Senin, 31 Juli 2017

#Lembut Sapamu#

Saat malam datang, engkau datang menemani sunyi, berikan suasana damai


Saat pagi datang, engkau menyapa penuh kelembutan menemani kilau embun yang masih bergelayut manja pada dedaunan


Saat matahari pancarkan sinarnya dengan gagahnya, engkau hadir berikan kesejukan
Deretan pepohonan yang tersentuh oleh mu bergerak dengan teratur berikan kesejukan pada alam sekitarnya


Dan bila malam datang, engkau hadir kembali memberikan nuansa tersendiri
Nuansa yang terkadang membuat sebagian para penghuni bumi ini bergegas menggunakan pakaian tebal


Tapi engkau tidak sunyi sendiri, waktu malam engkau di temani senda gurau serangga malam


Hadirmu, kami rasakan namun wujud mu tak kami temukan, ya engkau lah angin
Wahai angin, ingin aku bercerita tentang rasa padamu


Ketika rasaku tak bisa aku fahami maka aku ungkapkan lewat kata dan aku titipkan padamu


Wahai angin, ku titip cerita lewat semilirmu, dalam tenang aku nikmati sapa mu


Wahai angin, dengarkanlah bisikku, tentang rasa yang sempat mengisi ruang dalam dada ini


Wahai angin, bantulah aku mengurai kata hingga aku bisa bijak dalam berkata


Wahai angin, jangan biarkan aku terlena dengan buaimu


Wahai angin, tetaplah menghiasi di hari- hariku


Menjadi penyejuk di kala yang lain berlalu
Ah, memang kehadiranmu menjadi bagian dari kami


Jika kami pandai mensyukuri maka engkau adalah termasuk bagian indah hidup kami


Namun akan menakutkan jika tiba-tiba engkau berubah murka pada isi bumi
Sebab ulah manusia, yang membuatmu bisa berubah dan tentunya karena taqdir dari- Nya


Hadirmu, memang kadang membuat sebagian yang lain takut, ketika engkau mulai tidak bersahabat dengan alam
Ketika engkau menjadi saksi dari sederetan cerita bencana alam


Ketika engkau menjadi bagian dari aksi bencana itu, kami mengerti itu bukan hanya sekedar mau mu, namun itu karena ada ketetapan hakiki yang tak bisa kau pungkiri


Wahai angin, engkau pun kebahagiaan bagi sebagian yang lain


Ketika engkau datang dengan lembutnya menyapa dari teriknya matahari


Ya engakau lah angin, engkau bisa jadi kabar gembira dan bisa juga menjadi bencana


Engkau hanya mengikuti titah Sang Pencipta, dan itu lah bukti ketundukanmu pada Allah Pemilik alam semesta


Engkau tak pernah protes, ketika taqdirmu mengharuskanmu berhembus ke utara dan terhenti di selatan


Engkau tak pernah mengeluh, ketika setiap saat engkau harus terus menerus mengalun lembut menyibak dedaunan dan ranting-ranting


Engkau tak pernah bosan berikan kesejukan saat lelah mendera


Ya engkaulah bukti nyata, sebagai mahluq ciptaan_Nya yang selalu taat pada Penciptamu


Dari alam kita banyak belajar, dari air kita belajar krjernihan, kita belajar ketenangan dan ketulusan.


Dari api kita belajar kerja keras, dari angin kita belajar kesabaran dan kebijakan


Dari langit yang terbentang luas, kokoh tanpa tiang, kita belajar tawadhu, tak ada sedikitpun nampak kesombongan pada gagahnya langit


Dari bumi yang kita pijaki, kita belajar bijaksana, ketika orang-orang dengan kaki-kaki yang melangkah itu dengan seenaknya berpijak, namun bumi tetap memberikan haknya pada kita


Sudah seharusnya kita bersyukur, dengan segala karunia yang tercurah limpah kan kepada kita, nikmat nya siang dengan segala kesempurnaannya


Nikmatnya malam dengan segala keindahan yang tercipta di dalamnya,


Nikmatnya alam semesta dengan segala partikel-partikel yang sempurna, Allah ciptakan untuk melengkapi kebutuhan kita sebagai manusia, maka nikmat yang manakah yang kan kau dustakan

Minggu, 30 Juli 2017

#Al-qur'an itu Pencemburu#

Alqur-an itu pencemburu
Al-qur'an yang terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6.348 ayat dan berjumlah 604 halaman serta satu halaman terhitung  sebanyak 1.700 huruf. Jika kita membacanya satu huruf saja mendapatkan 10 pahala maka jika kita membaca satu halaman berarti 10x1.700= 17.000 pahala, terlebih jika kita mampu membaca satu juz satu hari berarti 17.000x20= 34.000.


Masyaallah kita dengan membaca satu juz al-qur'an bisa mendapatkan peluang pahala sebanyak 34.000.
Apalagi kalau kita mampu menghafal dan mengamalkannya, tentu pahala itu semakin berlipat-lipat. Tak ada yang tidak mungkin, kita pasti bisa menghafal al-qur'an, karena Allah pun menjanjikan bahwa al-qur'an itu mudah.


Menghafal al-qur'an pun bukan soal cepat atau lambat tapi soal hati. Menghapal al-qur'an itu harus dalam keadaan hati yang bersih karena al-qur'an tidak akan datang pada ahli maksiat.


Mungkin bisa saja menghafal dalam waktu yang relatif sebentar, namun itu dapat dipastikan akan cepat hilang pula. Al-qur'an itu semakin cepat dihafal maka akan semakin cepat dilupakan pula. Semakin lama al-qur'an di hafal maka justru al-qur'an itu justru akan semakin melekat di memori kita.


Ketika al-qur'an itu sering kita ulang-ulang maka akan semakin melekat. Ketika kita berpaling satu hari saja darinya maka al-qur'an itu tidak akan segan untuk berlari dari kita.
Al-qur'an itu pencemburu, tidak mau diduakan dengan yang lain. Saat kita lalai dengan hal lain maka perlahan al-qur'an beranjak pergi dari kita.


Sekalipun kita sudah menghafalnya dengan mutqin (kuat) dan sering mengulang-ngulang membacanya, namun ada saja beberapa kata yang terlupa dari nya.
Itu semua di sebabkan karena ada yang salah dengan hati kita, mungkin hati kita menjadi keras karena banyak tertawa, atau mungkin hati kita menjadi lemah karena perbuatan dosa. Hingga al-qur'an pun pergi dan meninggalkan kita.


Maka ketika kita mempunyai hafalan al-qur'an seberapa pun jumlah yang dihafal, hendaklah di jaganya baik-baik. Mengulang-ngulang atau muroja'ah itu adalah cara terbaik untuk menjaga hafalan. Muroja'ah itu bisa juga dengan membacanya ketika kita sholat.


Menghafal itu mungkin mudah karena yang lebih sulit itu adalah muroja'ah. Ketika muroja'ah pasti banyak cobaannya, mungkin males mengulang karena merasa sudah hafal, atau males muroja'ah karena ingin cepat-cepat menghafal ayat baru.
Namun sekali lagi menghafal itu bukan soal cepat tapi menghafal itu adalah kesabaran. Bukan soal cepat tapi menghafal itu soal keikhlasan.


Adakalanya satu waktu menghafal itu begitu mudah namun adakalanya di lain waktu menghafal itu begitu sulit, meskipun sudah berulang-ulang dihafal.
Keadaan semacam itu biasa, maka hendaklah kita bersabar. Terlebih saat ada hafalan yang terlupa, bersabarlah karena memang kehilangan hafalan itu lebih sakit daripada kehilangan mantan he.


Di sanalah perjuangan penghafal al-qur'an, kita di tuntut untuk belajar ikhlas dan bersabar. Maka jangan jauh-jauh engkau dari al-qur'an, jangan duakan dia dengan dunia karena dia tidak akan segan pergi darimu jika al-quran diduakan.


#30DWC_Jilid7_Squad4
#hari_ke25
#menulislah dengan hati
#Ig: @nurie_nafilah
#Fb: Lembayung senja
#pejuang30DWC

Sabtu, 29 Juli 2017

#Tanpamu Hidupku Hampa#puisi


Hari-hari yang aku lalui, selalu, selalu bersama mu, dalam diam, dalam ramai engkau selalu menjadi bagian dari aktipitasku


Setiap saat semua orang membutuhkanmu, kehadiranmu begitu berarti


Sejak aku bangun dari tidurku, yang aku cari adalah kamu, ya kamu


Sebelum aku beraktipitas pun yang aku sapa kamu terlebih dahulu


Aku berpapasan dengan terik matahari pun, yang aku cari adalah kamu


Saat aku sedikit emosi pun yang aku cari adalah kamu, aku biarkan kamu melerainya


Aku tanpamu hampa, bangun tidur, mau pergi, mau makan, sedang beraktipitas, mau tidur yang aku cari adalah kamu


Kamu ah aku tak kan bisa bertahan jika tanpa mu, bukan hanya aku tapi semu mahluq di bumi ini


Semua membutuhkan kehadiranmu, ya kamu, kamu adalah air yang dikenal sebagai sumber kehidupan

#Hidupku Hampa Tanpamu#


Air, kita semua sudah tahu tentunya betapa berartinya air bagi kehidupan kita, sehingga air disebut sebagai sumber kehidupan. Segala aktifitas yang kita jalani tidak pernah terlepas dari air.


Pantaslah air disebut-sebut sebagai sumber kehidupan di Bumi ini, karena ternyata tubuh kita pun hampir 70 % terdiri dari air. Bumi yang kita pijaki pun hampir 3/4 nya terdiri dari air alias lautan.


Dalam Al-qur'an  pun dijelaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan, diantaranya tercantum dalam Qs.An-nahl  ayat 65, yang artinya: "Dan Allah menurunkan air (hujan) dari Langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya Bumi yang tadinya mati.


Dalam Qs. Al-anbiya:30 disebutkan bahwa segala sesuatu dimyka bumi ini diciptakan dari air. Bisa juga teman-teman lihat dalam Qs. AL-furqon ayat 54.


Bisa kita saksikan dan kita rasakan sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari, betapa air itu merupakan kebutuhan pokok kita. Mulai dari tubuh kita, tubuh kita perharinya membutuhkan air kurang lebih sebanyak 2 liter. Jika tubuh kita kekurangan air maka akan mengalami dehidrasi, imun tubuh kita menjadi lemah sehingga akan mudah terkena penyakit terutama penyakit ginjal.


Sepertinya penjelasan di atas cukup jelas untuk membuktikan manfaat air yang tidak bisa terbantahkan.


Baik, setelah kita mengetahui berbagai macam manfaat dari air, sekarang mari kita cari tahu bagaimana cara memperlakukan air dengan baik dan benar. Diantara kita mungkin sudah tidak asing dengan ilmuan yang menghasilkan molekul-molekul air yang berbagai bentuk. Beliau bernama Dr. Masaru Emoto, ilmuan dari jepang ini menghasilkan penemuan bahwa air itu mampu mentransmisikan emosi yang kita miliki.


Disebutkan bahwa uji coba yang digunakan adalah dengan mengumpulkan sampel-sampel air dari berbagai sumber. Masing-masing air itu di simpan dalam sebuah wadah dan diberikan berbagai macam kata-kata.


Hasilnya setelah dibekukan maka air yang diberikan kata-kata positif menghasilkan molekul yang bagus atau partikel-partikel yang dibentuk menyerupai permata. Adapun yang diberikan kata-kata negatif maka setelah dbekukan hasilnya adalah partikel-partikel yang terbentuk jelek dan tidak teratur.


Itu semua membuktikan bahwa air pun adalah
Mahluq hidup, maka kita pun harus memperlakukan air dengan baik, juga terhadap setiap mahluq yang ada di muka bumi ini.


Ketika menggunakan air untuk kebaikan, maka air pun akan berbuat baik pada kita. Salah satu contoh ketika kita menggunakan air untuk berwudhu, jika kita benar-benar ikhlas dan berdo'a saat berwudhu maka air itu akan membersihkan dosa-dosa kita.


Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa  Utsman bin Affan Radialluhu anhu berkata: Bahwasannya Rasulullah telah bersabda: "Barang siapa berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.(Hr. Muslim dalam kitab thoharoh).


Air juga mampu meredam emosi ketika kita dalam keadaan marah, jika kita sedang berdiri, maka duduklah, jika kita marah dalam keadaan duduk masih marah maka berbaringlah, dan jika dalam keadaan berbaring masih marah maka berwudhulah. Jika setelah berwudhu masih dalam keadaan marah, maka banyak-banyaklah istigfar.


Kenapa kita dianjurkan berwudhu saat dalam keadaan marah?
Karena syaitan kita ada dalam kekuasaan syaitan dan syaitan itu diciptakan dari api dan api hanya akan padam dengan air.


Hari-hariku selalu bersamamu, dalam diam ku, dalam ramai ku, hidupku tanpamu hampa, semua membutuhkanmu iyah kamu, kamu wahai air ku.

Kamis, 27 Juli 2017

#Abu Kucingku yang Unic#



Abu adalah seekor anak kucing, Abu punya 3 saudara, warnanya ada yang putih orange, ada yang belang hitam, ada yang warna orange dan Abu berwarna sedikit abu-abu makanya saya kasih nama kucing itu Abu.
Abu dan ketiga saudaranya saat itu sedang menyusu ke Induknya, Induknya terdiri dari paduan warna orange, putih dan hitam.


Saya suka gemes kalau lihat kucing, apa pun jenisnya saya suka semua jenis kucing. Saya iseng minta ke Ibu-ibu warung yang punya kucing-kucing lucu itu, saya di kasih tapi ditentuin, saya. di kasih kucing yang berwarna sedikit keabu-abuan. Awalnya saya mau minta yang orange karena kucingnya begitu lucu dan menggemaskan. Namun kata Ibu itu kucing-kucing yang lain sudah ada yang nandain termasuk anak kedua Ibu warung itu.


Akhirnya Abu saya ambil, tentunya saya minta izin pada Induknya, waktu itu saya berkata seperti ini pada induknya " Meng, maaf ya, saya ambil anak mu satu, ridha kan ya meng."
Induknya kala itu hanya menatapku pasrah dan sedikit kata yang di ungkapkannya yaitu" meong."


Kenapa saya harus izin terlebih dahulu pada Induknya untuk mengambil Abu?, karena memang seperti itu lah etikanya, Ibu saya yang pernah bilang kata Ibu ku:" Meskipun pada hewan kita tetap harus meminta izin jika mau mengambil haknya termasuk anaknya."
Itu ternyata memang benar, pernah kaka saya beberapa kali mengambil kucing dari rumah saudara, tapi tidak izin pada Induknya dan apa yang terjadi, kucing yang di bawa itu murung, sakit-sakitan dan akhirnya mati. Kejadian semacam itu bukan terjadi sekali atau dua kali tapi terjadi beberapa kali.


Abu saya ambil akhir tahun 2014, saya rawat Abu, saya ajak main Abu, pokoknya tiada hari tanpa Abu kucingku. Abu itu punya kebiasaan aneh lain dari kucing yang lainnya.
Kucing yang lain jika habis pup biasanya (baca:maaf) dijilatin kalau Abu, dia angkat ekornya yang panjang terus dia ngesot. Saya pun tertawa geli melihatnya, kenapa Abu ngesot seperti itu apakah dia jijik dengan bekas pup nya sendiri sehingga dia ngesot supaya bekas pup nya bersih di lapin ke pasir atau ke tanah.


Baru kali itu saja saya punya kucing bertingkah seperti itu. Tadinya mau di video tapi karena kejadiannya suka dadakan jadi belum sempat saya mengambil hp, Abu nya sudah selsai ngesot.


Kesukaan Abu adalah ikan pindang, kalau selain itu Abu tidak mau makan. Jajanan kesukaan Abu pilus garuda, snack jagung sama pangpang/snack yang gambarnya pokemon.
Setiap pagi, siang dan malam Abu pasti mengeong minta di beliin jajanan kesukaannya. Abu lari ke depan, sambil mengeong matanya menuju ke jajanan kesukaannya. Kalau belum di kasih Abu tidak akan berhenti mengeong dan akan terus mengejar-ngejar kemanapun saya pergi.


Tahun 2016 saya harus pergi meninggalkan Abu, sedih jelas karena saya sudah hampir satu tahun hidup dengan Abu. Berat rasanya untuk meninggalkan rumah, bukan karena apa-apa tapi saya tidak tega meninggalkan Abu.
Baru dua bulan saya meninggalkan Abu, saya sudah rindu, akhir nya saya pulang dulu, dan kalian tahu apa yang saya dapati ketika pulang?
Abu kucingku sedang duduk di dalam roda kaca depan warung yang tepat ada di depan rumahku. Ketika saya menyebrang jalan, Abu langsung menyapa dan lari mengejar saya ke rumah.


Abu seperti seorang anak kecil, dia minta oleh-oleh, dia mengeong-ngeong sambil mengendus-ngendus barang yang saya bawa.
Memang kebiasaan, sebelum saya pergi ke Bandung, kalai saya pulang ngajar, atau bepergian maka selain saya membawakan oleh-oleh buat ponakan saya, saya pun membelikan oleh-oleh buat kucingku. Oleh-oleh nya buat Abu paling ayam krispy sepotong atau sate usus.


Di Rumah saya paling cuma beberapa hari, saya pun kembali lagi ke Bandung. Selama 6 bulan saya di Bandung saya sudah tiga kali pulang dan bisa bermain dengan Abu.
Dari Bandung saya harus hijrah lagi menuju kota hujan yaitu kota Bogor. Di Bogor saya bertahan cukup lama untuk tidak pulang. Setelah 6 bulan di Bogor barulah saya pulang dulu ke Rumah, seperti biasa saya mendapati Abu duduk di roda kaca di warung depan rumah. Kali ini ada yang berbeda, sepertinya Abu sedikit lupa pada saya, mungkin karena cukup lama saya tidak pulang. Abu hanya menatapku ketika saya berkumpul dengan keluarga. Namun ada yang aneh ketika saya duduk memangku keponakan saya, Abu menatap tajam pada saya, Abu terlihat marah dan iri.


Saya ambil Abu dan menggendongnya, dan benar saja baru lah dia bersuara, dan kembali mengejar-ngejar saya.
Kepulangan saya kali ini pun sedikit mengejutkan, saya dapat laporan dari kaka dan Ibi saya, kalau Abu selama saya pergi jadi nakal, suka berantem sama kucing tetangga, suka pup sembarangan dan sering sakit.
Saya kaget, saya merasa bersalah, saya berpikir, mungkin Abu marah karena saya meninggalkannya. Anehnya selama saya di rumah Abu jarang keluar, tidak berantem dan tidak pup sembarangan.


Saya jadi benar-benar merasa bersalah, karena ketika saya ada di dekat Abu, Abu pun bisa di atur, bahkan yang tadinya tidak makan karena sakit tapi pas saya pulang, sayat rawat dan Abu pun sembuh dan mau makan lagi.
Ibu dan kakak saya pun terheran-heran karena baru pertama kali memiliki kucing super aneh seperti Abu. Kata Ibu semenjak saya di Bogor, Ibu lah yang jadi sasaran Abu, setiap pagi Abu selalu mengeong mengejar-ngejar Ibu untuk minta jajan. Saya pun hanya dua minggu di rumah menani Abu.


Saya pun kembali lagi ke Bogor, dan setelah tiga bulan di Bogor lalu pada bulan Maret saya pun kembali pulang. Namun ada yang aneh ketika saya pulang tidak saya temukan Abu di Roda kaca itu, tidak juga mengeong mengejar dan memburu oleh-oleh dari saya.
Lalu saya segera menjawaban pada Ibu dan Kakak saya. Kakak saya bilang Abu sudah mati dan saat itu jleb, rasanya saya ingin nangis.


Saya sedikit emosi, dan bertanya kenapa saya tidak diberitahu lewat sms atau tlp. Kakak saya terheran karena Kakak saya merasa telah memberikan kabar pada saya. Namun mungkin sms nya tidak sampai pada saya.
Kakak saya pun menceritakan prihal kematian Abu, Abu sejak saya kembali meninggalkan Abu, Abu kembali marah, dia kembali pup sembarangan, kembali sering berantem, dan sering sakit-sakitan lagi.


Terakhir Abu lari ke jalan raya, kemungkinan mengejar sesuatu, saat Abu mau menyebrang tiba-tiba ada mobil dan Abu tidak jadi menyebrang, tapi Abu mengeong keras dan lari entah kemana.


Dua hari setelah kejadian itu Abu menghilang, Abu tidak pulang ke Rumah. Keesokan hari nya sepupu saya menemukannya sudah jadi bangkai, terkulai lemas di atas pot bunga di belakang rumahnya.
Ya itulah akhir hidup Abu. Kata Kaka saya kemungkinan Abu Jantungan saat mau tertabrak. Memang Abu itu kucing yang suka kagetan kalau mendengar suara-suara yang keras.

Abu itu Kucing peranakan kucing kampung dan kucing Anggora. Dan Saya merasa bersalah karena Abu sudah saya ambil dari induknya tapu saya malah meninggalkannya pergi-pergi. Saya merasa bersalah karena Abu lah kucing pertama yang berani saya tinggalkan. Sepanjang sejarah hidup saya saat saya punya kucing saya tidak pernah meninggalkan jauh kucing-kucing saya.
Abu maaf kan Tuan mu ini😐


#30Dwc_jilid7_Squad4
#Hari_ke22
#Menulislah dengan hati
#ig: @nurie_nafilah
#fb: Lembayung Senja
#Nurheti Nurie Nafialh
#Bogor_26Juli2017

Rabu, 26 Juli 2017

#Mc Picisan#


#Mc Picisan#
Saya adalah kaum hawa yang terlahir di sebuah kota kecil di negara Indonesia ini. Saya lulus SMA menjadi pejabat alias pengangguran jawa barat, selama satu tahun saya bosan dengan hidup terkurung di rumah tanpa aroma kehidupan luar.


Terlebih saat itu usia ku baru 18 tahun, bisa anda bayangkan betapa membosankannya hidupku saat itu. Usia 18 an itu adalah masa-masa dimana anak-anak manusia baik kaum Adam maupun kaum Hawa sedang mengalami masa-masa transisi, perubahan dari remaja menuju dewasa.


Demikian juga dengan saya, saat itu saya mengalami masa itu, masa di mana merasa butuh teman, merasa ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan sendiri, mulai merasa tidak enak dengan orang tua dan lain sebagainya. Saat-saat seperti itu mau tidak mau ternyata membuatku tertekan juga he. Tapi sudahlah itu kan masa lalu.


Setelah satu tahun saya menjadi "pejabat" akhirnya saya ditakdirkan untuk kuliah, meskipun jujur jurusan yang diambil tidak seiya sekata dengan hati waktu itu. Tapi lama-lama saya merasakan ada banyak manfaat karena mengambil jurusan PAI (Pendidikyan Agama Islam) itu.
Saya mengambil kelas karyawan supaya saya bisa mengajar di hari-hari yang lain.


Yang ingin saya ceritakan bukan tentang kuliah saya tapi pengalaman pertama saat saya menjadi Mc. Saat itu adalah Hari kelulusan anak-anak Tk, Anak-anak saat itu menggunakan baju khas yaitu baju bawahan berwarna hijau muda dan atasannya baju kemeja warna krem. Anak-anak berpakaian dengan rapi dan kemudian baju nya di rangkap dengan menggunakan baju wisuda.
Anak-anak terlihat ceria. Mereka duduk rapi ala anak-anak TK tentu tidak serapi anak-anak Mahasiswa he.
Mereka duduk di depan sebelah kanan saya, dan tepat di hadapan saya adalah wali dari anak-anak itu.


Saat itulah pengalaman pertamaku menjadi Mc, Saya buka acara seperti biasa dengan do'a tidak lupa sebelum memulai saya mengucapkan salam, acara- demi acara saya bacakan, di tengah- tengah acara saya juga sempat memberikan simulasi pada wali anak-anak dengan mengajak wali santri berdiri dan mengikuti gerakan tangan saya untuk latihan konsentrasi. Lama-lama acara begitu terasa membosankan dan akhirnya Kepala sekolah memintaku untuk bergeser dan Beliau lah yang melanjutkan jadi Mc tapi saya tetap ikut mendampingi di depan.


Pengalaman pertamaku itu membuatku malu tapi justru karena itu di dalam hati ini malah semakin membara, ada rasa ingin bisa berbicara di depan banyak orang.
Saya suka terkesima saat melihat orang-orang yang pandai berbicara, saya terkagum-kagum ketika orang mampu berbicara di depan banyak orang dan mampu menguasai audiens dengan baik.


Sementara saya ini adalah seorang pemalu, bahkan di kelas pun waktu sekolah hampir bisa dikatakan kalau saya tidak pernah mengacungkan tangan untuk bertanya. Bukan karena saya faham dengan materi tapi karena saya bingung mau menanyakan apa dan karena saya malu sehingga saya memilih untuk tetap diam.


Kekaguman saya pada orang-orang hebat yang bisa berbicara di depan banyak orang menjadi insfirasi untuk saya supaya bisa berbicara di depan umum.


Di sekolah tempat saya mengajar tiap satu semester ada pembagian raport dan acara akhir semester itu biasanya diadakan acara semacam perpisahan. Maka saya pun dengan modal nekad suka di jadikan Mc. Bukan karena saya bisa tapi karena tidak ada yang lain hehehehe. Jujur saat-saat seperti itu saya suka gugup dan bingung mau berkata-kata apa. Kringat dingin pun pernah bercucur bahkan sering sekali mendapingiku saat menjadi Mc.


Rasa takut, rasa malu, salah tingkah, bergetar saat bicara itu semua tidak menjadi penghalang bagi saya untuk terus mencoba berbicara di depan banyak orang. Tiap akhir semester yang awalnya saya hindari karena takut di suruh jadi Mc akhirnya saya nikmati dan saya justru senang jika disuruh jadi Mc.


Hampir tiap kali akhir semester saya menjadi Mc atau saya menjadi perwakilan dari sekolah untuk menyampaikan prakata saat perpisahan. Saya manfaatkan moment-moment semacam itu untuk mengasah kemampuan saya dalam berkomunikasi. Jika yang lain prakata itu hanya cukup 10 atau 15 menit, tapi jika saya yang menyampaikan bisa jadi 1 jam. Pernah saya minta maaf pada Kepala Sekolah karena tingkah saya itu, namun Kepala Sekolah malah mengatakan ini:


"Tidak apa-apa, anggap saja itu sebagai Stadium General." Ya Beliau bilang seperti itu.
Memang yang saya sampaikan pun saat perpisahan khusus Sekolah PAUD itu, materi nya tidak jauh-jauh dari dunia parenting. Karena dunia parenting itu unik dan menyenangkan makanya dulu saya rajin membaca buku-buku nya sehingga saya pun berani menyampaikan ilmu yang saya dapat kepada orang tua anak-anak PAUD.


Pernah juga saya jadi Mc di acara Gugus Paud yang pesertanya tentu saja pahlawan-pahlawan PAUD yaitu Ibu Guru PAUD, namun saat itu saya kurang menguasai peserta sehingga acara terkesan garing dan membosankan.
Saat ini saya sudah tidak lagi menjadi guru PAUD tapi saya masih tetap berkutik disekitar dunia anak.


Di sini pun saya demikian suka di jadikan sebagai Mc, bukan masalah saya bisa jadi Mc namun mungkin orang-orang di sini belum menampakan bakat-bakat terpendamnya he he.
Saya mau jadi Mc karena saya ingin belajar, karena saya tidak bisa berbicara di depan orang banyak, namun sekarang dengan seringnya saya jadi Mc, rasa gugup, bergetar, malu itu sudah bisa berkurang dan bisa di atasi meskipun memang belum sempurna.


Salah itu biasa, kenapa kita takut salah kalau untuk menuju sebuah perbaikan, tidak ada yang instan semua butuh proses, jadi akan saya nikmati saja semuanya. Salah-salah kata saat berbicara itu sering terjadi tapi ya begitu lah belajar.


Pertama jadi Mc di PAUD lah yang membuatku menjadi berani bicara di depan banyak orang, meskipun masih tetap banyak salah sampai sekarang tapi saya berusaha untuk tetap bicara di depan orang lain. Saya nikmati semua prosesnya.


Dengan pengalaman saya jadi Mc picisan itu, membuat saya semakin tertarik untuk mengikuti seminar-seminar. Bagi saya dengan mengikuti seminar-seminar itu melatih kita untuk memilih kata yang tepat, bagaimana belajar menguasai audiens, belajar bagaimana menghidupkan suasana supaya tidak membosankan.


Saya semakin tertarik untuk bisa bicara di depan orang lain, ketika saya bergabung dengan komunitas. Dalam kegiatan komunitas itu biasanya ada Mc handalan, ada pemateri-pemateri keren dan berkualitas. Nah itu semua menjadi motifasi saya untuk terus belajar.
Ada banyak komunitas-komunitas positif yang bermanfaat, saya pun pernah bergabung dengan komunitas SHC( sms hikmah comunity) pada tahun 2010 sd 2012 komunitas ini sempat buming di mana-mana sampai keluar jawa. Membernya sudah mencapai ribuan. 


Ada komunitas Tahajud call, Sholat centre, HLC( Hilal leader cimunity) sampai sekarang nih HLC masih rame di Bandung. HLC ini di bawah kepengurusan Pimpinan pesantren Al-Hilal yaitu pondok pesantren Yatim Bandung yang terdiri dari beberapa cabang dan bekerja sama dengan Penerbit Jabal. Komunitas ini seru banget pokoknya dan insayaallah bermanfaat untuk kita juga untuk umat.


Lantaran ikut komunitas-komunitas itulah saya pun di pertemukan dengan pembicara-pembica hebat. Saya pernah bertemu dengan Aagym yang akhirnya saya jadi santri di pesantrennya dengan ikut diklat SSG (Santri Siap Guna). Dengan Ippho Santoso yang terkenal dengan buku 7 keajaiban mencari rezeki, Kang Dewa Prayoga yang terkenal dengan ilmu marketingnya, Kang Ikhsanul kamil yang terkenal dengan pemateri pra nikah nya, Teh fufu isteri Kang Ikhsan. Ustadz Salim A fillah, Ust Abu bakar Ba'asir, Ust Hanan Attaqi yang terkenal dengan sebutan Ustadz Gaul, cocok buat anak-anak muda. Pimpinan TDA (Tangan di Atas). Ust Bobi yang terkenal dengan pelopor menghapal al-qur'an semudah tersenyum. Ust Abu Sangkan yang terkenal dengan buku Sholat Khusu. Banyak lainnya pemateri-pemateri keren yang pernah saya temui karena perantara kumunitas.


Intinya saya akan tetap berbicara, saya akan terus belajar, suatu saat saya akan menjadi pembicara yang baik, insyaallah.


#30DWC_Jilid7_Squad4
#Hari_ke 21
#menulislah dengan hati
#ig: @nurie_nafilah
#fb: Lembayung Senja
#Nurheti Nurie Nafilah
#Bogor_25_Juli2017

Selasa, 25 Juli 2017

#Menjaga Lisan#

Mulut mu harimau mu, kenapa seperti itu?
Ya karena jika kita tidak bisa menjaga lisan kita maka dengan mudah orang tersakiti


Ketika kita tidak bisa menjaga lisan kita, maka siap-siaplah engkau dihampiri penyesalan
Satu kata yang terlontar dari lisan kita, jika baik maka akan menebar kemanfaatan bagi orang banyak


Tapi ketika kata yang terlontar dari lisan kita adalah kejelekan, maka celakalah kita dan yang mengikuti kata kita


Hati-hati dengan lisan mu, karena engkau tidak akan mungkin menarik kembali ucapan yang terlanjur terlontar


Hati- hati dengan lisan mu, baiknya kau berkata-kata yang baik karena akan ada kemanfaatan bagi yang lain di dalamnya


Hati-hati dengan lisanmu, baiknya kau diam jika kau tidak mampu mengatakan hal-hal yang baik


Hati-hati dengan lisan mu, jika kau tak mampu menjaganya maka lisanmu akan menjadi boomerang bagi dirimu sendiri


Jika kau tak mampu berbuat baik pada saudaramu, maka cukuplah engkau menjaga lisan terhadapnya


#30DWC_Jilid7_Squad4
#hari_ke20
#menulislah_dengan hati
#Fb: Lembayung senja
Blog:mutiarahikmahkita.blogspot.com
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Bogor_25_Juli2017