, 20 Mei 2018

#Hikmah Ramadhan#3

#Urusan Hati jangan bawa-bawa umat#


Akhir-akhir ini sering kita dengar dan kita saksikan hal-hal yang ganjil, namun ujung-ujungnya bawa-bawa agama.
Belum lama ini muncul kasus-kasus nyeleneh seperti:


-wanita berhijab makan daging babi, eh tidak lama kemudian dibuatnya video yang katanya klarifikasi video sebelumnya, wanita itu mengaku dia kesal dan sakit hati ketika dituding sebagai pelakor, makanya bikin video nyeleneh itu, ujung-ujungnya minta maaf, entah karena takut dihujat masa atau memang benar-benar minta maaf.


Lha sakit hati kenapa harus menodai agama islam, yang sakit hati kan empok lha kenapa harus mengorbankan umat. Empok lupa kali ya, video yang empok buat itu mencemari nama baik kaum hawa yang berhijab.


Kalau empok sakit hati ya selsaikan dengan yang bersangkutan dan empok banyak-banyak beristigfar. Maaf ya empok kalau tersinggung, kalau tersinggung ya bagus berarti.


- Lanjut ada kasus wanita bercadar dekat dengan anjing, sampai di cium-cium tu anjing, padahal jelas air liur anjing itu najis atuh empok, kayanya empok kurang piknik deh. Parahnya lagi itu empok usut punya usut kesehariannya tidak pakai hijab, pakai hijab dadakan saja pas mau posting video kedekatannya dengan anjing peliharaannya. Lha empok ada masalah apa?....saya jadi gagal faham.


Tindakan gak jelas empok itu telah merusak nama baik akhwat-akhwat yang bercadar, ini serius empok, empok kurang kerjaan kayanya.


-Kemudian baru-baru ini terdengar kasus yang lebih mengerikan, yaitu ada keluarga kecil yang menggunakan cadar, celana cingkrang dan berjenggot melakukan pengeboman. Aduh abang, none apa yang kalian lakukan?
Kalau kalian ada masalah, kalian benci sama agama kami, tolong bicarakan dengan manusiawi dan selsaikan dengan cara yang sehat.


Yang kalian lakukan itu benar-benar mencemari nama baik agama kami.
Gara-gara ulah gila kalian akhwat-akhwat bercadar dituding jadi teroris, mau kemana-mana ada pemeriksaan, bahkan ada kejadian terbaru, seorang akhwat bercadar di larang naik bus.


Apa salah mereka pada kalian, kenapa mereka harus dijadikan kambing hitam atas kebencianmu.


Ikwan berjenggot dan bercelana cingkrangpun akhirnya kena imbasnya, mereka juga sama dituding sebagai teroris.


Jujur saya katakan yang kalian lakukan itu adalah tindakan PENGECUT, bersembunyi dibalik identitas orang lain, menjadikan umat sebagai kambing hitam, ah benar-benar perbuatan yang tidak terpuji.


Ah jangan-jangan kalian belum nonton film 212 yah the power of love, islam itu agama yang akan Allah selamatkan, rahmat bagi semuanya, agama yang penuh kasih sayang, cinta damai,  tidak anarkis.


Perlu kalian ketahui juga, secanggih apa pun kalian berusaha merusak nama baik agama kami, maka kami yakini yang hak dan yang batil tetaplah berbeda, yang hak akan tetap mengalahkan yang batil, yang batil akan tenggelam, dan Allah akan tampakan itu semua.


#Save_muslimsah Bercadar
#Agama islam, agama yang penuh kasih sayang
#Save_Ikhwanul muslim berjenggot_bercelana cingkrang

#Hikmah Ramadhan#2


#Sholat Tarawih#


Salah satu amalan di bulan ramadhan adalah sholat tarawih, sholat tarawih dilaksanakan ba'da sholat isa. Hukumnya fardu kifayah(sunnah yang di tekankan), jadi rugi jika sholat tarawih ditinggalkan.


Kata tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwih, yang berasal dari kata raha yang artinya " istirahat", disebutkan juga bahwa tarawih adalah sholat yang santai atau jangan dilaksanakan terburu-buru alias ngebut. Jika sholat tarawih ngebut, selain capek juga akan menghilangkan khusuan dan menghilangkan tuma'ninah.


Tuma'ninah adalah Diam/tenang sesudah bergerak, sekiranya seluruh anggota badan menetap (diam tidak bergerak) pada tempatnya dengan seukuran lamanya membaca Subhanallah.


Imam Ahmad dan selainnya meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku 3 perkara dan melarangku 3 perkara:


ونَهَانِي عَنْ نَقْرَةٍ كَنَقْرَةِ الدِّيكِ، وإِقْعَاءٍ كَإِقْعَاءِ الكَلْبِ، والْتِفَاتٍ كَالْتِفَاتِ الثَّعْلَبِ


Beliau melarangku sujud dengan cepat seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing, dan menoleh-noleh seperti rusa (HR Ahmad 8106, Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih at Targhib 555).


Setelah tuma'ninah mari kita cari tahu tentang berapa jumlah rakaat shalat tarawih. Terjadi perbedaan tentang hitungan rakaat, ada yang berpendapat 11 rakaat termasuk witir, ada juga yang berpendapat sebanyak 21 rakaat termasuk witir.


Awalnya perbedaan itu seringkali jadi perdebatan, namun makin hari, alhamdulillah orang-orang makin cerdas, bisa menerima dengan bijak perbedaan tersebut.


Dari beberapa sumber saya mendapatkan kesimpulan bahwa Rasulullah melaksanakan sholat tarawih sebanyak 8 rakaat lalu ditambah 3 rakaat witir.


Pendapat itu sesuai dengan hadist dari Aisyah, dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah hanya 3 kali melaksanakan sholat tarawih berjamaah di mesjid dikarenakan pada hari ke empat mesjid sudah penuh dengan jama'ah.


Rasulullah pernah ditanya prihal itu, maka jawaban Rasulullah adalah hal itu beliau lakukan, karena takut kalau umatnya menganggap wajib sholat tarawih padahal tidak semua umatnya mampu melaksanakannya".


Namun seperti yang kita ketahui bersama pahala dibulan suci Ramadhan itu dilipatgandakan, jadi pilihan ada pada diri kita, kalau mau pahalanya semakin banyak tentu kita akan berusaha untuk terus melaksanakan shalat tarawih di bulan Ramadhan ini.


Wallahu a'lam....


#NurhetiNurieNafilah
#Fb: Lembayung Senja
#IG: @nununa07
#nulis itu perlu di latih
#Ramadhan_Menginfirasi











Jumat, 18 Mei 2018

#Hikmah Ramadhan#1

#Tulisan pertama di hari ke 2 Ramdhan
#Menyambut Bulan Ramadhan#


Sudah menjadi kebiasaan ketika akan memasuki bulan Ramadhan, orang-orang menyambut dengan gembira, ada acara keramasan, keramasan adalah istilah bahasa sunda, yang memiliki arti bersih-bersih, baik itu membersihkan jasad kita dari kotoran, atau membersihan jiwa kita dari penyakit-penyakit hati, saling memaafkan.


Bukan hanya keramasan tapi biasanya budaya orang sunda, ada istilah munggahan atau botram, munggahan itu menyambut Ramadhan dengan cara makan-makan bersama keluarga, saudara, teman dan kerabat yang lainnya.


Ada pula yang arak-arakan keliling kampung, ada yang jalan kaki ada pula yang menggunakan kendaraan, intinya memberitahukan pada warga sekitar tentang Kedatangan bulan Ramadhan. Hal semacam itu mungkin sudah tidak ada di zaman modern ini, karena semua info bisa di akses dengan begitu mudah. Aksesnya bisa didapat lewat radio, Tv, internet dan lain sebagainya.


Jika kita cermati, sebenarnya ada hikmahnya juga lho arak-arakan semacam itu, karena selain zaman dulu mungkin belum secanggih zaman ini, juga karena tidak semua mengerti dengan apa yang disampaikan melalui media elektronik.


Ada juga yang mungkin tidak memiliki akses untuk hal itu, ada yang mungkin tuna rungu, jauh dari kerabat, sehingga Jauh dari informasi. Maka adanya arak-arakan semacam itu jadi sangat bermanfaat bagi mereka. Bahkan mungkin di era modern ini saja terkadang ada beberapa orang yang tidak tahu kapan tepatnya ramadhan datang.


Ya apa pun itu selama tidak menyalahi syariat dan tidak dianggap wajib. Misal kalau tidak makan-makan bersama  keluarga dan teman-teman sebelum Ramadhan jadi merasa tidak sah puasanya. Nah itu yang tidak boleh tapi kalau semua dilakukan dengan semestinya maka semuanya sah-sah saja.


Dalam ilmu usul fiqih , ada sebuah kaidah yang menjelaskan bahwa asal terhadap sesuatu adalah boleh, kecuali jika ada nas yang melarangnya.
Next di hikmah ramadhan hari ke 2 yaaaa


#Nurie_nafilah
#IG: @nununa07
#Fb: Lembayung Senja
#Nulis_nulis_nulis
Nulis saja apa yang ingin ditulis, yang penting ada manfaatnya
#terus_belajar

Sabtu, 03 Februari 2018

#Fenomena Gerhana #

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Adalah Salah satu bukti Ketaatan Mahluq Allah


Pada tanggal 31 kemarin telah terjadi gerhana Bulan, orang-orang ramai menyebut gerhana Bulan kali ini dengan sebutan Blue Moon, tentang Blue Moon ini saya belum mengerti kenapa dinamai dengan nama itu.
Gerhana Bulan terjadi sekitar jam 19.45s/d jam 22.00, fenomena alam ini sering jadi perbincangan banyak orang di seluruh dunia, karena memang fenomena yang langka ini diminati banyak orang.


Bermacam ragam tanggapan tentang fenomena gerhana ini, ada yang beranggapan bahwa gerhana adalah murni fenomena alam, ada pula yang beranggapan hal-hal yang mitos, seperti pada zaman Rasulullah, Gerhana di anggap karena kematian seseorang, mereka beranggapan seperti itu karena pada saat terjadi gerhana bertepatan dengan kematian anaknya Rasulullah yang bernama Ibrahim.


Padahal kenyataannya bukanlah seperti itu, berkenaan dengan hal itu di jelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan muslim bahwa Rasulullah sendiri menjelaskan gerhana tidaklah terkait dengan kelahiran atau kematian seseorang. Kejadian ini murni sebagai fenomena alam.


Hadits di atas jelas bagi kita bahwa terjadinya gerhana murni sebagai fenomena alam yaitu:
Gerhana terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.


Ada pun yang harus di lakukan saat terjadi gerhana adalah:


-Pertama, sudah kita ketahui bersama yaitu melaksanakan shalat gerhana. Sebagaimana disebutkan oleh Aisyah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim

الشَمْس وَالقَمَرُ آيتانِ مِنْ آياتِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رأيتم ذلك فصلوا وتصدقوا
“Matahari dan bulan adalah termasuk salah satu tanda kebesaran Allah Azza wa Jalla. Tidak akan ada gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian menyaksikannya, maka shalat dan sedekahlah!”


- Kedua, bersedekah. Hal ini didasarkan pada hadis Aisyah di atas.


- Ketiga, bertaubat.


- Keempat, melakukan kebaikan.


- Kelima, membantu orang lain/meringankan beban orang lain


- Ke enam, fastabiqul khoirot/berhati-hati dari kelalaian


- Ke tujuh, memperbanyak do'a


- Kedelapan, memperbanyak istighfar.


- Kesembilan, memperbanyak zikir.
Adapun amalan ketiga hingga kesembilan didasarkan pada pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh Muhadzzab berikut ini:
وَيَحُثُّهُمْ فِي هَذِهِ الْخُطْبَةِ عَلَى التَّوْبَةِ مِنْ الْمَعَاصِي وَعَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَتَاقَةِ وَيُحَذِّرُهُمْ الْغَفْلَةَ وَالِاغْتِرَارَ وَيَأْمُرُهُمْ بِإِكْثَارِ الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالذِّكْرِ


“Khatib shalat gerhana dalam khutbahnya menganjurkan para jamaah untuk bertaubat dari maksiat, mengerjakan kebaikan, bersedekah, membebaskan budak, mengingatkan mereka dari kelalaian dan tipu daya, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa, meminta ampunan dan zikir.”


Di atas sudah dijelaskan tentang apa-apa saja yang harus dilakukan/ disunahkan saat terjadi gerhana.
Maka kita sebgai umat islam tidak usah percaya dengan mitos-mitos saat gerhana seperti:
- Bagi ibu hamil harus sembunyi dikolong
- anak yang dilahirkan pada saat itu akan cacat
- ibu hamil harus dimandikan setelah selsai Gerhana dll.


Itulah mitos yang masih berkembang di beberapa temapat.
Karena kita sudah tahu itu mitos, semoga kita bisa menghindarinya. Alangkah baiknya jika kita menjalankan sunah-sunah saat Gerhana, karena itu jelas ada faedahnya buat kita.
Itulah kekuasaan Allah, semua mahluq tunduk patuh pada perintahnya(jika Allah kehendaki).


Bayangkan jika Bulan dan Matahari berebut posisi, bayangkan bila bumi menutupi Bulan sesuka hati, bayangkan jika Bumi sesuka hati keluar dari porosnya. Tentu kehancuran yang akan terjadi, ya itulah Kekuasaan Allah pemilik alam semesta ini.


#WIFI_Region_Bandung
#Saling_Mengingatkan_Saling_Menguatkan
#Berkaryalah_Bermanfaatlah
#Salam_Persaudaraan
#Lembayung_Senja
#IG: @nurie_nafilah
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com

Minggu, 28 Januari 2018

#Belajar Pada Alam#




Banyak hal yang bisa kita dapatkan dari alam sekitar, kita bisa mengambil manfaat dari apa-apa yang Allah ciptakan.
Mungkin kita pernah mendengar orang-orang zaman dulu, kebanyakan dari mereka menggunakan tumbuhan yang ada di srkitarnya sebagai obat.


Misal untuk sakit perut, biasanya obat  yang digunakanan adalah daun leunca, sakit kepala bisa menggunakan daun binahong, untuk luka biasanya menggunakan daun bunga sepatu yang ditumbuk dan dihaluskan, untuk sakit maag biasanya dengan kunyit yang di rebus dan diminum airnya, dan masih banyak lagi lainnya yang pasti.


Mungkin bisa ditanyakan sama ibu atau nenek kita kalau mau tahu lebih banyak. Selain berbicara tentang berbagai macam manfaat dari tumbuhan di sekitar kita, Tumbuhan pun sebenarnya bisa mengajarkan kepada kita tentang ilmu tauhid.


Coba kita perhatikan dan renungkan, bunga yang ada di sekitar kita, ketika bunga itu baru di tanam, hanya berbentuk tunas, lalu beberapa bulan kemudian tunas itu berubah menjadi dahan yang kuat, kemudian menghasilkan daun, lalu mendatangkan kuncup dan tidak lama kemudian kuncup itu mekar dan berubah menjadi bunga yang indah.


Siapa yang mengatur semua itu?
Siapa yang mengatur kadar waktu antara tumbuh batang dan daun serta bunga itu?
Siapa yang mengatur lamanya bunga itu untuk bertahan lalu bunga itu gugur?
Siapa yang mengatur kadar warna pada bunga itu?


Siapa lagi yang Maha Teliti, Siapa lagi yang Maha penyempurna, siapa lagi Yang Maha memberi keindahan, kalau bukan Allah, Ya Dia lah Allah Rabb semesta alam yang Mengatur dengan sedemikian rupa segala sesuatu yang ada di Bumi ini. Supaya semua itu menjadi indah dan bermanfaat untuk penghuni Bumi ini.


Banyak ayat yang menjelaskan tentang keutamaan dan hikmahnya penciptaan tumbuhan, salah satunya adalah:


{أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ} [النمل: 60]


Artinya: Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). [An-Naml:60]


{وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرَاتٍ مِنْ أَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ} [فصلت: 47]


Artinya: Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. [Fushshilat: 47]


Masya Allah itulah kekuasaan Allah, segala sesuatunya benar-benar telah Allah atur dengan sangat teratur.
Semoga dengan kita dekat dengan alam menjadikan kita semakin dwkat dengan Sang Pencipta Alam.


#Saling_Mengingatkan_Saling_Menguatkan_Untuk_Terus_Berkarya
#Bersama_WIFI_Region_Bandung
#Jangan_Pernah_Lelah_untuk_terus_menebar_manfaat
#Lembayung_Senja
#@nurie_nafilah
#mutiarahikmahkita.blogspot.com
#Salam_Persaudaraan

Rabu, 08 November 2017

#Sunah-sunah Sebelum Tidur#


#Sunah-sunah Sebelum Tidur#


Agama islam adalah agama yang paling sempurna segala sesuatunya telah di atur di dalamnya, termasuk soal tidur.
Rasulullah memberikan contoh kepada kita bahwa sebelum tidur kita  di sunahkan melaksanakan hal-hal berikut:


1. Rasulullah tidur lebih awal dan bangun lebih awal juga yaitu Rasulullah mengajarkan untuk tidur setelah sholat isa dan bangun di sepertiga malam supaya bisa melaksanakan sholat malam.


2. Rasulullah berwudhu terlebih dahulu sebelum tidur.


3. Rasulullah pun mengajarkan menutup hari dengan mrlaksanakan shalat witir 3 Raka'at, Beliau melakukan shalat witir ketika beliau takut ketiduran dan tidak bangun ketika waktu tahajud.


4. Mengibaskan selimut atau seprai sebelum Rasulullah berbaring di atas kasur, maksud mengibaskan di sana untuk menjaga keamanan kita, karena kita tidak tahu ada apa di balik selimut atau seprai, mungkin ada hewan atau apa pun yang bisa membahayakan.


Hal di atas sesuai dengan hadits berikut:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”. Pada hadist lain disebutkan kibasannya tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim).


5. Sebelum tidur Rasul memerintahkan untuk mematikan lampu.


6. Membaca alikhlas, alfalaq dan an-nas sebanyak 3 kali, lalu kemudian meniupkannya ketelapak tangan dan mengusapkan ke seluruh badan termasuk muka.


6. Bertaubat dan muhasabah diri sebelum tidur.


7. Berbaring ke sebelah kanan dan dilarang untuk tidur telungkup/ tengkurap sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits berikut:


Rasulullah menjelaskan posisi tidur yang tepat, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).


Dalam riwayat lain, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)


Rasulullah telah melarang tidur tengkurap, Silakan teman teman perhatikan hadist berikut,
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih).


8. Berdo'a


Mungkin itu lah amalan-amalan sunnah yang bisa kita amalkan sebelum kita tidur. Jujur memang ada saja amalan yang belum bisa kita amalkan.


Kadang kita lupa salah satu, seperti saya misal, saya paling susah untuk tidur lebih awal. Tapi setidaknya jika kita lupa untuk menjalankan semua sunah sebelum tidur, maka kita ingat untuk berdo'a sebelum tidur.


#30Dwc_jilid9
#Squad_4
#Hari_Ke29
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb: Lembayung Senja
#IG: @nurie_nafilah

Selasa, 07 November 2017

#Jangan Pernah Berlari dari Masa Lalu#


Setiap dari kita adalah bagian dari masa lalu, kita tidak bisa pungkiri bahwa hadirnya kita saat ini adalah sebuah proses dari masa lalu.


Tanpa masa lalu mungkin tak kan ada kita sekarang. Semua orang pasti punya masa lalu, tapi mungkin tidak semua memiliki masa lalu yang indah dan tercipta kebahagiaan saat mengenangnya.


Ada pula yang mempunyai masa lalu yang kurang baik bahkan tidak diinginkan, jangankan untuk di kenang yang ada hanya ingin melupakan, bahkan mungkin kalau bisa di hapus bagian masa lalu itu, Ia akan memilih untuk menghapusnya.


Namun tentu saja itu hal yang mustahil jika kita harus menghapusnya, karena masa lalu sudah kita jalani dan kita lewati, kita tidak mungkin bisa kembali.


Meskipun memang tidak bisa kita hapus, tapi karena agama islam itu agama rahmatan lil alamin, di dalam agama kita telah di atur sedemikian detail tentang kehidupan kita, termasuk tentang bagaimana menghadapi kesalahan di masa lalu.


Kita sebagai umat islam tidak boleh putus asa dengan rahmat Allah, sepahit atau seburuk apa pun kita di masa lalu, kita harus terima, cara terbaik yang harus di tempuh adalah di hadapi, kalau memang masa lalunya kurang baik, ya tugas kita adalah memperbaiki dan jangan mengulang kesalahan yang sama.


Kita jangan mencoba untuk berlari dari masa lalu karena adanya masa lalu sebenarnya sedang mengajarkan kita tentang ilmu kehidupan.


Jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran berharga, kalau ada yang bisa di perbaiki ya perbaiki, kalau terlanjur berbuat salah di masa lalu ya di tobati dan jangan diulangi.


Kita jangan pernah berpikir untuk bisa berlari dari masa lalu, berterimakasih lah pada masa lalu, karena adanya masa lalu kita bisa memperbaiki diri, dan masa lalu telah menghantarkan kita pada pintu masa depan.


Jangan terjebak dengan istilah-istilah yang kejam tentang masa lalu, selama kita bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik, maka tetaplah optimis untuk mengukir masa depan saat sekarang.


Yang Allah dan orang lihat bukanlah kamu di masa lalu  yang suram atau kamu di masa depan yang masih samar tapi Allah menilai kamu yang saat ini atau kamu yang sekarang.


Berhusnudzonlah pada Allah, dan bersyukurlah karena jika masa lalu yang dianggap suram itu adalah mengundang banyak kebaikan, dengan masa lalu kamu bisa memperbaiki diri di kehidupan kamu saat ini, maka sebenarnya itu adalah  anugerah.


Jangan kamu sangka apa yang kamu anggap buruk itu adalah buruk bagimu, bisa jadi dengan keburukan itu kamu mendapat hidayah dan berubah menjadi lebih baik.


Sebagaimana dalam penggalan surat Albaqarah ayat 216 Allah berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadii (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."


Kamu harus yakin dan husnudzon bahwa dalam kelam atau suramnya masa lalu itu ada kebaikan yang ingin Allah sampaikan pada mu, tidak semata-mata itu terjadi kecuali atas izin Allah.


Allah berfirman:
"Tiada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. (Qs.At-Taghabun:12)


Janganlah berlari dari masa lalu, hadapi dan tersenyumlah.

Senin, 06 November 2017

#Jejak Senja#12

#Jejak Senja#12


Reuni akbar SSG (Santri Siap Guna) Daruttauhiid


Pada awal bulan November lebih tepatnya pada tanggal 4-5 telah diadakan Reuni SSG semua angkatan, yaitu dari mulai angkatan 1 sampai angkatan 34.

Yang berkontribusi menjadi panitia reuni adalah dari SSG juga, dan kebanyakan para panitia adalah dari junior yang baru-baru lulus diklat, si bungsu yaitu angkatan 34, tentu dari angkatan yang lain pun  ada yang ikut berkontribusi jadi panitia.


Dalam acara reuni kali ini saya merasakan hal yang berbeda dari reuni sebelumnya, waktu reuni sebelumnya yang dilaksanakan di Eco pesantren, pada saat itu reuninya lebih kepada kemping bersama keluarga, ada acara bikin tenda, masak-masak, jadi alumni disarankan membawa alat-alat untuk kemping, maksudnya biar benar-benar nostalgia saat diklat.


Namun pada saat reuni di Eco pesantren, saya waktu itu masih berstatus sebagai peserta diklat, saya dan teman-teman diklat tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan diklat, meskipun ada beberapa agenda yang di lakukan bersama-sama dengan alumni waktu itu, seperti olahraga pagi, acara makan-makan hasil karya dari alumni dan saat ada kajian dari pemateri.


Tapi reuni kali ini benar-benar berbeda dan kami selaku alumni mengakui kalau panitia reuni kali ini keren dan kreatif.
Pada hari pertama reuni yaitu tanggal 4, diisi dengan pembicara ust Yuri, adiknya Aagym yang lebih dikenal dengan sebutan Adeda dan anak Aagym yaitu  Gazi.


Disusul pas tiba waktu acara botram alias makan rame-rame setelah sholat magrib, tapi saya dan teman seangkatan tidak ikut botram di arena kegiatan, tapi kami kabur sejenak pergi ke corner SSG, dan kami makan di sana.
Sehabis Isa acara di lanjutkan dengan kajian yang di sampaikan oleh pemateri yang bernama ustadz Baiquni, tema kajiannya adalah Generasi peradaban.


Ustadz Baiquni ini termasuk Salah satu ustadz paforit saya, karena kalau membahas kajian tentang akhir zaman suka pas dan hadits-hadits yang dikorelasikan dengan keadaan saat ini.


Jika mendengar kajian yang di sampaikan beliau, kadang suka merinding dan ada semangat yang berkobar dalam dada untuk berkontribusi membangun peradaban yang lebih baik.


Seusai kajian selsai, sekitar jam 22:30 kami istirhat, dan kami kembali di bangunkan sekitar jam 02:00 untuk melaksanakan tahajud berjamaah.


Setelah tahajud, kami sholat subuh berjama'ah. Jam 08:00 kami kembali Ke area reuni, di sana kami kembali berbincang inspiratip bersama Aagym dan para petinggi di SSG di Daruttauhiid.


Mereka berbagi cerita tentang perjuangan dan asal usul SSG juga perkembangan SSG dari tahun ke tahun.


Jumlah SSG sampai sekarang kurang lebih terhitung ada 12000 orang. Yang pasti banyak ilmu yang kami dapat dari perbincangan siang itu.


Selsai acara seperti biasa ada acara sesi fhoto bareng Aagym. Dan kami akhwat sebelum pulang kami berbincang sejenak bersama teh Ninih, isteri Aagym.


Selsai acara, setelah bubar kami angkatan 27, mengunjungi Darulhaj yang disulap menjadi tempat bernostalgia saat-saat diklat.Yang pasti reuni tahun ini beda bangetz, kami jadi lebih betah.


#30_Dwc_jilid9
#Squad_4
#Hari_ke27
#Nurheti Nurie Nafilah

Minggu, 05 November 2017

#Kadang Terjatuh Itu Butuh Supaya Kita Bisa Berdiri#

Setiap orang pernah merasakan terpojok, ada dalam keterpurukan, terpukul karena kondisi yang menyesakkan dada, tersakiti, dikhianati dan rasa sakit yang lainnya.


Rasa semacam itu biasanya menimbulkan rasa putus asa karena merasa tak berdaya dan tak mampu untuk menghadapinya.
Padahal dalam agama islam kita di ajarkan tentang bagaimana sikap kita ketika menghadapi masalah, karena Allah tidak akan memberikan masalah tanpa solusi.


Dalam al-qur'an pun dijelaskan bahwa Allah tidak akan menguji seseorang melampaui batas kemampuannya. Semua telah Allah atur, ketika kita mempunyai permasalahan itu tandanya Allah mempercayai kita untuk menyelesaikannya.


Setelah kesulitan akan ada kemudahan, itu janji Allah, tugas kita meyakini janji Allah itu.
Kita di uji dengan hal-hal yang tidak kita inginkan, sebenarnya itu adalah pertanda bahwa kita harus banyak belajar.


Ketika orang mengkhianati kita sebenarnya itu Allah sedang mengajarkan kepada kita bagaimana supaya kita menjadi orang yang setia. Supaya kita tidak meniru kesalahan orang yang mengkhianati kita itu.


Ketika kita mengalami kepedihan, mungkin karena masalah hati, mungkin karena masalah keluarga, mungkin karena masalah karir, maka bergeraklah.


Bergerak keluar dari zona pedih itu, jangan terus menerus menyiksa diri dalam keterpurukan, kita harus bangkit, berdiri dengan tegak, dan katakan pada dunia kalau kita bisa mengalahkan rasa pedih itu, kita bisa keluar dari keterpurukan itu.


Berkaitan dengan keterpurukan itu, saya pernah mendapat pesan dari seorang guru, Beliau mengatakan:" Memang terjatuh itu sakit, tapi tidak mengapa kamu terjatuh, karena dengan terjatuh kamu bisa belajar bangkit, berdiri bahkan berlari".


Nasihat itu benar adanya, karena kadang dengan kita terjatuh maka kita bisa memahami dan tahu bagaimana caranya bangkit, berdiri bahkan kemudian berlari.


Jangan biarkan orang lain mengatur hidup kita, membuat hidup kita jadi berantakan, menjadi murung, sedih, gundah, kecewa, marah dan lain sebagainya.


Kenapa saya mengatakan dengan itu orang mengatur hidup kita?
Ya karena ketika orang mengecewakan kita, maka secara otomatis kita tak terima dan kita kadang selalu memikirkan kesalahannya dan merasa tidak terima sehingga membuat kita sakit mungkin, itu tandanya kita mau diatur orang lain.


Kita harus mampu berdiri sendiri untuk meraih kebahagiaan kita, jangan biarkan kebahagian kita ditentukan oleh sikap orang lain terhadap kita.


Orang mau mengecewakan kita, atau apapun itu, kita harus tetap berdiri, dengan cara memaafkan, dan dengan memaafkan hati kita akan lebih tenang dan bahagia pun akan kita raih.


Tidak mengapa kau pernah dikecewakan yang penting kau tetap berdiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain.


Bagaimana pun sebagai seorang muslim kita memang di ajarkan untuk menjadi pribadi yang kuat, pribadi yang mampu menyelsaikan setiap masalah.bukankah kita tahu bahwa muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah.


Jadilah pemuda-pemudi islam yang mampu berdiri sendiri penuh keyakinan pada Allah, menjadi pribadi yang kuat yang tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang dianggap tidak menyenangkan oleh diri sendiri.


Karena yang tidak menyenangkan menurut kita belum tentu itu buruk buat kita, mungkin saja itu justru adalah ladang kebaikan buat kita, pun dengan sebaliknya apa-apa yang mungkin dianggap baik menurut kita belum tentu itu baik untuk kita. Allah lebih tahu apa yang baik bagi kita dan apa yang tidak..

Sabtu, 04 November 2017

#Pemuda Akhir Zaman#

Tugas Pemuda Akhir Zaman
Saat ini kita berada di akhir zaman dimana peradaban yang ada di muka bumi ini kembali pada zaman-zaman Nabi-nabi terdahulu.


Saat ini, kemungkaran-kemungkaran telah nampak di depan mata, ketika nyawa sudah lagi tidak berharga, pembunuhan sudah biasa, para pendusta agama sudah terang-terangan, para pendusta dijadikan pejabat atau pemimpin.


Ketika orang-orang sudah keluar dari fitrah, ketika laki-laki menyerupai perempuan sudah dianggap biasa, ketika dunia menjadi tujuan dan akhirat dilalaikan.


Maka di era akhir zaman ini para pemuda islam memiliki tugas yang luar biasa, tugas sebagai seorang muslim, tugas untuk mempertahankan aqidah, tugas untuk menyeru pada kebaikan.


Untuk lebih jelasnya inilah tugas-tugas para pemuda akhir zaman


1.Daiyah pemuda penyeru ke jalan Allah
Dalam artian pemuda yang bersinergi harus mampu untuk berdakwah pada yang lain bukan hanya sholeh sendiri tapi harus mampu mengajak yang lain menuju jalan kebenaran.


2.Hamilul qur'an( pemuda panji al-qur'an)
Dalam artian sebagai pemuda muslim, maka kita dituntut untuk menjadi pemuda pecinta al-qur'an dan berakhlaq qur'ani
Bisa diaplikasikan dengan cara


-menjadi pemuda yang rajin membaca al-qur'an
- membaguskan bacaannya
-mempelajari dan memahami yang ada dalam al-qur'an
-mengamalkan apa yang di dapat dari pemahaman yang lurus
-menjadi penghafal al-qur'an
- dan yang terakhir adalah mengajarkannya/mengajak yang lain untuk dekat dengan al-qur'an


3.Tugas pemuda selanjutnya adalah tafaqquh fiddin
Bahwa seorang pemud muslim itu harus memiliki banyak kemampuan yang bermanfaat untuk umat.
Memahami agama di sini
Bisa dengan menjadi ahli-ahli hadits, ahli-ahli tafsir dll.


4. Menguasai dan memperdalam sains dan TI, kenapa pemuda muslim harus menguasai ilmu-ilmu tersebut?
Karena memang jika tidak menguasai dan memperdalam maka kita akan ketinggalan. Sementara umat ini membutuhkan ilmu tersebut, kalau bukan pemuda yang menguasai lalu siapa lagi?


Di era akhir zaman ini kita jangan ketinggalan, umat islam pun harus berkembang dan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berakhlaq dan bermanfaat untuk umat.


5. Pengawal tegaknya khilafah, tugas pemuda yang selanjutnya adalah harus mampu menjadi pelopor dalam penegakan khilafah.


Demikian 5 tugas pemuda akhir zaman, karena pemuda lebih bersinergi, semangatnya yang menggebu-gebu, rasa ingin tahu yang mendalam.


Maka semua itu jika diarahkan pada hal positif/ kebaikan akan lebih bersinergi dan akan menghasilkan perubahan yang luar biasa.
Wallahu a'lam


#30Dwc_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke25
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#fb: Lembayung_senja

Jumat, 03 November 2017

#Ujian adalah Keberkahan#

Setiap dari kita, setiap manusia pasti pernah mengalami jatuh, baik itu jatuh dalam artian sempit atau jatuh dalam makna yang luas.


Jatuh dalam artian luas, mungkin jatuh di sini bisa disebut kegagalan, ya kegagalan itu rasanya lebih menyeluruh. Bisa kegagalan dalam masalah hati, kegagalan masalah karir, kegagalan dalam pendidikan dan lain sebagainya.


Namanya saja kegagalan, tentu itu bukan hal yang membuat kita bisa tersenyum lebar penuh kebahagiaan. Kegagalan pasti identik dengan tangisan, kesedihan, kerugian. Itu semua adalah manusiawi.


Jika dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kemudian ada perceraian itu disebut kegagalan dalam membina keharmonisan rumah tangga, wajar jika kecewa, sedih dan ada tangis di dalamnya karena itu manusiawi.


Jika dalam berbisnis, kemudian terjadi kerugian besar, kena tipu bahkan bangkrut, wajar bukan jika ada kekecewaan, kemarahan, kedongkolan, kesedihan didalamnya.


Lalu jika dalam meniti karir, kemudian gagal di tengah jalan, wajar jika ada penyesalan, jika ada tangis, dan jika ada kecewa.


Semua itu adalah hal yang manusiawi dan bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Yang tidak wajar adalah jika kita menghadapinya secara berlebihan, sehingga mengakibatkan jadi sakit-sakitan, setres, galau tingkat dewa, hampir gila bahkan yang lebih parah menjadi putus asa dan mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya sendiri.


Hal tersebut itulah yang tidak wajar, karena berlebihan dan mengakibatkan kemadharatan pada diri dan orang lain.


Dalam agama kita pun kita di ajarkan bahwa kita tidak boleh berlebihan dalam sesuatu. Sebagaimana dalam firman_Nya


yang artinya:"(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan_Nya kepadamu.( Qs. Al-Hadid:23).


Ayat di atas menjelaskan supaya kita tidak berlebihan. Ketika kita menghadapi kegagalan, kita boleh kecewa tapi kita harus kembali bangkit.


Kegagalan dalam sesuatu adalah pertanda kalau kita akan menghadapi kemenangan. Maka ketika kita mengalami kegagalan jadikanlah kegagalan itu sebagai pemicu supaya kita bisa menjadi lebih baik.


Kita tidak boleh larut dan terpuruk dalam kegagalan, kita harus bergerak dan bekerja keras untuk meraih kemenangan.


Yakini saja bahwa kegagalan yang kamu alami adalah sebagai penggugur bagi dosa-dosamu, dan jika kelak dosamu telah berkurang. Maka bersiap-siap lah untuk menjemput kemenangan.


Kemenangan itu memang harus di tebus dengan, pengorbanan, perjuangan, kerja kerja keras bahkan darah.


Untuk mendapatkan kemenangan itu butuh di uji dengan krikil-krikil tajam, panas, cacian, kebencian, pengkhianatan, dan lain sebagainya.


Kita harus bersyukur karena dengan adanya ujian-ujian melatih kita supaya kita lebih kuat, lebih siap, lebih mandiri, lebih cerdas, lebih memahami, lebih mengerti, lebih profesional, lebih berkarakter dan lebih bertauhid.


Jika kita mampu menghadapinya maka bergembiralah karena kita akan naik kelas.
Dari tidak tahu menjadi tahu, dari kegagalan menjadi keberhasilan, dari keterpurukan menjadi kemakmuran, dari Penyesalan menjadi pengharapan, dari kekecewaan menjadi kepercayaaan, dari lemah menjadi kuat.


Yang pasti kita harus lebih baik dari keadaan kita sebelumnya, kita harus bangkit dan bergerak menuju kemenangan.


Ketika kita ditimpa suatu ujian maka janganlah berputus asa dari rahmatnya, tetaplah berhusnudzon pada Allah, taqdir Allah adalah taqdir yang terbaik untuk kita jalani.


Dalam menghadapi ujian seorang muslim harus mempunyai prinsif yaitu yakin bahwa ujian itu adalah berkah.

Kamis, 02 November 2017

#Menjaga Mata Berarti Menjaga Hati#

Allah Berpirman: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].


Menjaga mata berarti menjaga hati, dalam ayat di atas jelas bahwa kita di perintahkan untuk menjaga pandangan.
Kenapa demikian, karena memang keruhnya hati itu salah satu penyebabnya adalah karen mata kita tidak di jaga.


Segala sesuatunya bisa berawal dari mata. Misal saat mata memandang sesosok yang awalnya tidak pernah terpikirkan, kemudian karena ada rasa ketertarikan maka nafsu meminta mata memandanginya. Baik sosok itu dekat atau pun jauh mata berusaha menujunya.


Maka saat itu juga hati telah ternodai oleh yang bukan haknya, hati mulai terkena virus. Bukan hanya hati tapi otak pun mulai di penuhi dan diintruksikan untuk memikirkan apa yang ditangkap oleh mata.


Memang begitu adanya, bisa jadi segala sesuatu bisa terjadi karena bermula dari mata. Patah hati juga karena mata, dia patah karena salah melabuhkan cintanya.


Kebencian juga bermula dari mata, karena mata hanya melihat sesuatu yang samar yang diyakini, akhirnya terjadi kesalahpahaman.
Bergosip juga berawal dari mata, ketika apa-apa yang terlihat kemudian dijadikan perbincangan.


Yang pasti bukan hanya cinta saja yang bermula dari mata tetapi banyak perkara yang bermula dari mata. Pantas saja dalam agama kita diwanti-wanti supaya kita menundukan pandangan.
Wallohu a'lam


#30Dwc_jilid9
#Squad_4
#Hari_ke23
#2_November2017
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb: Lembayung senja
#IG: @nurie_nafilah

Rabu, 01 November 2017

#Bersinergi, Prinsip Seorang Inspiratip#


Salah satu prinsif Beliau dalam dunia bisnis adalah bukan sekedar transaksi yang menghasilkan banyak keuntungan, melainkan suatu proses membantu orang yang di bayar. Entah itu di bayar langsung lewat keuntungan dalam bisnisnya atau di bayarnya cukup dengan pahala atas kebaikannya.


Dalam sebuah tulisannya Rendi Saputra pernah mengatakan bahwa modal terbesar adalah obsesi yang benar.
Obsesi tentang kontribusi pada kehidupan manusia, obsesi pada makin baiknya peradaban manusia, obsesi. Pada kebermanfaatan yang akan di dapat oleh orang lain.


Adapun penghargaan, balasan, profit sebenarnya adalah efek samping dari kontribusi yang di rasakan masyrakat.


Dari tulisan seorang Rendi Saputra itu jika dikaitkan dengan KSN, maka terlihat dengan jelas bahwa Rendi Saputra ingin berkontribusi untuk Negara ini.


Rendi Saputra ingin menciptakan generasi-generasi mandiri, yang mandiri bukan hanya secara finansial namun mandiri dalam dalam menjalankan agamanya.


Rendi Saputra ingin menularkan semangatnya, supaya generasi-generasi mandiri itu lebih bersinergi untuk berbuat kebaikan.


Bukti kongkrit lain  bersinerginya Rendi Adalah Beliau Meyediakan ruang pendidikan yang berdaya, serikat sodagar nusantara.


Berencana untuk:
Mengadakan pertemuan di satu titik untuk berbicara bisnis. Mengadakan pertemuan setiap pekan dg para saudagar untuk sharing.
Mudah-mudahan rencana-rencana Beliau kedepannya di berikan kelancaran, selama rencananya adalah kebaikan, insyaallah Allah akan selalu menghasilkan kebaikan pula.


#30Dwc__Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke21
#31_November2017
#Mari_Berdaya_jadilah_sesuatu_yang_bisa_menghasilkan_karya
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb: Lembayung_Senja
#IG: @nurie_nafilah
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com