Bismillah
Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami mati, Sebagaimana Firman Allah dalam Qs.Ali-imran ayat 185 yang artinya:" Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan balasan yang sempurna bagimu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam syurga, sungguh dia memperoleh kemenangan . Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya".
Dalam ayat diatas disebutkan bahwa yang mendapatkan kemenangan adalah orang yang dijauhkan dari neraka dan dimasukan kesyurga. Tentu saja untuk bisa masuk ke syurga itu ada peroses yang harus kita jalani yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Selama kita hidup didunia maka itulah proses yang akan kita jalani untuk mempersiapkan bekal kelak saat maut menjemput kita. Bekal yang harus kita siapkan adalah berupa amalan-amalan kebaikan seperti sholat tepat waktu, menjalankan puasa wajib juga sunnah, melakukan sholat-sholat sunnah, senantiasa berdzikir, berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik pada sesama, membaca ayat-ayat Allah serta merenungi artinya,yang pasti inti dari persiapan bekal kita adalah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Sehingga kita siap ketika kelak maut menjemput kita. Sering kita mendengar ketika orang-orang ditanya tentang kematian maka kebanyakan jawabannya sama yaitu mereka belum siap.
Kadang disini saya merasa heran katanya mau bertemu Allah dan mau masuk syurga tapi ketika ditanya kematian pasti jawabannya belum siap, padahal syarat bertemu Allah dan masuk syurga itu harus melalui proses kematian.
Bukan saya tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti tentang jawaban "belum siap" yang dilontarkan kebanyakan orang. Namun jika memang kita belum siap kenapa kita tidak mempersiapkannya dari sekarang bukankah kematian itu datang tiba-tiba tidak mengenal usia, pangkat, dan jabatan?
Jika kematian itu datang maka tidak ada satu orangpun yang mampu menghalanginya firman Allah dalam Qs. Al-a'raf ayat 34 yang artinya:" Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu, maka apabila datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya".
Tugas kita sebagai hamba Allah adalah taat pada-Nya, insyaallah ketaatan itu akan mendatangkan kebaikan dan kebaikan itu insyaallah akan menjadi jalan bagi kita kelak mati dalam keadaan khusnul khotimah.aamiin.
Yang akan menjelaskan siapa kita adalah akhir dari kehidupan kita, jika kita mati dalam keadaan khusnul khotimah maka insyaallah syurga menanti namun jika akhir dari kehidupan kita adalah suul khotimah maka neraka lah yang akan menanti( naudzubillah).
Sebagai bukti banyak kisah tentang akhir kehidupan yang tidak kita sangka seperti kisah yang sangat fenomenal yaitu kisah seorang sahabat yang membunuh 99 orang, karena dia bertobat dan perjalanannya menuju tobat lebih banyak maka sahabat itu ketika meninggal dinyatakan khusnul khotimah dan masuk syurga karena kematiannya terjadi saat dia sudah bertobat.
Ada pula kisah yang sangat menyedihkan yaitu kisah tentang seorang pemuda yang sholeh dan hapal 30 juz namun ia meninggal dalam keadaan suul khotimah disebabkan ia memilih murtad demi cintanya pada seorang wanita, semua hapalannya hilang yang diingatnya hanya beberapa ayat tentang adzab. Naudzubillah.
Mempersiapkan bekal adalah salah satu cara supaya kita bisa siap saat menghadapi kematian.
#30DWC_jilid7_Squad4
#Hari_ke7
#menulis_dengan_hati_tanpa takut_dicaci_dan_siap_untuk_dkritik
#IG:@nurie_nafilah
#fb:Lembayung senja
#Tweeter: @nurie_nafilah
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
#nuheti nurie nafilah
#12_Juli2017
Rabu, 12 Juli 2017
Selasa, 11 Juli 2017
#Cermin#
Di sepanjang jalan aku tatapi semua indah cipataan-Nya, pohon-pohon yang entah kapan ditumbuhkan hingga sekarang yang aku tahu pohon-pohon itu sudah tumbuh besar dan kokoh.
Rerumputan yang tak pernah menyerah merambatkan harapannya untuk terus menelusuri jalan-jalan kecil. Gunung-gunung yang megah dan gagah terlihat begitu mengagumkan. Awan yang bergumpal menaungi jiwa-jiwa yang lelah.
Langit yang terhampar tanpa tiang begitu indah seakan ingin aku berada di sana. Bumi yang ku pijaki terhampar pula berikan kesempatan untuk berlari. Subhanallah wallahu akbar walhamdulillah aku masih bisa menikmati keindahan ciptaan-Nya.
"Neng, neng ongkosnya", tiba-tiba seorang laki-laki membuyarkan pikiran Dinda. "Oh iy, ini bang" kata dinda setelah Dinda mengambil uang sebesar Rp.5.000 dari kantong tas yang ada di pangkuannya.
Setelah Pak kendektur beralih menagih ongkos pada penumpang yang lain, kembali Dinda menatapi pemandangan yang ada diluar mobil. Penglihatan Dinda masih tertuju pada keindahan ciptaan-Nya. Perjalanan Dinda yang cukup jauh mengharuskannya duduk di pinggir jelndela di barisan kursi kedua dari jok Pak sopir di depan sana, posisi duduk itu memberikan kesempatan Dinda untuk melihat pemandangan yang maha indah dan itulah alam semesta.
Dinda pun tak luput untuk mengucapkan rasa syukurnya pada Sang Pencipta. "Dialah Yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna dalam semua ciptaan-Nya" ucap Dinda lirih.
Sedang asyiknya Dinda melihat gunung-gunung yang mulai menghilang ditelan kabut-kabut senja lalu Dinda pun mengalihkan pandangannya pada langit yang mulai gelap namun dalam gelap itu menampakan keindahan dengan hadirnya lembayung senja.
"Indah sekali layung itu" kata Dinda tapi Dinda segera menunduk mengalihkan pandangannya pada pangkuannya karena ingat pepatah tua yang diucapkan Ibunya tempo hari" neng tong lila-lila teing nempo layung teh bisi ruksak mata" ( istilah bahasa sunda yang artinya: "Neng jangan terlalu lama melihat lembatung karena akan merusak mata.")
Hmmm....dikerutkannya dahi Dinda "emang bener gitu kata mamah kalau lembayung akan membuat mata kita rusak kalau dipandangi terus?" ucap Dinda bertanya-tanya pada hatinya. Ah mamah mah aya aya wae(istilah bahasa sunda yang artinya:"Ah mamah ada-saja"). Dinda senyum-senyum sendiri ingat nasihat Ibunya itu. Dinda tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain saat itu ketika melihat Dinda senyum-senyum sendiri gak jelas. Ah peduli amat pikir Dinda toh aku tidak nyusahain kalian hehehehe tertawa Dinda dalam hati.
Daripada mikirin yang tidak-tidak mendingan lihat pemandangan lagi ah hati Dinda berbisik. Dinda pun kembali memanjakan matanya dengan pemandangan yang masih terlihat, mungkin kurang dari satu jam lagi pemandangan itu akan ditelan gelap karena waktu itu menunjukan pukul 17.20.
Remang-remang dari kejauhan di depan sana Dinda melihat mobil besar yang mengangkut kayu, semakin dekat dan mendekat. Ketika mobil yang di tumpanginya akan berpapasan dengan mobil besar tadi, tiba-tiba dari sebelah kanan mobil besar pengangkut kayu itu ada motor dengan kecepatan super kencang.
Pak sopir terlihat begitu panik dan dengan kepanikan Pak sopir itu tidak pikir panjang tidak melihat kanan dan kiri. Pak sopir pun lupa kalau disebelah kiri mobil yang ditumpanginya adalah jurang yang curam. Kemudian Pak sopir berusaha menghindarkan mobil yang Ia kendalikan dari kecelakaan.
praaaang benturan keras menggulingkan mobil yang Dinda tumpangi. Maksud menghindar tapi ternyata malah petaka yang terjadi. Mobil yang Dinda tumpangi jatuh kejurang yang curam.
Keanehan memenuhi pikiran Dinda yang kalut. Dilihatnya Pak sopir yang berlumuran darah karena tertimpa kaca, begitupun dengan orang yang duduk di depan dekat pak sopir mereka juga berlumuran darah. Dinda melirik ke arah kirinya melihat teman yang duduk satu kursi dengannya Dinda kaget bukan kepalang karena dilihatnya teman satu kursinya itu penuh darah tanpa tangan karena patah tertimpa besi. Inalillahi, astagfirullah ucap Dinda berkali-kali Dinda pun mulai ketakutan dan menangis.
Dilihatnya lagi jok belakang yang kiri sudah hancur berantakan." Tidaaaaak " Dinda berteriak sekeras mungkin. Dinda berusaha keluar dari himpitan jok yang runtuh dan himpitan manusia-manusia yang tidak bernyawa. Usaha Dinda tidak sia-sia akhirnya Dinda bisa keluar dari himpitan ketakutan dan kepedihan yang Dinda rasakan.
Dinda beristigfar terus menerus, Dinda menengok ke sekeliling tidak ada rumah penduduk yang ada hanya rumput-rumput liar yang mengitari pohon-pohon besar. Dinda pun hanya bisa menangis tersedu menyadari keberadaannya.
"Ya Allah, mereka semua sudah meninggal" teriak Dinda berharap ada yang mendengar teriakannya.
Dinda lemas seakan seluruh persendian tulangnya telah hilang bersama orang-orang yang tidak bernyawa itu. " Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi benarkah mereka semua sudah tidak bernyawa? lalu apa maksud-Mu menyelamatkan akusendiri ditempat yang tidak ada seorangpun mampu menolingku disini,kenapa engkau tidak ambil nyawaku juga?". Dalam tangis Dinda murka sambil berteriak sejadi-jadinya. Dinda mencoba bertanya dan marah karena merasa Allah adil pada Dinda.
Dinda terdiam, hatinya bertanya" marah?, apa aku berhak untuk marah pada keputusan dan taqdir -Mu?, Ya Allah ampuni aku,tapi kenapa mobil yang begitu hancur dan mengakibatkan semua para penumpang meninggal tapi kenapa akubtidak sedikitpun terluka?.
Dinda mulai kebingungan dengan apa yang dialaminya, Dinda tidak bisa berbuat apa-apa Dinda hanya duduk lemas menghadapi mobil yang penuh sesak dengan manusia yang tak bernyawa. Dinda menangis,semakin lama isak tangisnya semakin keras, Dinda tertunduk memeluk lututnya.
"Ya Allah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, apakah aku akan kembali kerumah atau aku akan ikut mati di sini diterkam binatang buas" pikiran Dinda mulai ngawur penuh keputusasaan.
Dikesunyian hutan rimba itu Dinda memohon", Ya Allah Engkaulah pemilik jagat raya ini, Engkau Maha Berkehendak, tolonglah aku, tolong aku Ya Allah" Dinda merasa tidak berdaya.
Sunyi tak ada sebuah kata-kata, tiba-tiba "neng, neng" Dinda aneh dengan auara itu tapi hatinya gembira. Dinda yang tertunduk belum berani mengangkat kepalanya, Dinda hanya berpikir Allah telah berikan pertolongan untukku. Tapi kemudian keputusasaan kembali mendatanginya " ah tapi mana mungkin dihutan seperti ini ada manusia bukankah mereka semua sudah tidak bernyawa?" gumam Dinda merasa tidaknpercaya.
"Neng, neng" suara itu semakin jelas, Dinda berusaha mengabaikan suara itu dan tetap menundukan kepalanya,"ah,itu cuma halusinasi" gumam dinda lagi.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Dinda kaget dengan suara adzan yang terlantun. Benarkah suara adzan itu?, semakin lama semakin jelas, iya itu suara adzan kalau suara tadi mungkin saja halusinasi masa sekarang suara adzan halusinasi juga " hati dinda berkecamuk penuh tanda tanya.
"Neng, neng, Dinda kaget "lagi-lagi suara itu" kata Dinda. Dinda bangun dari tunduknya dan berusaha menoleh menuju arah suara yang didengarnya. Ketika Dinda menoleh Dinda sangat kaget, Dinda melirik ke Pak sopir yang baik-baik saja lalu Dinda mengalihkan pandangannya kesekeliling tidak ada seorangpun. "Nyari apa neng" ucap seseorang didepannya membuyarkan keanehan yang dirasakan Dinda.
Sambil garuk-garuk kepala Dinda mencoba mencari tahu tentang orang-orang yang sudah menghilang itu. " Hmmm...Bang pada kemana orang-orang ko mobil kosong? " tanya Dinda. Eh ari si neng, mereka dari tadi sudah pada turun, lagian dari tadi neng dibangunin tidak bangun-bangun" ujar seorang laki-laki." Eh neng capek ya pulang dari kampus sampai ketiduran begitu nyenyaknya di mobil" tambah laki-laki itu bertanya pada Dinda.
Tidur? ucap Dinda Heran sambil memandangi laki-laki yang ada dihadapannya tapi Dinda segera menepis rasa herannya, "ah sudahlah" kata Dinda dan segera turun dari mobil tidak lupa mengucapkan terimakasih pada laki-laki yang membangunkannya, laki-laki itu tidak lain tidak bukan adalah Abang kendektur.
"Makasih ya Bang" ucap Dinda sambil beranjak turun dari mobil, "Iya neng sma-sama" jawab kendektur itu.
Dilihatnya langit sudah tidak ada lagi lembayung senja yang ada hanyalah gelap. Terdengar kumandang adzan, orang-orang yang biasanya ramai ditempatbitu kini mulai sepi dan jongko-jongko pun sudah banyak yang tutup.
Dinda baru sampai terminal hmmm Dinda menghelakan nafas masih merasa aneh dengan apa yang tadi dialaminya.Ah sudahlah lagi-lagi Dinda menepis rasa aneh utu dan menunda pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenaknya. Pokoknya Dinda saat ini ingin pulang bisik hati Dinda dan dengan cepat-cepat Dinda mencari kendaraan, Dinda pun bersyukur karena masih ada angkot untuk menuju kerumahnya. Biasanya selepas magrib angkot sudah raib dan biasanya dengan terpaksa Dinda kalau tidak ada angkot harus naik ojeg, atau Dinda minta dijemput.
"Alhamdulillah Allah menolongku" ucap Dinda dalam hati dengan segera beranjak naik masuk angkot yang akan segera melaju. Sesampainya dirumah tidak lupa Dinda mengucap salam dan masuk kedalam rumah, tasnya disimpan diatas kursi dan Dinda segera bergegas untuk mengambil air wudhu.
Selsai Sholat magrib kembali Dinda teringat pengalamannya tadi saat diperjalanan pulang dari kampus. Segera Dinda memohon ampun pada Yang Maha Mengetahui dengan segala apa yang terjadi dan Dialah Allah.
Ditatapnya cermin didepannya nampak sesosok perempuan yang sedang memukirkan sesuatu. Dinda menatap ujung pinggir cermin disana ada tulisan berbahasa arab beserta artinya yaitu:" Allahumma kamaa hasanta khalqi pahassin khuluqi" yang artinya:"Ya Allah sebagaimana engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah akhlaqku".
Dug, hati Dinda terasa sakit, nafasnya terasa berat, Dinda lemas ingat tentang kejadian kecelakaan yang menewaskan semua penumpangnya kecuali Dinda sendiri yang selamat. "Astagfirullah tadi itu begitu nyata padahal itu adalah mimpi " gumam Dinda. Entah apa yang dirasakan Dinda yang pasti sampai detik ini Dinda masih tidak percaya antara kenyataan dan mimpi, yang pasti Dinda merasakan itu begitu nyata dan begitu menakutkan, pikir Dinda sambil bergidig ngeri.
Dinda duduk ,berniat mau mbaca Al-qur'an sambil menunggu adzan isya tapi Dinda menangis teringat sebelum berangkat ke kampus Dinda dalam keadaan marah pada Ibunya dan Dinda berangkat tanpa pamit terlebih dahulu. Astagfirullah untuk kesekiankalinya Dinda beristigfar.
"Bagaimana kalau kejadian itu nyata tentu Dinda akan mati dalam keadaan dimurkai oleh Allah karena marah pada ibu" ucap Dinda sambil menangis dan mengelus dadanya yang terasa begitu sesak.
"Ya Allah,maafkan dosa-dosaku, terimakasih Engkau telah menegurku lewat mimpi itu, Ya Allah baguskanlah akhlaqku" do'a Dinda pada Allah. Dinda berjanji akan minta maaf pada Ibunya dan Dinda akan selalu berusaha menjaga perasaan Ibunya. Dinda akan berbakti dan membuatnya selalu tersenyum". Janji Dinda yang terucap dihadapan Allah.
#30DWC_jilid7_Squad4
#Hari_ke6
#menulislah dengan hati
#teruslah berkarya,jangan takut salah
#torehkanlah_jejak_fositif_lewat_buah_pikiranmu
#Ig:@nurie_nafilah
#Fb:Lembayung senja
#Tweeter:@nurie_nafilah
#Telegram:@nurie17
#blig: mutiarahikmahkita.blogspot.com
#by_nurheti_nurie_nafilah
#cikajang_11_juli2017
Rerumputan yang tak pernah menyerah merambatkan harapannya untuk terus menelusuri jalan-jalan kecil. Gunung-gunung yang megah dan gagah terlihat begitu mengagumkan. Awan yang bergumpal menaungi jiwa-jiwa yang lelah.
Langit yang terhampar tanpa tiang begitu indah seakan ingin aku berada di sana. Bumi yang ku pijaki terhampar pula berikan kesempatan untuk berlari. Subhanallah wallahu akbar walhamdulillah aku masih bisa menikmati keindahan ciptaan-Nya.
"Neng, neng ongkosnya", tiba-tiba seorang laki-laki membuyarkan pikiran Dinda. "Oh iy, ini bang" kata dinda setelah Dinda mengambil uang sebesar Rp.5.000 dari kantong tas yang ada di pangkuannya.
Setelah Pak kendektur beralih menagih ongkos pada penumpang yang lain, kembali Dinda menatapi pemandangan yang ada diluar mobil. Penglihatan Dinda masih tertuju pada keindahan ciptaan-Nya. Perjalanan Dinda yang cukup jauh mengharuskannya duduk di pinggir jelndela di barisan kursi kedua dari jok Pak sopir di depan sana, posisi duduk itu memberikan kesempatan Dinda untuk melihat pemandangan yang maha indah dan itulah alam semesta.
Dinda pun tak luput untuk mengucapkan rasa syukurnya pada Sang Pencipta. "Dialah Yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna dalam semua ciptaan-Nya" ucap Dinda lirih.
Sedang asyiknya Dinda melihat gunung-gunung yang mulai menghilang ditelan kabut-kabut senja lalu Dinda pun mengalihkan pandangannya pada langit yang mulai gelap namun dalam gelap itu menampakan keindahan dengan hadirnya lembayung senja.
"Indah sekali layung itu" kata Dinda tapi Dinda segera menunduk mengalihkan pandangannya pada pangkuannya karena ingat pepatah tua yang diucapkan Ibunya tempo hari" neng tong lila-lila teing nempo layung teh bisi ruksak mata" ( istilah bahasa sunda yang artinya: "Neng jangan terlalu lama melihat lembatung karena akan merusak mata.")
Hmmm....dikerutkannya dahi Dinda "emang bener gitu kata mamah kalau lembayung akan membuat mata kita rusak kalau dipandangi terus?" ucap Dinda bertanya-tanya pada hatinya. Ah mamah mah aya aya wae(istilah bahasa sunda yang artinya:"Ah mamah ada-saja"). Dinda senyum-senyum sendiri ingat nasihat Ibunya itu. Dinda tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain saat itu ketika melihat Dinda senyum-senyum sendiri gak jelas. Ah peduli amat pikir Dinda toh aku tidak nyusahain kalian hehehehe tertawa Dinda dalam hati.
Daripada mikirin yang tidak-tidak mendingan lihat pemandangan lagi ah hati Dinda berbisik. Dinda pun kembali memanjakan matanya dengan pemandangan yang masih terlihat, mungkin kurang dari satu jam lagi pemandangan itu akan ditelan gelap karena waktu itu menunjukan pukul 17.20.
Remang-remang dari kejauhan di depan sana Dinda melihat mobil besar yang mengangkut kayu, semakin dekat dan mendekat. Ketika mobil yang di tumpanginya akan berpapasan dengan mobil besar tadi, tiba-tiba dari sebelah kanan mobil besar pengangkut kayu itu ada motor dengan kecepatan super kencang.
Pak sopir terlihat begitu panik dan dengan kepanikan Pak sopir itu tidak pikir panjang tidak melihat kanan dan kiri. Pak sopir pun lupa kalau disebelah kiri mobil yang ditumpanginya adalah jurang yang curam. Kemudian Pak sopir berusaha menghindarkan mobil yang Ia kendalikan dari kecelakaan.
praaaang benturan keras menggulingkan mobil yang Dinda tumpangi. Maksud menghindar tapi ternyata malah petaka yang terjadi. Mobil yang Dinda tumpangi jatuh kejurang yang curam.
Keanehan memenuhi pikiran Dinda yang kalut. Dilihatnya Pak sopir yang berlumuran darah karena tertimpa kaca, begitupun dengan orang yang duduk di depan dekat pak sopir mereka juga berlumuran darah. Dinda melirik ke arah kirinya melihat teman yang duduk satu kursi dengannya Dinda kaget bukan kepalang karena dilihatnya teman satu kursinya itu penuh darah tanpa tangan karena patah tertimpa besi. Inalillahi, astagfirullah ucap Dinda berkali-kali Dinda pun mulai ketakutan dan menangis.
Dilihatnya lagi jok belakang yang kiri sudah hancur berantakan." Tidaaaaak " Dinda berteriak sekeras mungkin. Dinda berusaha keluar dari himpitan jok yang runtuh dan himpitan manusia-manusia yang tidak bernyawa. Usaha Dinda tidak sia-sia akhirnya Dinda bisa keluar dari himpitan ketakutan dan kepedihan yang Dinda rasakan.
Dinda beristigfar terus menerus, Dinda menengok ke sekeliling tidak ada rumah penduduk yang ada hanya rumput-rumput liar yang mengitari pohon-pohon besar. Dinda pun hanya bisa menangis tersedu menyadari keberadaannya.
"Ya Allah, mereka semua sudah meninggal" teriak Dinda berharap ada yang mendengar teriakannya.
Dinda lemas seakan seluruh persendian tulangnya telah hilang bersama orang-orang yang tidak bernyawa itu. " Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi benarkah mereka semua sudah tidak bernyawa? lalu apa maksud-Mu menyelamatkan akusendiri ditempat yang tidak ada seorangpun mampu menolingku disini,kenapa engkau tidak ambil nyawaku juga?". Dalam tangis Dinda murka sambil berteriak sejadi-jadinya. Dinda mencoba bertanya dan marah karena merasa Allah adil pada Dinda.
Dinda terdiam, hatinya bertanya" marah?, apa aku berhak untuk marah pada keputusan dan taqdir -Mu?, Ya Allah ampuni aku,tapi kenapa mobil yang begitu hancur dan mengakibatkan semua para penumpang meninggal tapi kenapa akubtidak sedikitpun terluka?.
Dinda mulai kebingungan dengan apa yang dialaminya, Dinda tidak bisa berbuat apa-apa Dinda hanya duduk lemas menghadapi mobil yang penuh sesak dengan manusia yang tak bernyawa. Dinda menangis,semakin lama isak tangisnya semakin keras, Dinda tertunduk memeluk lututnya.
"Ya Allah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini, apakah aku akan kembali kerumah atau aku akan ikut mati di sini diterkam binatang buas" pikiran Dinda mulai ngawur penuh keputusasaan.
Dikesunyian hutan rimba itu Dinda memohon", Ya Allah Engkaulah pemilik jagat raya ini, Engkau Maha Berkehendak, tolonglah aku, tolong aku Ya Allah" Dinda merasa tidak berdaya.
Sunyi tak ada sebuah kata-kata, tiba-tiba "neng, neng" Dinda aneh dengan auara itu tapi hatinya gembira. Dinda yang tertunduk belum berani mengangkat kepalanya, Dinda hanya berpikir Allah telah berikan pertolongan untukku. Tapi kemudian keputusasaan kembali mendatanginya " ah tapi mana mungkin dihutan seperti ini ada manusia bukankah mereka semua sudah tidak bernyawa?" gumam Dinda merasa tidaknpercaya.
"Neng, neng" suara itu semakin jelas, Dinda berusaha mengabaikan suara itu dan tetap menundukan kepalanya,"ah,itu cuma halusinasi" gumam dinda lagi.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Dinda kaget dengan suara adzan yang terlantun. Benarkah suara adzan itu?, semakin lama semakin jelas, iya itu suara adzan kalau suara tadi mungkin saja halusinasi masa sekarang suara adzan halusinasi juga " hati dinda berkecamuk penuh tanda tanya.
"Neng, neng, Dinda kaget "lagi-lagi suara itu" kata Dinda. Dinda bangun dari tunduknya dan berusaha menoleh menuju arah suara yang didengarnya. Ketika Dinda menoleh Dinda sangat kaget, Dinda melirik ke Pak sopir yang baik-baik saja lalu Dinda mengalihkan pandangannya kesekeliling tidak ada seorangpun. "Nyari apa neng" ucap seseorang didepannya membuyarkan keanehan yang dirasakan Dinda.
Sambil garuk-garuk kepala Dinda mencoba mencari tahu tentang orang-orang yang sudah menghilang itu. " Hmmm...Bang pada kemana orang-orang ko mobil kosong? " tanya Dinda. Eh ari si neng, mereka dari tadi sudah pada turun, lagian dari tadi neng dibangunin tidak bangun-bangun" ujar seorang laki-laki." Eh neng capek ya pulang dari kampus sampai ketiduran begitu nyenyaknya di mobil" tambah laki-laki itu bertanya pada Dinda.
Tidur? ucap Dinda Heran sambil memandangi laki-laki yang ada dihadapannya tapi Dinda segera menepis rasa herannya, "ah sudahlah" kata Dinda dan segera turun dari mobil tidak lupa mengucapkan terimakasih pada laki-laki yang membangunkannya, laki-laki itu tidak lain tidak bukan adalah Abang kendektur.
"Makasih ya Bang" ucap Dinda sambil beranjak turun dari mobil, "Iya neng sma-sama" jawab kendektur itu.
Dilihatnya langit sudah tidak ada lagi lembayung senja yang ada hanyalah gelap. Terdengar kumandang adzan, orang-orang yang biasanya ramai ditempatbitu kini mulai sepi dan jongko-jongko pun sudah banyak yang tutup.
Dinda baru sampai terminal hmmm Dinda menghelakan nafas masih merasa aneh dengan apa yang tadi dialaminya.Ah sudahlah lagi-lagi Dinda menepis rasa aneh utu dan menunda pertanyaan-pertanyaan yang ada dibenaknya. Pokoknya Dinda saat ini ingin pulang bisik hati Dinda dan dengan cepat-cepat Dinda mencari kendaraan, Dinda pun bersyukur karena masih ada angkot untuk menuju kerumahnya. Biasanya selepas magrib angkot sudah raib dan biasanya dengan terpaksa Dinda kalau tidak ada angkot harus naik ojeg, atau Dinda minta dijemput.
"Alhamdulillah Allah menolongku" ucap Dinda dalam hati dengan segera beranjak naik masuk angkot yang akan segera melaju. Sesampainya dirumah tidak lupa Dinda mengucap salam dan masuk kedalam rumah, tasnya disimpan diatas kursi dan Dinda segera bergegas untuk mengambil air wudhu.
Selsai Sholat magrib kembali Dinda teringat pengalamannya tadi saat diperjalanan pulang dari kampus. Segera Dinda memohon ampun pada Yang Maha Mengetahui dengan segala apa yang terjadi dan Dialah Allah.
Ditatapnya cermin didepannya nampak sesosok perempuan yang sedang memukirkan sesuatu. Dinda menatap ujung pinggir cermin disana ada tulisan berbahasa arab beserta artinya yaitu:" Allahumma kamaa hasanta khalqi pahassin khuluqi" yang artinya:"Ya Allah sebagaimana engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah akhlaqku".
Dug, hati Dinda terasa sakit, nafasnya terasa berat, Dinda lemas ingat tentang kejadian kecelakaan yang menewaskan semua penumpangnya kecuali Dinda sendiri yang selamat. "Astagfirullah tadi itu begitu nyata padahal itu adalah mimpi " gumam Dinda. Entah apa yang dirasakan Dinda yang pasti sampai detik ini Dinda masih tidak percaya antara kenyataan dan mimpi, yang pasti Dinda merasakan itu begitu nyata dan begitu menakutkan, pikir Dinda sambil bergidig ngeri.
Dinda duduk ,berniat mau mbaca Al-qur'an sambil menunggu adzan isya tapi Dinda menangis teringat sebelum berangkat ke kampus Dinda dalam keadaan marah pada Ibunya dan Dinda berangkat tanpa pamit terlebih dahulu. Astagfirullah untuk kesekiankalinya Dinda beristigfar.
"Bagaimana kalau kejadian itu nyata tentu Dinda akan mati dalam keadaan dimurkai oleh Allah karena marah pada ibu" ucap Dinda sambil menangis dan mengelus dadanya yang terasa begitu sesak.
"Ya Allah,maafkan dosa-dosaku, terimakasih Engkau telah menegurku lewat mimpi itu, Ya Allah baguskanlah akhlaqku" do'a Dinda pada Allah. Dinda berjanji akan minta maaf pada Ibunya dan Dinda akan selalu berusaha menjaga perasaan Ibunya. Dinda akan berbakti dan membuatnya selalu tersenyum". Janji Dinda yang terucap dihadapan Allah.
#30DWC_jilid7_Squad4
#Hari_ke6
#menulislah dengan hati
#teruslah berkarya,jangan takut salah
#torehkanlah_jejak_fositif_lewat_buah_pikiranmu
#Ig:@nurie_nafilah
#Fb:Lembayung senja
#Tweeter:@nurie_nafilah
#Telegram:@nurie17
#blig: mutiarahikmahkita.blogspot.com
#by_nurheti_nurie_nafilah
#cikajang_11_juli2017
Senin, 10 Juli 2017
#Al-qur'an dan hati#
Bismillah
Adakalanya hati ini merasakan kegelisahan, gelisah yang tidak bisa digambarkan, untuk sekedar dituliskan saja begitu sulit apalagi untuk diutarakan.
Jangan khawatir karena agama Islam adalah agama yang sempurna rahmat bagi seluruh alam maka segala sesutu telah dijelaskan dan diatur didalamnya, termasuk masalah hati yang galau.
Hati yang galau itu butuh protein, kalau guru kita beliau sering mengatakan : " jika hati kita tidak tenang, gelisah dan lain- lain itu tandanya ada selain Allah dihati kita".
Obat hati yang galau adalah mengingat Allah sebagaimana disebutkan dalam Qs.Ar-ra'd ayat 28, yang artinya Allah berfirman :" Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram".
Hati kita tidak hanya pernah galau namun adakanya hati ini juga dipenuhi rasa marah, dendam, dengki, iri, benci dan lain sebagainya, semua itu merupakan penyakit hati. Adanya penyakit hati itu tentu saja membuat hidup kita tidak nyaman dan ketidaknyamanan itu otomatis membuat hidup kita jauh dari kebahagiaan.
Jangan khawatir krn Allah maha baik Allah telah menjanjikan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap racun pasti ada penawarnya, maka demikian juga dengan penyakit hati seperti diatas tentu saja Allah telah menciptakan obat yang manjur. Allah telah menurunkan al-qur'an sebagai obat sebagaimana tercantum dalam Qs.Yunus ayat 57 yang artinya Allah berfirman:"telah datang kepadamu pelajaran(alqur'an) dari Tuhanmu,penyembuh bagi penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman".
Dalam ayat dan Qur'an surat lain Allah berfirman:"Kami turunkan dari Al-qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman. Sedangkan bagi orang yang dzolim (Al-Qur'an) itu hanya menambah kerugian. (Qs.Al-Isra:82)
Hati galau, hati berpenyakit saja ada obatnya apalagi hati yang plin-plan /hati yang berbolak-balik tentu ada juga obatnya.
Hati kita itu kadang sehat kadang sakit sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya:" Sungguh hati anak adam (manusia) mudah berbolak-balik dari bejana apabila ia telah penuh dalam keadaan mendidih". (Hr.Ahmad)
Kita sendiri mungkin pernah merasakan bagaimana dan seperti apa yang dinamakan hati yang berbolak-balik. Mungkin sekarang mengatakan iya tapi beberapa menit kedepat mungkin mengatakan tidak, mungkin sekarang rajin sholat tepat waktu eh asoknya mungkin lalai.
Hal semacam itu disebabkan karena hati kita sedang tidak stabil atau jika hal itu terjadi bisa disebut karena kadar iman kita yang memang turun naik. Salah satu cara supaya hati kita teguh adalah berdo'a. Rasulullah mengakarkan do'a berikut: "Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ala diinik " artinya: Wahai zat yang membolak balikan hati tegihkanlah hatiku diatas agamaku. (Hr.Tirmidzi,Ahmad, Hakim dan dishohihkan oleh Adzahabi).
Dari ayat-ayat dan hadits diatas maka dapat disimpulkan bahwa salah satu obat hati adalah mengingat Allah dan Al-qur'an.
Mengingat Allah yaitu dengan berdikir, dengan mensyukuri segala karunia dan nikmat dari_Nya, dengan mentadaburi segala ciptaan_Nya.
Adapun Alqur'an bisa menjadi obat/penawar yaitu dengan cara
-membaca lapadz beserta artinya
-mempelajarinya
-memahaminya
-dan mengamalkannya
Selain itu kita juga pasti tahu dan sering mendengar bahwa ada 5 perkara obat hati yang manjur yaitu
1.membaca alqur'an dan artinya
2.mendirikan shalat malam
3.memperbanyak dzikir
4.saum sunnah
5.bergaul dengan orang yg sholeh
#30DWC_jilid7_Squad_4_hari_ke5
#menulislah dengan hati
#jangan_bosan untuk terus memperbaiki
#torehkan_jejak fositif lewat buah pikiranmu
#IG:@nurie_nafilah
#fb:Lembayung senja
#Tweeter:@nurie_nafilah
#Telegram:@nurie17
#email:rienafilah@gmail.com
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
#nurheti_nurie_nafilah
#diedisi_mlm
#cikajang_10_Juli2017
Minggu, 09 Juli 2017
keluar dari zona nyaman
Bumi Allah itu luas ,maka bertebaranlah kamu dimuka bumi ini,ada bukan ayat yang menyarankan kita untuk bertebaran dimuka bumi ini?
Ya tentu saja tujuan yang utama supaya kita bisa banyak belajar.
Dulu aku tak begitu mengerti dengan ayat itu ,namun kini aku fahami,kenapa sebagian kita disuruh untuk bertebar dimuka bumi ini, karena ketika kita langkahkan kaki kita satu langkah saja keluar dari rumah dengan niat untuk mencari ilmu,maka langkah kita akan dicatat sebagai kebaikan.
Juga ketika kita lankahkan kaki menuju dunia luar maka kita akan mengetahui banyak hal, jelas beda bukan orang yang hanya tinggal dirumah sekalipun dia pintar dengan orang yang biasa2 saja tapi dia rajin melangkahkan kaki menengok dunia luar.
Apa bedanya?
Ketika kita hanya berdiam diri dirumah ,mungkin kita hanya berinteraksi dengan orang yang itu2 saja dalam artian watak yang sama kita temukan dalam keseharian kita, maka kita pun dalam menghadapi orang yang itu2 saja ya biasa saja karena sudah biasa dalam kata lain ilmu sosialnya ya hanya hanya sebatas itu2 saja.
Sementara jika kita berani melangkahkan kaki untuk keluar. Maka dengan sering bertemunya dengan banyak orang maka bertambahlah ilmu sosial kita. Kaerena diluar sana banyak watak yang bisa menjadi pelajaran berharga buat kita dalam bersosialisasi.
Dalam segi kemauan,orang yang hanya berdiam diri dirumah biasanya kemauan untuk maju itu hanya sedikit.
Sementara orang yang sering berinteraksi diluar maka tingkat kemauan untuk maju itu bertambah bahkan sangat tinggi,karena dengan sering berinteraksi dengan banyak macam orang itu menjadi motivasi tersendiri untuk bisa lebih maju dan lebih baik lagi.
Kemudian dari segi tantangan, bagi yang hanya dirumah rasanya tidak ada tantangan lain kecuali yang itu dan begitu saja jadi tidak ada fariasi dan tidak menghasilkan inovasi.
Sementara bagi yang sering terjun didunia luar justru semakin besar tantangan diluar sana maka semakin banyak pelajaran dan peluang untuk menyelsaikan setiap persoalan yang ada padanya,semakin banyak tantangan maka akan semakin keras perjuangan dan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Lalu bagaimana dengan akhwat?
Bukabkah akhwat lebih baik berdiam diri dirumah?
Tidak demikian dalam masalah ilmu jika alasannya kluar rumah syar'i maka diperbolehkan keluar.
Akhwat pun butuh ilmu untuk kelak mendidik putra putrinnya.
#semua orang punya prinsif masing2, tidak usah terpancing emosi,kita sama2 belajar dan tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak,kita tentu bisa mengambil pelajaran dari setiap episod perjalan hidup kita.
#30DWC_jilid7
#Squad4_hari ke4_9_juli3017
#iG: @nurie_nafilah
#fb:Lembayung senja
#Tweeter: @nurie_nafilah
#Telegram@nurie17
#blog: mutiarahikmahkita.bligspot.com
#Email: rienafilah@gmail.com
#menulislah dengan hati
#jangan takut dengan caci dan maki,tetaplah berkarya jangan pernah takut untuk mencoba,torehkan tinta emas mu sekalipun dianggap aneh😊
Ya tentu saja tujuan yang utama supaya kita bisa banyak belajar.
Dulu aku tak begitu mengerti dengan ayat itu ,namun kini aku fahami,kenapa sebagian kita disuruh untuk bertebar dimuka bumi ini, karena ketika kita langkahkan kaki kita satu langkah saja keluar dari rumah dengan niat untuk mencari ilmu,maka langkah kita akan dicatat sebagai kebaikan.
Juga ketika kita lankahkan kaki menuju dunia luar maka kita akan mengetahui banyak hal, jelas beda bukan orang yang hanya tinggal dirumah sekalipun dia pintar dengan orang yang biasa2 saja tapi dia rajin melangkahkan kaki menengok dunia luar.
Apa bedanya?
Ketika kita hanya berdiam diri dirumah ,mungkin kita hanya berinteraksi dengan orang yang itu2 saja dalam artian watak yang sama kita temukan dalam keseharian kita, maka kita pun dalam menghadapi orang yang itu2 saja ya biasa saja karena sudah biasa dalam kata lain ilmu sosialnya ya hanya hanya sebatas itu2 saja.
Sementara jika kita berani melangkahkan kaki untuk keluar. Maka dengan sering bertemunya dengan banyak orang maka bertambahlah ilmu sosial kita. Kaerena diluar sana banyak watak yang bisa menjadi pelajaran berharga buat kita dalam bersosialisasi.
Dalam segi kemauan,orang yang hanya berdiam diri dirumah biasanya kemauan untuk maju itu hanya sedikit.
Sementara orang yang sering berinteraksi diluar maka tingkat kemauan untuk maju itu bertambah bahkan sangat tinggi,karena dengan sering berinteraksi dengan banyak macam orang itu menjadi motivasi tersendiri untuk bisa lebih maju dan lebih baik lagi.
Kemudian dari segi tantangan, bagi yang hanya dirumah rasanya tidak ada tantangan lain kecuali yang itu dan begitu saja jadi tidak ada fariasi dan tidak menghasilkan inovasi.
Sementara bagi yang sering terjun didunia luar justru semakin besar tantangan diluar sana maka semakin banyak pelajaran dan peluang untuk menyelsaikan setiap persoalan yang ada padanya,semakin banyak tantangan maka akan semakin keras perjuangan dan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Lalu bagaimana dengan akhwat?
Bukabkah akhwat lebih baik berdiam diri dirumah?
Tidak demikian dalam masalah ilmu jika alasannya kluar rumah syar'i maka diperbolehkan keluar.
Akhwat pun butuh ilmu untuk kelak mendidik putra putrinnya.
#semua orang punya prinsif masing2, tidak usah terpancing emosi,kita sama2 belajar dan tentu bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak,kita tentu bisa mengambil pelajaran dari setiap episod perjalan hidup kita.
#30DWC_jilid7
#Squad4_hari ke4_9_juli3017
#iG: @nurie_nafilah
#fb:Lembayung senja
#Tweeter: @nurie_nafilah
#Telegram@nurie17
#blog: mutiarahikmahkita.bligspot.com
#Email: rienafilah@gmail.com
#menulislah dengan hati
#jangan takut dengan caci dan maki,tetaplah berkarya jangan pernah takut untuk mencoba,torehkan tinta emas mu sekalipun dianggap aneh😊
Sabtu, 08 Juli 2017
kesempatan kedua
Bismillah
#kesempatan kedua#
Kesempatan kedua,pasti semua orang pernah berhadapan dengan yang namanya kesempatan kedu,mungkin kala itu saat sedang putus asa maka kesempatan kedua itu datang berupa harapan. Mungkin juga ketika terjebak dalam suatu keadaan yang kurang baik ,maka kesempatan kedua itu datang melalui sebuah perbaikan. Ketika terjerumus dalam dosa maka kesempatan kedua bisa mengangkat drajatnya melalui tobat,tobat yang srbenar2nya.
Kesempatan kedua tidak pandang buluh,mau pada yang kaya,yang miskin,yang pinter,yang kurang pinter,yang sakit,yang sehat,yang muda,yang tua,dewasa maupun anak kecil.kesempatan kedua itu selalu ada.Bahkan bukan hanya datang pada orang muslim saja,kesempatan kedua itu datang pada orang non muslim juga.
Buktinya tidak sedikit orang non muslim yang tertarik dengan islam,kemudian orang itu bersyahadat, itu adalah kesempatan kedua bagi non muslim dengan adanya hidayah dari Allah Ta'ala untuk meniti jalan kebenaran dg memeluk agama islam,yaitu satu2nya agama yang Allah Ridhai. Maka kesempatan kesua disini bisa dinamakan hidayah.
Dalam al-qur'an telah dijelaskan bahwa".....Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki ,dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".( Qs.Ibrahim:4)
Allah tidak pilih kasih ,Allah berhak menetapkan Qodho dan Qodar_Nya. Kita sebagai hamba_Nya telah diberikan petunjuk melalui firman_Nya. Maka kita sendirilah yang memilih jalan mana yang akan ditempuh. Allah telah tunjukan jalan untuk menuju syurga dengan berbakti kepada_Nya. Dan Allah juga telah tunjukan jalan yang akan menyebabkan masuk neraka. Yaitu durhaka pada_Nya.
Kita pasti akan mengamini dan sepakat bahwa semua orang yang hidup didunia ini tidak mungkin ada yang mengatakan dengan kerelaan bahwa dirinya mendambakan masuk neraka.Pasti semua akan mengatakan dengan serempak bahwa syurgalah yang menjadi pilihannya,meskipun dalam hati hati kecilnya mereka mungkin ragu untuk masuk syurga karena mereka sadari masih banyak kedurhakaan yang dilakukan terhadap Allah.
Namun begitulah dengan kebaikan Allah ,Allah berikan kesempatan kedua kepada kita,supaya kita berpikir dg memperbaiki diri dr styp kslhn dan bertobat dr dosa2 hingga kit bisa selamat dunia dan akhirat.
Dalam sebuah ayat Allah berfirman, yang artinya: " Dan janganlah kalian berputus asa dengan rahmat Allah"
Dalam Hadis qudsi Allah tlh berfirman:" Wahai anak anak adam seandainya dosa mu sampai kelangit,jika engkau memohon ampun maka akan aku ampuni".
Tersirat juga dalam Qs.Azzumar ayat 53 yang artinya: "Katakan lah wahai hamba2Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, Janganlah kamu berputus asa dari rhmat Allah ,sesungguhnya Allah mengampuni dosa2 semuanya.Sungguh Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang".
Ayat diatas jelas menunjukan adanya kesempatan kedua buat kita untuk selalu terus memperbaiki kesalahan kita.
Namun jangan menyalahartikan kebaikan Allah dengan adanya ayat itu,bukan berarti krn Allah akan mengampuni dosa jika kita bertobat maka kita lalai dan berani berbuat dosa tidak demikia. Krn tetap saja orang yg menjauhi dosa lebih baik daripada seorang pendosa.
kita juga harus hati2 ketika kita berbuat dosa dengan berharap ampunan Allah yaitu dg mebjadikan ampunan itu sbg alat untuk berbuat dosa. Allah memang maha pengampun namun tetaplah kita diperintahkan untuk berbuat baik dan menjauhi perbiatan keji/dosa . Wallahu a'lam
Allah begitu baik pada kita , jadilah Hamba yg baik pula supaya kita kelak layak jadi ahli syurga .aamiin.
#30DWC_jilid7
#Squad_4
#hari_ke3
#8_juli2017
#buatlah_jejak_Fositif_dengan_buah_pikiranmu
#Menulislah_dengan_hati
#berkaryalah_jangan takut gagal
#torehkan_tinta emasmu meakipun dianggap aneh
#2017_siap_menulis
#Ig:@nurie_nafilah
#fb:Lembayung senja
#Tweeter:@nurie_nafilah
#Telegram:@nurie17
#email:rienafilah@gmail.com
#blog:mutiarahikmahkita.blogspot.com
#Nurhaeti Nurie Nafilah
Kamis, 06 Juli 2017
# Dari kawan jadi Kawin #
Bismillah
Dari kawan jadi kawin ya begitulah pengakuan seorang sahabat pada saya saat beberapa hari yang lalu chat pada saya, mengobat rindu sekaligus memberitahukan kabar gembira tentang rencana pernikahannya.
persahabatan kami dimulai ketika kami sama-sama mengikuti diklat SSG(santri siap guna) di Daruttauhid Bandung pada tahun 2014 yang lalu tepatnya bulan Februari, pelatihan itu dilaksanakan dan berakhir pada bulan Juni.
Awal perkenalan saat kami ada dikelompok danru yang sama dan karena tinggi badan kita tidak terlalu beda jadi kita selalu bertemu dibarisan yang sama yaitu barisan paling belakang hehe... saat itu hari minggu dimana diklat SSG sudah selsai dan tentunya sudah sore kurang lebih waktu itu sudah pukul 19.00 dan saya waktu itu lagi kebingungan kalau pulang ke Garut tentu saja saya akan kemalaman di jalan eh tiba-tiba "teteh dari Garut" kata seorang akhwat, iya jawab saya ya sudah kita pulang bareng saja, tidak apa-apa kalau kemaleman nanti nginap saja dirumah saya, ujar akhwat itu dengan ramah, masih dalam kebingungan akhirnya saya terima tawarannya.
Dari sanalah awal persahabatan kita, setiap selsai diklat saya selalu pulang ke rumahnya dan menginap di rumahnya karena tidak ada pilihan lain, Dari rumah tmanku menuju rumahku masih sekitar satu jam lagi itu pun larut malam seperti itu tidak ada kendaraan menuju rumahku makanya dengan berat hati saya harus menginap di rumah tmn sekaligus sahabatku itu.
Takdir Allah selalu mempersatukan kita di diklat termasuk saat keberangkatan kita ke hutan, kita satu kelompok demikian juga saat kita pengabdian di masyarakat kita pun satu kelompok.
perjalanan kami dari Bandung menuju Garut yaitu rumah kami lumayan cukup melelahkan mungkin sekitar 5 jam karena macet kalau tidak macet sebenarnya 3 jam saja insyaallah sampai. Namun perjalanan panjang itu kami nikmati dengan penuh ksyukuran. Pelatihan atau diklat itu berlangsung selama 3 bulan dan dilaksanakan setiap hari Sabtu sore sampai hari minggu sore sekitar pukul 16.30. Kadang kami baru bisa pulang sekitar pukul 17.00 dan serunya tu di sini selama perjalanan pulang kami tak lepas dari sebuah cerita, entah itu cerita saat saat kita diklat, cerita ttg masalah2 pribadi termasuk masalah hati yang pasti seru banget lah.
Suatu hari saat pulang diklat seusai pelatihan PPGD latihan pertolongan pertama gawat darurat kalau tdk salah begitulah istilahnya. Dilapangan UPI kita latihan menjadi relawan ketika terjadi bencana, yang pasti seru banget. Pulang dari pelatihan itu hujan sangat deras dan hari semakin sore, kita pun harus segera pulang, peserta diklat yang lain ada yang pulang pake payung, pake matras ada pula yang pulang hujan-hujanan menikmati rahmat dari Allah lewat gemercik air hujan.
Kita pun memutuskan untuk pulang hujan-hujanan (ih kalau sama pasangan halal itu jd so sweet) hehe...ya kami pulang hujan-hujanan dari UPI menuju Daruttahiid dulu karena kami ada keperluan disana. Sebenarnya saya bawa payung hanya saja cuma satu dan kecil jd dari pada saya pake payung sendirian lebih baik kita rame-rame hujan-hujanan kan seru he...karena kami punya slogan " tiada kesetian tanpa kesetian" ya slogan itu sangat manjur sekali.
Singkat cerita kita memaksakan untuk pulang dengan keadaan basah kuyup karena kalau kita ganti baju dulu itu kelamaan takutnya keburu magrib, akhirnya kita naik angkot sampe terminal Cahem kemudian kami di Cahem sambil menunggu bis kami jln-jalan menikmati pemandangan pasar cahem.
Setelah ada Bis kami naik dan ya karena ngetem dan macet maka waktu Isa kami masih ada di Cahem dan akhirnya kami memutuskan untuk shalat di dalam Bis karena perjalan kami memenuhi syarat untuk mengkosor shalat ya jama qosor.
Biasanya kalau kami sempat kami sholat dulu di mesjid yang ada di terminal Cahem. Namun saat itu keadaan sangat tidak memungkinkan makanya kami sholat di perjalanan dan kami pun berpikir rumah kami masih jauh dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami beberapa menit yang akan datang ya makanya kami memilih untuk shalat di perjalanan.
Saat itu kami sangat was-was karena pengemudi Bis menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan alias super ngebut. Kami membaca do'a banyak-banyak karena takut terjadi sesuatu perasaan malam itu berbeda dari biasanya, meskipun pemandangan di dalam Bis selalu sama yaitu tdk ada didalamnya penumpang perempuan kecuali kami berdua. Ya mana ada perempuan malam-malam bepergian ah dasar kita. Kita bermodalkan bismillah dan laa haulaa walaa quwwata illaa billah ya itu menjadi keberanian kita.
Bukan apa-apa kenapa kami memaksakan diri untuk pulang padahal sudah larut malam karena esok harinya hari senin kami sama-sama punya tanggung jawab yaitu kami harus ngajar disekolah masing-masing. Kalau sekolah lagi libur kami lebih memilih untuk i'tikap di mesjid DT sambil mendengarkan kajian yang biasa diselenggarakan di mesjid DT, dan pagi pagi baru kami pulang.
Pokoknya kita benar-benar jadi Akhwat tangguh lah yah selama Diklat, hujan terik matahari, jungkir-jungkir, lawan arus disungai, pus-up,lari lari keliling lapangan UPI tiap pagi, jalan kaki dari DT menuju Pusdikjas Cimahi sekitar 5 jam kita jalan kaki, lalu jalan kaki ke hutan dengan membawa beban sekitar 25 kg perjalanan saat itu sekitar 7 jam kami nikmati bersama sekitar 200 peserta diklat.
Kami nikmati keindahan kebersamaan itu. Sampai pada suatu malam kita sampai dengan selamat dari bis yang ugal-ugalan itu kurang lebih kita sampai diterminal Garut jam 22.30.
Perempuan mana yang tidak takut tengah malam ada diterminal yang disana masih ada orang juga para lelaki yang tidak kenal jujur kita takut saat itu tp tiba2 pertolongan Allah itu datang. Allah turunkan hujan lebat saat itu sehingga kita merasa aman dalam langkah kita, setelah kita sampai di gang perumahan teman saya itu tiba-tiba hujan reda ,Allahhu Akbar itu jelas-jelas adalah pertolongan dari Allah supaya kita aman.
Selama diperjalan dan dirumah kita sering bertukar cerita termasuk soal hati ya temanku itu pernah bercerita tentang orang-orang yang pernah dekat dengannya ,pernah bercerita tentang teman satu organisasi yang super cuek dan super usil hingga bisa dikatakan mrk styp hari berantem dan saling ledek ya ledekan ala-ala orang yang berpendidikan hehe.
Teman ku itu super sibuk istilah kerennya dia lebih sering disebut wanita karir karena hari-harinya selalu sibuk dg banyak urusan tentunya urusan umat juga, dia aktip dibanyak organisasi salah satunya organisasi sholat centre, saya pun sempat satu pengalaman yaitu kita ikut di pesantren tahfidz yang sama bedanya dia pengurus dan saya hanya anggota hehe.
Beberapa bulan saya bergabung di PTQ alyumna bersama temanku itu hingga akhirnya sy memilih untuk hijrah ke bandung dan pertemuan kita terakhir adalah saat kita mnginap dimihrab cinta hehe dimana dimihrab itu kita seperti biasa bercerita ttg msa depan hehehe.
Tak disangka beberapa hari yang lalu tmn q itu chat saya bahwa dia sebentar lagi akan menikah , dan menikahnya itu dg orang yang sering ia ceritakan pada sy ,tmn sy bilang dia yang super cuek dan bla..bla...bla....diujung percakapan dia bilang "Dari kawan jadi kawin" dengan nada bahagia dia menceritakannya, meskipun lewat WA ya tapi saya bisa membayangkan mimik wajahnya saat dia bercerita, dia terkaget saat orang cuek orang yang katanya nyebelin eh tiba-tiba datang silaturahim ke rumahnya dengan memboyong Ibu Bapaknya dan yang sangat membuat sahabatku itu lebih kaget adalah ternyata kedatangannya itu adalah untuk melamarnya. Kaget campur bahagia sebenarnya hehe karena diam-diam sahabatku itu pun menyukai orang nyebelin itu tapi disimpannya rapat-rapat dalam hati hehe.
Cerita temanku itu seperti cerita dalam novel yang pernah ku baca yaitu dikhitbah sama orang yang dia sukai. Ternyata lebih indah lagi karena sahabat saya yang mengalami itu karena ternyata dalam sikap mrk yang sama-sama cuek dan suka saling usil itu keduanya menyimpan perasaan yang sama yang akhirnya Allah satukan mereka dalam ikatan halal.
#Barakallah buat sahabatku ,sahabat seperjuanganku saat diklat SSG, terimakasih sudah sudi menjadi temanku dan teman berbagi cerita semoga Allah berikan kelancaran sampai hari H...dan jangan lupa do'akan sahabatmu ini supaya segera menyusul he. Haha ya dari percakapan itulah saya merasa terinsfirasi untuk menulis hari ini,meskipun agak sedikit tidak nyambung hehehe....
mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil dari
pengalaman yang saya ceritakan diatas hehe...
#Hari_ke 2
#30DWC_jilid7
#Squad_4
#7_juli_2017
#menulislah_dg_hati
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#IG @nurie_nafilah
#fb Lembayung senja
#Tweeter @nurie_nafilah
#Telegram @Nurie17
#blog mutiarahikmahkita.bligspot.com
#2017_semangat berkarya
#menebar_hikmah_lewat_tulisan😊
Dari kawan jadi kawin ya begitulah pengakuan seorang sahabat pada saya saat beberapa hari yang lalu chat pada saya, mengobat rindu sekaligus memberitahukan kabar gembira tentang rencana pernikahannya.
persahabatan kami dimulai ketika kami sama-sama mengikuti diklat SSG(santri siap guna) di Daruttauhid Bandung pada tahun 2014 yang lalu tepatnya bulan Februari, pelatihan itu dilaksanakan dan berakhir pada bulan Juni.
Awal perkenalan saat kami ada dikelompok danru yang sama dan karena tinggi badan kita tidak terlalu beda jadi kita selalu bertemu dibarisan yang sama yaitu barisan paling belakang hehe... saat itu hari minggu dimana diklat SSG sudah selsai dan tentunya sudah sore kurang lebih waktu itu sudah pukul 19.00 dan saya waktu itu lagi kebingungan kalau pulang ke Garut tentu saja saya akan kemalaman di jalan eh tiba-tiba "teteh dari Garut" kata seorang akhwat, iya jawab saya ya sudah kita pulang bareng saja, tidak apa-apa kalau kemaleman nanti nginap saja dirumah saya, ujar akhwat itu dengan ramah, masih dalam kebingungan akhirnya saya terima tawarannya.
Dari sanalah awal persahabatan kita, setiap selsai diklat saya selalu pulang ke rumahnya dan menginap di rumahnya karena tidak ada pilihan lain, Dari rumah tmanku menuju rumahku masih sekitar satu jam lagi itu pun larut malam seperti itu tidak ada kendaraan menuju rumahku makanya dengan berat hati saya harus menginap di rumah tmn sekaligus sahabatku itu.
Takdir Allah selalu mempersatukan kita di diklat termasuk saat keberangkatan kita ke hutan, kita satu kelompok demikian juga saat kita pengabdian di masyarakat kita pun satu kelompok.
perjalanan kami dari Bandung menuju Garut yaitu rumah kami lumayan cukup melelahkan mungkin sekitar 5 jam karena macet kalau tidak macet sebenarnya 3 jam saja insyaallah sampai. Namun perjalanan panjang itu kami nikmati dengan penuh ksyukuran. Pelatihan atau diklat itu berlangsung selama 3 bulan dan dilaksanakan setiap hari Sabtu sore sampai hari minggu sore sekitar pukul 16.30. Kadang kami baru bisa pulang sekitar pukul 17.00 dan serunya tu di sini selama perjalanan pulang kami tak lepas dari sebuah cerita, entah itu cerita saat saat kita diklat, cerita ttg masalah2 pribadi termasuk masalah hati yang pasti seru banget lah.
Suatu hari saat pulang diklat seusai pelatihan PPGD latihan pertolongan pertama gawat darurat kalau tdk salah begitulah istilahnya. Dilapangan UPI kita latihan menjadi relawan ketika terjadi bencana, yang pasti seru banget. Pulang dari pelatihan itu hujan sangat deras dan hari semakin sore, kita pun harus segera pulang, peserta diklat yang lain ada yang pulang pake payung, pake matras ada pula yang pulang hujan-hujanan menikmati rahmat dari Allah lewat gemercik air hujan.
Kita pun memutuskan untuk pulang hujan-hujanan (ih kalau sama pasangan halal itu jd so sweet) hehe...ya kami pulang hujan-hujanan dari UPI menuju Daruttahiid dulu karena kami ada keperluan disana. Sebenarnya saya bawa payung hanya saja cuma satu dan kecil jd dari pada saya pake payung sendirian lebih baik kita rame-rame hujan-hujanan kan seru he...karena kami punya slogan " tiada kesetian tanpa kesetian" ya slogan itu sangat manjur sekali.
Singkat cerita kita memaksakan untuk pulang dengan keadaan basah kuyup karena kalau kita ganti baju dulu itu kelamaan takutnya keburu magrib, akhirnya kita naik angkot sampe terminal Cahem kemudian kami di Cahem sambil menunggu bis kami jln-jalan menikmati pemandangan pasar cahem.
Setelah ada Bis kami naik dan ya karena ngetem dan macet maka waktu Isa kami masih ada di Cahem dan akhirnya kami memutuskan untuk shalat di dalam Bis karena perjalan kami memenuhi syarat untuk mengkosor shalat ya jama qosor.
Biasanya kalau kami sempat kami sholat dulu di mesjid yang ada di terminal Cahem. Namun saat itu keadaan sangat tidak memungkinkan makanya kami sholat di perjalanan dan kami pun berpikir rumah kami masih jauh dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami beberapa menit yang akan datang ya makanya kami memilih untuk shalat di perjalanan.
Saat itu kami sangat was-was karena pengemudi Bis menjalankan mobilnya dengan ugal-ugalan alias super ngebut. Kami membaca do'a banyak-banyak karena takut terjadi sesuatu perasaan malam itu berbeda dari biasanya, meskipun pemandangan di dalam Bis selalu sama yaitu tdk ada didalamnya penumpang perempuan kecuali kami berdua. Ya mana ada perempuan malam-malam bepergian ah dasar kita. Kita bermodalkan bismillah dan laa haulaa walaa quwwata illaa billah ya itu menjadi keberanian kita.
Bukan apa-apa kenapa kami memaksakan diri untuk pulang padahal sudah larut malam karena esok harinya hari senin kami sama-sama punya tanggung jawab yaitu kami harus ngajar disekolah masing-masing. Kalau sekolah lagi libur kami lebih memilih untuk i'tikap di mesjid DT sambil mendengarkan kajian yang biasa diselenggarakan di mesjid DT, dan pagi pagi baru kami pulang.
Pokoknya kita benar-benar jadi Akhwat tangguh lah yah selama Diklat, hujan terik matahari, jungkir-jungkir, lawan arus disungai, pus-up,lari lari keliling lapangan UPI tiap pagi, jalan kaki dari DT menuju Pusdikjas Cimahi sekitar 5 jam kita jalan kaki, lalu jalan kaki ke hutan dengan membawa beban sekitar 25 kg perjalanan saat itu sekitar 7 jam kami nikmati bersama sekitar 200 peserta diklat.
Kami nikmati keindahan kebersamaan itu. Sampai pada suatu malam kita sampai dengan selamat dari bis yang ugal-ugalan itu kurang lebih kita sampai diterminal Garut jam 22.30.
Perempuan mana yang tidak takut tengah malam ada diterminal yang disana masih ada orang juga para lelaki yang tidak kenal jujur kita takut saat itu tp tiba2 pertolongan Allah itu datang. Allah turunkan hujan lebat saat itu sehingga kita merasa aman dalam langkah kita, setelah kita sampai di gang perumahan teman saya itu tiba-tiba hujan reda ,Allahhu Akbar itu jelas-jelas adalah pertolongan dari Allah supaya kita aman.
Selama diperjalan dan dirumah kita sering bertukar cerita termasuk soal hati ya temanku itu pernah bercerita tentang orang-orang yang pernah dekat dengannya ,pernah bercerita tentang teman satu organisasi yang super cuek dan super usil hingga bisa dikatakan mrk styp hari berantem dan saling ledek ya ledekan ala-ala orang yang berpendidikan hehe.
Teman ku itu super sibuk istilah kerennya dia lebih sering disebut wanita karir karena hari-harinya selalu sibuk dg banyak urusan tentunya urusan umat juga, dia aktip dibanyak organisasi salah satunya organisasi sholat centre, saya pun sempat satu pengalaman yaitu kita ikut di pesantren tahfidz yang sama bedanya dia pengurus dan saya hanya anggota hehe.
Beberapa bulan saya bergabung di PTQ alyumna bersama temanku itu hingga akhirnya sy memilih untuk hijrah ke bandung dan pertemuan kita terakhir adalah saat kita mnginap dimihrab cinta hehe dimana dimihrab itu kita seperti biasa bercerita ttg msa depan hehehe.
Tak disangka beberapa hari yang lalu tmn q itu chat saya bahwa dia sebentar lagi akan menikah , dan menikahnya itu dg orang yang sering ia ceritakan pada sy ,tmn sy bilang dia yang super cuek dan bla..bla...bla....diujung percakapan dia bilang "Dari kawan jadi kawin" dengan nada bahagia dia menceritakannya, meskipun lewat WA ya tapi saya bisa membayangkan mimik wajahnya saat dia bercerita, dia terkaget saat orang cuek orang yang katanya nyebelin eh tiba-tiba datang silaturahim ke rumahnya dengan memboyong Ibu Bapaknya dan yang sangat membuat sahabatku itu lebih kaget adalah ternyata kedatangannya itu adalah untuk melamarnya. Kaget campur bahagia sebenarnya hehe karena diam-diam sahabatku itu pun menyukai orang nyebelin itu tapi disimpannya rapat-rapat dalam hati hehe.
Cerita temanku itu seperti cerita dalam novel yang pernah ku baca yaitu dikhitbah sama orang yang dia sukai. Ternyata lebih indah lagi karena sahabat saya yang mengalami itu karena ternyata dalam sikap mrk yang sama-sama cuek dan suka saling usil itu keduanya menyimpan perasaan yang sama yang akhirnya Allah satukan mereka dalam ikatan halal.
#Barakallah buat sahabatku ,sahabat seperjuanganku saat diklat SSG, terimakasih sudah sudi menjadi temanku dan teman berbagi cerita semoga Allah berikan kelancaran sampai hari H...dan jangan lupa do'akan sahabatmu ini supaya segera menyusul he. Haha ya dari percakapan itulah saya merasa terinsfirasi untuk menulis hari ini,meskipun agak sedikit tidak nyambung hehehe....
mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil dari
pengalaman yang saya ceritakan diatas hehe...
#Hari_ke 2
#30DWC_jilid7
#Squad_4
#7_juli_2017
#menulislah_dg_hati
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#IG @nurie_nafilah
#fb Lembayung senja
#Tweeter @nurie_nafilah
#Telegram @Nurie17
#blog mutiarahikmahkita.bligspot.com
#2017_semangat berkarya
#menebar_hikmah_lewat_tulisan😊
Rabu, 05 Juli 2017
Ibu bagiku adalah bidadari nyata
Bismillah
#Ibu bagiku adalah bidadari nyata#
9 bulan seorang ibu mengandung kita,sembilan bulan seorang ibu kemana-mana membawa beban saat kita ada dirahimnya.Bahkan untuk sekedar tidur nyenyak saja sulit untuknya. Ibu kau memang strong, kau memang keren , kau kuat aku salut dan bangga padamu.
Selama 9 bulan seorang Ibu benar-benar menjaga kita dirahimnya, seorang ibu sangat berhati-hati memperlakukan kita ,demi menjaga kesehatan kita didalam rahimnya seorang ibu rela tidak memakan makanan kesukaannya, itu semua demi kita yang ada didalam rahim,itu semua supaya kita terlahir dalam keadaan sehat dan selamat.
Ibu terimakasih kau telah menjagaku siang dan malam. Terimaksih bu dan maafkan jika aku membebanimu saat itu bahkan mungkin sampai saat ini aku masih sj membebanimu, maafkan.
Saat detik-detik melahirkan,perjuangan yang luar biasa, perjuangan antara hidup dan mati. Saat itu seorang ibu tidak memperdulikan rasa sakit yang dialaminya yang ada dalam ingatannya hanyalah anak nya, ketika tangis bayi memecah haru dibumi maka hilanglah rasa sakit itu, begitulah pengakuan kebanyakan seorang ibu yang telah melahirkan.
Maaf ya bu lagi-lagi aku hanya bisa minta maaf, maaf jika saat itu aku membuatmu panik dan hawatir dan terimakasih krn engkau perjuanganmu aku terlahir kebumi ini, takdir itu mengharuskanku untuk berbakti padamu namun maafkan jika sampai saat ini baktiku blm sempurna masih penuh dengan cacat kadang egois, kadang marah kadang menggrutu maafkan.
Lalu ketika seorang anak telah terlahir maka dengan penuh kasih sayang seorang ibu menjaga dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh harap masa depan yg indah buat anak-anaknya. Seorang ibu selalu berusaha memberikan kenyamanan kepada anak-anaknya. Mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan anak-anaknya.
Maaf ya lagi-lagi kata itu harus aku ucap, maaf bu jika kecilku begitu merepotkanmu, mengganggu waktu istirahatmu.maaf jika waktu remajaku sering kali aku mnyakiti perasaanmu mungkin kata-kata ku banyak menggoreskan luka dihatimu bu maafkanlah. Lalu ketika aku dewasa aku masih saja belum bisa membahagiakanmu masih saja aku egois, maafkan.
Bu tahukah engkau, kedudukan engkau begitu dimuliakan dalam agama islam, ada banyak perintah dalam al-qur'an dan hadits yang mengharuskan untuk berbuat baik padamu bu
Baik akan saya sampaikan salah satu ayat tentang keharusan supaya kami berbuat baik padamu.
Dalam Qs.Al-isra ayat 23 dalam ayat itu diperintahkan supaya kami sebagai anak berbuat baik kepada kedua orang tua dalam prngglan ayat itu ada yang artinya" (janganlah kamu mengatakan "ah")" Ah saja tidak boleh apalagi membentak.
Astagfirullah maafkan jika aku pernah atau bahkan sering berkata kasar padamu bu...
Dalam ayat lain ada kisah yang Allah abadikan yaitu tentang kisah sahabat saad bin Abi Waqos.
Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa Saad ini adalah seorang yg pertama melepaskan anak panah dijalan Allah, saad in begitu sayang dan menghormati ibunya. Ketika saad masuk islam dan Ibunya yg beragama nasroni tidak ridho dengan Saad yg masuk islam. Masuknya Saad bin Abi Waqos kedalam agama Islam membuat Ibunya tidak ridho.
Akhirnya Ibunya melakukan aksi mogok makan selama beberapa waktu dengan harapan jika melihat Ibunya lemas dan tidak berdaya karena tidak makan dapat merubah pikiran Saad untuk keluar dari agama Islam dan kembali pada agama nenek moyangnya. Namun aksi mogok makan yang dilakukan ibunya tidak mengubah pendirian saad, Saad tetap teguh dalam agama islam bukan berarti Saad tidak menyayangi Ibunya namun Saad lebih mengutamakan perintah Allah dibanding perintah Ibunya untuk murtad.
Allah mengabadikan kisah Saad dalam Alqur'an supaya bisa menjadi pelajaran buat kita. Dalam Qs.lukman ayat 15 Allah berfirman: "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan denganku sesuatu yg tidak ada pengetahuanmu ttg itu maka janganlah kalian mngikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik."
Ayat di atas mengisaratkan kepada kita bahwa kita memang harus taat kepada orang tua namun kita juga boleh menolak perintah keduanya jika perintah itu mnyalahi aturan agama tetapi tentu saja penolakan itu harus dengan cara yang ma'ruf dan lembut. Misal jika kita tidak sependapat dengan orang tua kita bisa menolak pendapatnya namun gunakan cara yang baik, yang tepat dan jangan sampai menyakitinya.
Meskipun kita boleh membantah suatu urusan dengan alasan syar'i namun ayat diatas sangat jelas mengharuskan kita untuk tetap menghormati dan berbakti kepada keduanya terutama pada ibu,kenapa harus ibu yang utama? tentu saja karena kita sudah sama-sama tahu ada hadits yang mengulas tetang itu dimana dalam hadits itu Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang siapa yang harus lebih diutamakan, maka Rasulullah menjawab "ummuka sampe 3x " setelah itu barulah abuuka...
Dalam hadits itu Ibu disebut sebanyak 3x itu menunjukan betapa harus dimulikannya seorang ibu
Menutup tulisan ini izinkan saya untuk mnulis puisi untuk Ibu
Ibu, mungkin dimata orang lain kau adalah wanita biasa namun dimataku engkau sungguh luar biasa
Ibu, mungkin dimata orang lain engkau bukan apa-apa, namun dimataku engkau adalah permata
Ibu, dlm dekap hangatmu ada perjuangan dan harapan
Ibu, dalam diammu ada kemuliaan dan kebijaksanaan
Ibu, dalam teriakmu ada perhatian yang tak terhingga
Ibu, dalam bentak dan marahmu ada kasih sayang yang kadang tdk bs kami tangkap
Ibu, dalam sujudmu,tanpa kami minta terurai do'a yang tulus untuk kebahagiaan anak-anak mu
Ibu, kemurahanmu ajarkan kami menjadi pemberi tanpa pamrih
Ibu, kau lah wanita terbaik dalam hidupku
Tetaplah tersenyum untuk kami
Ya Rabb izinkan kami supaya bisa membahagiakan keduaorangtua kami dunia dan akhirat kelak
#takut ngilang lg tulisannya jd udh ajj
#edisi 1 di 30 DWriting comunity jilid 7
#semangaaat_menulis_2017_insyaallah_jd_penulis
#Ibu bagiku adalah bidadari nyata#
9 bulan seorang ibu mengandung kita,sembilan bulan seorang ibu kemana-mana membawa beban saat kita ada dirahimnya.Bahkan untuk sekedar tidur nyenyak saja sulit untuknya. Ibu kau memang strong, kau memang keren , kau kuat aku salut dan bangga padamu.
Selama 9 bulan seorang Ibu benar-benar menjaga kita dirahimnya, seorang ibu sangat berhati-hati memperlakukan kita ,demi menjaga kesehatan kita didalam rahimnya seorang ibu rela tidak memakan makanan kesukaannya, itu semua demi kita yang ada didalam rahim,itu semua supaya kita terlahir dalam keadaan sehat dan selamat.
Ibu terimakasih kau telah menjagaku siang dan malam. Terimaksih bu dan maafkan jika aku membebanimu saat itu bahkan mungkin sampai saat ini aku masih sj membebanimu, maafkan.
Saat detik-detik melahirkan,perjuangan yang luar biasa, perjuangan antara hidup dan mati. Saat itu seorang ibu tidak memperdulikan rasa sakit yang dialaminya yang ada dalam ingatannya hanyalah anak nya, ketika tangis bayi memecah haru dibumi maka hilanglah rasa sakit itu, begitulah pengakuan kebanyakan seorang ibu yang telah melahirkan.
Maaf ya bu lagi-lagi aku hanya bisa minta maaf, maaf jika saat itu aku membuatmu panik dan hawatir dan terimakasih krn engkau perjuanganmu aku terlahir kebumi ini, takdir itu mengharuskanku untuk berbakti padamu namun maafkan jika sampai saat ini baktiku blm sempurna masih penuh dengan cacat kadang egois, kadang marah kadang menggrutu maafkan.
Lalu ketika seorang anak telah terlahir maka dengan penuh kasih sayang seorang ibu menjaga dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh harap masa depan yg indah buat anak-anaknya. Seorang ibu selalu berusaha memberikan kenyamanan kepada anak-anaknya. Mengorbankan banyak hal demi kebahagiaan anak-anaknya.
Maaf ya lagi-lagi kata itu harus aku ucap, maaf bu jika kecilku begitu merepotkanmu, mengganggu waktu istirahatmu.maaf jika waktu remajaku sering kali aku mnyakiti perasaanmu mungkin kata-kata ku banyak menggoreskan luka dihatimu bu maafkanlah. Lalu ketika aku dewasa aku masih saja belum bisa membahagiakanmu masih saja aku egois, maafkan.
Bu tahukah engkau, kedudukan engkau begitu dimuliakan dalam agama islam, ada banyak perintah dalam al-qur'an dan hadits yang mengharuskan untuk berbuat baik padamu bu
Baik akan saya sampaikan salah satu ayat tentang keharusan supaya kami berbuat baik padamu.
Dalam Qs.Al-isra ayat 23 dalam ayat itu diperintahkan supaya kami sebagai anak berbuat baik kepada kedua orang tua dalam prngglan ayat itu ada yang artinya" (janganlah kamu mengatakan "ah")" Ah saja tidak boleh apalagi membentak.
Astagfirullah maafkan jika aku pernah atau bahkan sering berkata kasar padamu bu...
Dalam ayat lain ada kisah yang Allah abadikan yaitu tentang kisah sahabat saad bin Abi Waqos.
Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa Saad ini adalah seorang yg pertama melepaskan anak panah dijalan Allah, saad in begitu sayang dan menghormati ibunya. Ketika saad masuk islam dan Ibunya yg beragama nasroni tidak ridho dengan Saad yg masuk islam. Masuknya Saad bin Abi Waqos kedalam agama Islam membuat Ibunya tidak ridho.
Akhirnya Ibunya melakukan aksi mogok makan selama beberapa waktu dengan harapan jika melihat Ibunya lemas dan tidak berdaya karena tidak makan dapat merubah pikiran Saad untuk keluar dari agama Islam dan kembali pada agama nenek moyangnya. Namun aksi mogok makan yang dilakukan ibunya tidak mengubah pendirian saad, Saad tetap teguh dalam agama islam bukan berarti Saad tidak menyayangi Ibunya namun Saad lebih mengutamakan perintah Allah dibanding perintah Ibunya untuk murtad.
Allah mengabadikan kisah Saad dalam Alqur'an supaya bisa menjadi pelajaran buat kita. Dalam Qs.lukman ayat 15 Allah berfirman: "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan denganku sesuatu yg tidak ada pengetahuanmu ttg itu maka janganlah kalian mngikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik."
Ayat di atas mengisaratkan kepada kita bahwa kita memang harus taat kepada orang tua namun kita juga boleh menolak perintah keduanya jika perintah itu mnyalahi aturan agama tetapi tentu saja penolakan itu harus dengan cara yang ma'ruf dan lembut. Misal jika kita tidak sependapat dengan orang tua kita bisa menolak pendapatnya namun gunakan cara yang baik, yang tepat dan jangan sampai menyakitinya.
Meskipun kita boleh membantah suatu urusan dengan alasan syar'i namun ayat diatas sangat jelas mengharuskan kita untuk tetap menghormati dan berbakti kepada keduanya terutama pada ibu,kenapa harus ibu yang utama? tentu saja karena kita sudah sama-sama tahu ada hadits yang mengulas tetang itu dimana dalam hadits itu Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang siapa yang harus lebih diutamakan, maka Rasulullah menjawab "ummuka sampe 3x " setelah itu barulah abuuka...
Dalam hadits itu Ibu disebut sebanyak 3x itu menunjukan betapa harus dimulikannya seorang ibu
Menutup tulisan ini izinkan saya untuk mnulis puisi untuk Ibu
Ibu, mungkin dimata orang lain kau adalah wanita biasa namun dimataku engkau sungguh luar biasa
Ibu, mungkin dimata orang lain engkau bukan apa-apa, namun dimataku engkau adalah permata
Ibu, dlm dekap hangatmu ada perjuangan dan harapan
Ibu, dalam diammu ada kemuliaan dan kebijaksanaan
Ibu, dalam teriakmu ada perhatian yang tak terhingga
Ibu, dalam bentak dan marahmu ada kasih sayang yang kadang tdk bs kami tangkap
Ibu, dalam sujudmu,tanpa kami minta terurai do'a yang tulus untuk kebahagiaan anak-anak mu
Ibu, kemurahanmu ajarkan kami menjadi pemberi tanpa pamrih
Ibu, kau lah wanita terbaik dalam hidupku
Tetaplah tersenyum untuk kami
Ya Rabb izinkan kami supaya bisa membahagiakan keduaorangtua kami dunia dan akhirat kelak
#takut ngilang lg tulisannya jd udh ajj
#edisi 1 di 30 DWriting comunity jilid 7
#semangaaat_menulis_2017_insyaallah_jd_penulis
Langganan:
Postingan (Atom)