Ta'tilah Aturan Yang Ada Maka Engkau Akan Selamat
Hari ini aku dan teman-teman seperjuangan akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh, tujuan perjalanan kami adalah kota suka bumi, yang mana di Kota Suka bumi itu, esok hari kamis akan diucapkan janji suci dari dua insan yaitu jejaka Bogor dan mojang Suka bumi.
Hari kamis besok tanggal 19 Oktober 2017 di kota Suka bumi akan diadakan walimatul ursy kedua teman kami, teman seperjuangan di Ponpes Al-qur'an Bogor. Perjalanan yang lumayan jauh itu menambah pengalaman bagi
kami.
Di sepanjang perjalanan, kami saksikan banyak lalu lalang mobil besar, karena kota Suka bumi terkenal sebagai kota industri, sehingga tidak heran jika di jalanan yang di lalui di didapati mobil-mobil besar. Jalanan yang kami lalui tidak begitu besar sehingga Keluar masuknya mobil besar itu menyebabkan jalanan macet.
Jalanan cukup curam, ada beberapa tanjakan tajam yang kami temui.
Hujan cukup deras turun mengiringi perjalanan kami, senja pun mulai berlalu dan langit mulai menghitam menampakan pekatnya. Suasana perjalanan kami sedikit menyeramkan.
Semakin lama, perjalanan kami semakin menyeramkan, banyak jurang di pinggir-pinggir jalan, teledor sedikit saja sangat membahayakan.
Untuk keselamatan para pengguna jalan maka warga setempat mengambil insiatif untuk mengamankan dengan cara buka tutup jalur. Jika kendaraan arah kiri melaju, maka arah kanan di stop untuk sementara sampai dirasa aman, dan begitu pula sebaliknya jika kiri sudah di stop maka arah kanan di perbolehkan untuk melaju.
Banyak warga di setiap tikungan ikut mengamankan atau memberi arahan pada para pengendara, karena memang di sepanjang perjalanan sangat sedikit penerangan.
Sudah seharusnya kita berterimakasih kepada warga yang ikut mengamankan itu, meskipun memang ada sedikit upah yang kita keluarkan, ya paling 2 ribu itu pun hanya dari beberapa pengendara yang ridho dan sadar akan pentingnya keselamatan.
Dua ribu itu sangat jauh jika di banding berharganya keselamatan kita, namun sayangnya ada saja orang-orang yang tak bertanggung jawab, mereka ikut memeriahkan jalan sehingga kita pun jadi kewalahan jika setiap tikungan ada dua bahkan tiga yang menyediakan saringan buat uang.
Kita jangan ambil pusing tentang itu, intinya jika kita ridho, silahkan kasih, tapi jika tidak ya sudah tidak usah ngedumel apalagi menghardik.
Dari pemaparan di atas, ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil pelajaran, yaitu taatilah pelaturan yang ada maka engkau akan selamat. Ketika harua berhenti ya kita berhenti, ketika di suruh untu hati-hati, ya hati-hati jangan ngebut dll.
Begitupun dengan kehidupan kita, jika Allah melarang sesuatu, ya jauhi dan tinggalkan, yakini bahwa di dalamnya ada kemadharatan jika di lakukan, jika kita di perintahkan untuk melakukan sesuatu maka lakukan saja dan yakini bahwa di dalam kata perintah itu ada kebaikan untuk kita. Ikuti aturan Allah maka kita akan selamat
#30DWC_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke8
#18_Oktober2017
#Menulis_Itu_Kreatif
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Ig: @nurie_nafilah
#fb: Lembayung_ Senja
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Rabu, 18 Oktober 2017
Selasa, 17 Oktober 2017
#Jejak Senja# 4
Tipe-tipe Para Penghafal Alqur'an
Al-Qur'an, memang di jelaskan bahwa mempelajarinya adalah mudah, bahkan Nabi Muhammad saja dulu saat pertama kali mempelajari al-qur'an itu dalam keadan umi(tidak bisa baca dan tulis), tapi atas dorongan malaikat Jibril, supaya Nabi Muhammad terus mencoba untuk mengikuti apa yang di bacakan oleh malaikat Jibril. Pada akhirnya Nabi Muhammad pun bisa membacanya.
Tapi jangan salah membaca dan menghafal al-qur'an itu memang tidak sulit tapi tidak juga semudah membalikan telapak tangan tentu ada harga yang harus kita bayar , karena kita harus berjuang membenahi bacaan kita, kita harus merelakan waktu kita untuk berlama-lama berinteraksi dengan al-qur'an.
Begitu juga dengan menghafal, kita butuh perjuangan untuk bisa menghafal kata demi kata supaya terhimpun menjadi kalimat dan tersusun menjadi ayat, ayat demi ayat hingga menjadi satu halaman, dari satu halaman lalu menjadi satu juz, dan begitulah hingga selesai 30 juz. Allahu Akbar.
Ada banyak metode yang bisa kita praktikan dalam menghafal al-qur'an, ada metode Ummi, ada metode nuury, ada metode usmani dll. Dari metode yang berbeda itu, berbeda pula cara anak dalam memperaktekannya ada yang suka dengan menggunakan gerakan tangan, ada yang suka dengan membaca artinya, adapula yang lebih suka dengan mendengarkan.
Berkaitan dengan cara anak dalam menghafal, maka saya akan sedikit memaparkan tentang tipe-tipe para penghafal qur'an sesuai dengan apa yang pernah saya rasakan dan saya saksikan di Ponpes Al-Qur'an.
Penghafal al-qur'an itu punya cara yang unik untuk menghafal, diantara mereka ada yang suka menghafal dengan membaca arti perkaliamat dari setiap ayat, pengakuan mereka itu bisa memudahkan untuk menghafal.
Ada tipe mojok, penghafal tipe kaya gini, memang sukanya ngafal sambil mojok, dia mojok sendirian dan katanya itu lah cara paling puh supaya hafalan bisa cepet masuk, dalam hal ini tipe mojok ini membutuhkan konsentrasi penuh dalam menghafal, sehingga membutuhkan tempat yang sepi untuk menghafal.
Tipe mirip orang marah, tipe penghafal gaya ini, kalau sedang menghafal dia aktif menggerakan tangan, bahkan jarinya di tunjuk-tunjuk ke depan dan matanya sedikit melotot.
Tipe pemikir, penghafal tipe ini juga sama, dia aktif menggerakan tangannya bedanya matanya terpejam seperti orang yang lagi mikir, memang benarkan?...kan lagi mikirin Hafalanya...hehe.
Tipe sehat, penghafal macam ini, dia menghafal dengan cara bolak-balik berjalan kesana-kemari, dia akan berhenti kalau dia sudah cape dan sudah hafal.
Tipe melamun, penghafal seperti ini, diam-diam menghanyutkan, dia diam tapi matanya sesekali menatap pada al-qur'an tapi sesekali dia menatap kedepan dengan tatapan kosong, mirip orang melamun. Padahal diamnya itu bukan sembarang melamun tapi srdang menghafal dalam hati. Tapi tipe ini tidak disarankan karena mengjafal Al-qur'an baiknya di zaharkan membacanya, supaya tajwid dan makhrojul khurufnya terlatih untuk di ucapkan dengan pengucapan yang semestinya.
Tipe bertanya, penghafal tipe ini, biasanya menghafal dengan gaya orang bertanya, setiap kata yang dia ragu atau lupa, maka dia mengucapkannya dengan gaya bertanya sebelum melanjutkan kalimat berikutnya.
Tipe putri tidur, penghafal kaya gini biasanya dalam sela-sela menghafalnya dia tidur beberapa kali, tapi pas waktu setor hafalan, dia hafal, walau kadang hafalannya tidak sempurna
Tipe ramah, penghafal tipe ini suka keramaian, dia akan menghafal di kerumunan teman-temannya, dia ramah lingkungan hehe. Seramai apa pun tidak akan mengganggu konsentrasi tipe ramah ini.
Tipe ngemil, penghafal tipe ini, saat menghafal dia membutuhkan cemilan, supaya dia bisa bertahan saat menghafal.
Tipe matematik, tipe penghafal ini, dia selalu menghitung berapa kali dia membaca setiap ayat, setelah berulang-ulang ayat itu di baca, barulah ayat itu di hafal. Tipe ini merupakan tipe yang di anjurkan karena sebaik-baik hafalan adalah yang sering di ulang-ulang.
Tipe rekreasi, tipe ini biasanya saat menghafal, dia tidak akan betah dalam satu Tempat, tapi dia akan berpindah ke tempat lain untuk memberikan kenyamanan saat dia menghafal.
Mungkin itu semua hanya beberapa tipe cara menghafal yang saya ketahui, mungkin masih banyak tipe di luaran sana.
Apa pun tipe nya yang pasti insyaallah jika kita bertekad kuat untuk menghafalkan al-qur'an, insyaallah kita bisa menghafalnya. Yang pasti semua butuh proses, mungkin ada yang lama, ada yang sebentar, itu tidak jadi masalah karena menghafal Al-Qur'an itu bukan soal berapa banyak yang engkau hafal tapi seberapa banyak engkau mampu menjaga Hafalan itu. Wallahu a'lam
#30DWC_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke7
#17_Oktober 2017
#menulis_saja_Tidak _usah_takut_gagal
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb : Lembayung_senja
#IG: @nurie_nafilah
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Al-Qur'an, memang di jelaskan bahwa mempelajarinya adalah mudah, bahkan Nabi Muhammad saja dulu saat pertama kali mempelajari al-qur'an itu dalam keadan umi(tidak bisa baca dan tulis), tapi atas dorongan malaikat Jibril, supaya Nabi Muhammad terus mencoba untuk mengikuti apa yang di bacakan oleh malaikat Jibril. Pada akhirnya Nabi Muhammad pun bisa membacanya.
Tapi jangan salah membaca dan menghafal al-qur'an itu memang tidak sulit tapi tidak juga semudah membalikan telapak tangan tentu ada harga yang harus kita bayar , karena kita harus berjuang membenahi bacaan kita, kita harus merelakan waktu kita untuk berlama-lama berinteraksi dengan al-qur'an.
Begitu juga dengan menghafal, kita butuh perjuangan untuk bisa menghafal kata demi kata supaya terhimpun menjadi kalimat dan tersusun menjadi ayat, ayat demi ayat hingga menjadi satu halaman, dari satu halaman lalu menjadi satu juz, dan begitulah hingga selesai 30 juz. Allahu Akbar.
Ada banyak metode yang bisa kita praktikan dalam menghafal al-qur'an, ada metode Ummi, ada metode nuury, ada metode usmani dll. Dari metode yang berbeda itu, berbeda pula cara anak dalam memperaktekannya ada yang suka dengan menggunakan gerakan tangan, ada yang suka dengan membaca artinya, adapula yang lebih suka dengan mendengarkan.
Berkaitan dengan cara anak dalam menghafal, maka saya akan sedikit memaparkan tentang tipe-tipe para penghafal qur'an sesuai dengan apa yang pernah saya rasakan dan saya saksikan di Ponpes Al-Qur'an.
Penghafal al-qur'an itu punya cara yang unik untuk menghafal, diantara mereka ada yang suka menghafal dengan membaca arti perkaliamat dari setiap ayat, pengakuan mereka itu bisa memudahkan untuk menghafal.
Ada tipe mojok, penghafal tipe kaya gini, memang sukanya ngafal sambil mojok, dia mojok sendirian dan katanya itu lah cara paling puh supaya hafalan bisa cepet masuk, dalam hal ini tipe mojok ini membutuhkan konsentrasi penuh dalam menghafal, sehingga membutuhkan tempat yang sepi untuk menghafal.
Tipe mirip orang marah, tipe penghafal gaya ini, kalau sedang menghafal dia aktif menggerakan tangan, bahkan jarinya di tunjuk-tunjuk ke depan dan matanya sedikit melotot.
Tipe pemikir, penghafal tipe ini juga sama, dia aktif menggerakan tangannya bedanya matanya terpejam seperti orang yang lagi mikir, memang benarkan?...kan lagi mikirin Hafalanya...hehe.
Tipe sehat, penghafal macam ini, dia menghafal dengan cara bolak-balik berjalan kesana-kemari, dia akan berhenti kalau dia sudah cape dan sudah hafal.
Tipe melamun, penghafal seperti ini, diam-diam menghanyutkan, dia diam tapi matanya sesekali menatap pada al-qur'an tapi sesekali dia menatap kedepan dengan tatapan kosong, mirip orang melamun. Padahal diamnya itu bukan sembarang melamun tapi srdang menghafal dalam hati. Tapi tipe ini tidak disarankan karena mengjafal Al-qur'an baiknya di zaharkan membacanya, supaya tajwid dan makhrojul khurufnya terlatih untuk di ucapkan dengan pengucapan yang semestinya.
Tipe bertanya, penghafal tipe ini, biasanya menghafal dengan gaya orang bertanya, setiap kata yang dia ragu atau lupa, maka dia mengucapkannya dengan gaya bertanya sebelum melanjutkan kalimat berikutnya.
Tipe putri tidur, penghafal kaya gini biasanya dalam sela-sela menghafalnya dia tidur beberapa kali, tapi pas waktu setor hafalan, dia hafal, walau kadang hafalannya tidak sempurna
Tipe ramah, penghafal tipe ini suka keramaian, dia akan menghafal di kerumunan teman-temannya, dia ramah lingkungan hehe. Seramai apa pun tidak akan mengganggu konsentrasi tipe ramah ini.
Tipe ngemil, penghafal tipe ini, saat menghafal dia membutuhkan cemilan, supaya dia bisa bertahan saat menghafal.
Tipe matematik, tipe penghafal ini, dia selalu menghitung berapa kali dia membaca setiap ayat, setelah berulang-ulang ayat itu di baca, barulah ayat itu di hafal. Tipe ini merupakan tipe yang di anjurkan karena sebaik-baik hafalan adalah yang sering di ulang-ulang.
Tipe rekreasi, tipe ini biasanya saat menghafal, dia tidak akan betah dalam satu Tempat, tapi dia akan berpindah ke tempat lain untuk memberikan kenyamanan saat dia menghafal.
Mungkin itu semua hanya beberapa tipe cara menghafal yang saya ketahui, mungkin masih banyak tipe di luaran sana.
Apa pun tipe nya yang pasti insyaallah jika kita bertekad kuat untuk menghafalkan al-qur'an, insyaallah kita bisa menghafalnya. Yang pasti semua butuh proses, mungkin ada yang lama, ada yang sebentar, itu tidak jadi masalah karena menghafal Al-Qur'an itu bukan soal berapa banyak yang engkau hafal tapi seberapa banyak engkau mampu menjaga Hafalan itu. Wallahu a'lam
#30DWC_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke7
#17_Oktober 2017
#menulis_saja_Tidak _usah_takut_gagal
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb : Lembayung_senja
#IG: @nurie_nafilah
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Senin, 16 Oktober 2017
#Jejak Senja# 3
#Jejak Senja#3
Niat yang baik, insyallah akan bersambut baik juga
Hari-hari telah berubah tanggal, bulan-bulan telah berganti hingga tersusun menjadi hitungan tahun. Setelah perpisahan panjang bersama kawan lama, tibalah pertemuan itu, kami berbincang tentang rencana pernikahan teman sekelas waktu kami SMA, dari perbincangan itu di simpulkan bahwa kami akan menghadiri pernikahan teman kami itu, meskipun jauh kami sudah bersepakat untuk tetap hadir di acara sakral itu.
Tidak selsai dengan kesepakatan kami saat berbincang, ternyata hati ini masih bimbang antara jadi pergi atau tidak. Banyak pertimbangan kala itu, pertama, jarak nya yang jauh dan tidak memungkinkan jika saya pergi tanpa mahrom, kedua jika teman akhwat saya tidak jadi ikut, saya benar-benar akan pergi sendiri, karena teman yang ikhwan akan ikut beserta rombongan calon pengantin.
Rasa ragu saya untuk mengurungkan niat kepergianku di dukung, dengan chat dari teman akhwat saya, bahwa dia tidak jadi berangkat karena ada kepentingan mendadak. Antara bingung dan harapan untuk pergi saat itu saling bertukar posisi di otak ku.
Akhirnya saya putuskan untuk istikhoroh saja, karena saya yakin keputusan terbaik adalah keputusan yang diambil atas pertolongan Allah.
Dalam sholat istikhoroh saya berdo'a :" Ya Allah jika kepergianku ke pernikahan temanku itu baik bagiku, maka mudahkanlah urusanku dalam hal itu, sampaikanlah aku ke tempat itu dengan selamat, dan hilangkanlah keraguan yang ada dalam hati ini. Dan jika kepergianku itu tidak baik dan akan mendatangkan madharat maka jangan biarkan kaki ini melangkah untuk menuju tempat ini, walau hanya selangkah"
Begitulah isi do'a yang saya panjatkan saat istikhoroh, saya berharap dengan istikhoroh saya bisa lebih tenang, berangkat atau tidak tapi aku bisa lebih tenang bila sudah memohon pada Pemilik Hati ini.
Meskipun saya belum yakin akan pergi, tapi saya tetap mempersiapkan kado untuk temanku itu, kado nya pun tidak mewah, hanya saja saya berpikir insyaallah itu bermanfaat bagi sosok temanku itu. Karena nilai hadiah itu kadang bukan di tilai dari harganya tapi dari kebermanfaatannya.
Kalau saya jadi pergi maka saya harus siap-siap malam itu, karena Esok pagi saya harus berangkat, namun kenyataannya saya masih bimbang, akhirnya sebelum tidur saya berdo'a: ya Allah, andai besok Engkau izinkan aku untuk pergi, maka bangunkan aku sebelum subuh dan mudahkanlah urusanku".
Entah kenapa saya berkeyakinan karena niat saya baik, ingin silaturahim dengan teman-teman, insyaallah Allah akan mudahkan.
Dan keyakinanku itu terjawab, saat pukul 02:30, saya terbangun, lalu saya bergegas berwudhu lalu mendirikan sholat tahajud, selsai tahajud, sambil menunggu waktu adzan subuh, maka saya bersiap-siap dna mempersiapkan barang bawaan untuk di bawa ke tempat pernikahan teman saya itu.
Selsai sholat, pukul 05:00 saya langsung pamit pada ibu saya, setelah mencium tangan ibu, saya langsung lari menuju pintu dan keluar menuju jalan raya, subhanallah setibanya di jalan langsung ada angkutan umum, padahal biasanya harus lama menunggu baru ada.
Perjalanan menuju rombongan pengantin laki-laki pun begitu cepat, padahal biasanya jika dari rumah pukul 05:00, maka kemungkinan sampai sekitar pukul 07:30, tapi saat itu pukul 06:30 saya sudah sampai.
Saya janjian sama teman untuk naik umum, namun ternyata teman ikhwan saya itu tidak bisa menemani karena dia harus menemani calon pengantin, akhirnya saya pun ikut dengan rombongan calon pengantin, tiada lain tiada bukan calon pengantin itu adalah sahabat kami sendiri.
Kami pun berangkat, dan sampai saya pulang kembali ke rumah semuanya terasa begitu dipermudah sama Allah, perjalanan saya seharian kala itu begitu mengesankan, dan kejadian itu menambah keyakinanku akan pertolongan Allah, yakin saja jika niat kita baik, dilakukan dengan cara yang baik, dan ada dalam hal kebaikan maka akan menghasilkan kebaikan, Insyaallah Allah pun akan membantu urusan kita.
#30DWC_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke6
#16_Oktober2017
#menulis_itu_menyenangkan
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#IG: @nurie_nafilah
#fb: Lembayung Senja
#Blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Niat yang baik, insyallah akan bersambut baik juga
Hari-hari telah berubah tanggal, bulan-bulan telah berganti hingga tersusun menjadi hitungan tahun. Setelah perpisahan panjang bersama kawan lama, tibalah pertemuan itu, kami berbincang tentang rencana pernikahan teman sekelas waktu kami SMA, dari perbincangan itu di simpulkan bahwa kami akan menghadiri pernikahan teman kami itu, meskipun jauh kami sudah bersepakat untuk tetap hadir di acara sakral itu.
Tidak selsai dengan kesepakatan kami saat berbincang, ternyata hati ini masih bimbang antara jadi pergi atau tidak. Banyak pertimbangan kala itu, pertama, jarak nya yang jauh dan tidak memungkinkan jika saya pergi tanpa mahrom, kedua jika teman akhwat saya tidak jadi ikut, saya benar-benar akan pergi sendiri, karena teman yang ikhwan akan ikut beserta rombongan calon pengantin.
Rasa ragu saya untuk mengurungkan niat kepergianku di dukung, dengan chat dari teman akhwat saya, bahwa dia tidak jadi berangkat karena ada kepentingan mendadak. Antara bingung dan harapan untuk pergi saat itu saling bertukar posisi di otak ku.
Akhirnya saya putuskan untuk istikhoroh saja, karena saya yakin keputusan terbaik adalah keputusan yang diambil atas pertolongan Allah.
Dalam sholat istikhoroh saya berdo'a :" Ya Allah jika kepergianku ke pernikahan temanku itu baik bagiku, maka mudahkanlah urusanku dalam hal itu, sampaikanlah aku ke tempat itu dengan selamat, dan hilangkanlah keraguan yang ada dalam hati ini. Dan jika kepergianku itu tidak baik dan akan mendatangkan madharat maka jangan biarkan kaki ini melangkah untuk menuju tempat ini, walau hanya selangkah"
Begitulah isi do'a yang saya panjatkan saat istikhoroh, saya berharap dengan istikhoroh saya bisa lebih tenang, berangkat atau tidak tapi aku bisa lebih tenang bila sudah memohon pada Pemilik Hati ini.
Meskipun saya belum yakin akan pergi, tapi saya tetap mempersiapkan kado untuk temanku itu, kado nya pun tidak mewah, hanya saja saya berpikir insyaallah itu bermanfaat bagi sosok temanku itu. Karena nilai hadiah itu kadang bukan di tilai dari harganya tapi dari kebermanfaatannya.
Kalau saya jadi pergi maka saya harus siap-siap malam itu, karena Esok pagi saya harus berangkat, namun kenyataannya saya masih bimbang, akhirnya sebelum tidur saya berdo'a: ya Allah, andai besok Engkau izinkan aku untuk pergi, maka bangunkan aku sebelum subuh dan mudahkanlah urusanku".
Entah kenapa saya berkeyakinan karena niat saya baik, ingin silaturahim dengan teman-teman, insyaallah Allah akan mudahkan.
Dan keyakinanku itu terjawab, saat pukul 02:30, saya terbangun, lalu saya bergegas berwudhu lalu mendirikan sholat tahajud, selsai tahajud, sambil menunggu waktu adzan subuh, maka saya bersiap-siap dna mempersiapkan barang bawaan untuk di bawa ke tempat pernikahan teman saya itu.
Selsai sholat, pukul 05:00 saya langsung pamit pada ibu saya, setelah mencium tangan ibu, saya langsung lari menuju pintu dan keluar menuju jalan raya, subhanallah setibanya di jalan langsung ada angkutan umum, padahal biasanya harus lama menunggu baru ada.
Perjalanan menuju rombongan pengantin laki-laki pun begitu cepat, padahal biasanya jika dari rumah pukul 05:00, maka kemungkinan sampai sekitar pukul 07:30, tapi saat itu pukul 06:30 saya sudah sampai.
Saya janjian sama teman untuk naik umum, namun ternyata teman ikhwan saya itu tidak bisa menemani karena dia harus menemani calon pengantin, akhirnya saya pun ikut dengan rombongan calon pengantin, tiada lain tiada bukan calon pengantin itu adalah sahabat kami sendiri.
Kami pun berangkat, dan sampai saya pulang kembali ke rumah semuanya terasa begitu dipermudah sama Allah, perjalanan saya seharian kala itu begitu mengesankan, dan kejadian itu menambah keyakinanku akan pertolongan Allah, yakin saja jika niat kita baik, dilakukan dengan cara yang baik, dan ada dalam hal kebaikan maka akan menghasilkan kebaikan, Insyaallah Allah pun akan membantu urusan kita.
#30DWC_Jilid9
#Squad_4
#Hari_ke6
#16_Oktober2017
#menulis_itu_menyenangkan
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#IG: @nurie_nafilah
#fb: Lembayung Senja
#Blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Minggu, 15 Oktober 2017
#Jejak Senja#2
#Jejak Senja, Karena di Sini Ada Rasa, Bersama PKPU Humanity#
Kita semua sudah sering mendengar dari media sosial tentunya, tentang keadaan suku Rohingya di Arakan atau myanmar, saudara kita di arakan sana sedang berjuang mati-matian untuk mempertahankan hidup mereka, mereka berusaha untuk mempertahankan hidup mereka dengan berbagai cara, salah satunya mereka melarikan diri ke negara-negara tetangga, salah satunya ke aceh.
Mereka suku Rohingya itu benar-benar membutuhkan uluran tangan-tangan yang berhati, setidaknya untuk tetap bertahan hidup.
Kedidupan mereka jauh dari kata layak, bagaimana mau di katakan layak jika mereka suku Rohingya itu di buang dari tempatnya sendiri yaitu myanmar, mereka seakan tidak berhak mendapatkan perlindungan, mereka ingin di bumi hanguskan begitu saja oleh Myanmar.
Mereka seolah-olah tidak berhak mendapatkan kemanusiaan, sehingga di perlakukan dengan menyedihkan. Ratusan warga Rohingya terjebak dalam dilema yang mendalam, di sebuah tempat yang tandus, tak ada pepohonan, di batasi oleh skat dinding yang di atasnya di tancapi kawat berduri tajam, tidak di berikan hak sebagai warga negara, merek tidak diberikan fasilitas, dan mereka pun tidak di bantu, juga tidak di perkenankan ada bantuan yang masuk.
Di sejahterakan tidak tapi yang lain pun di larang untuk membantunya, ya itu lah suku Rohingya, sangat memprihatinkan.
Tapi manusia-manusia dari belahan bumi ini tidak diam begitu saja, melihat penderitaan suku Rohingya, dari berbagai negara termasuk negara Indonesia. Karena kita ada di negara Indonesia, maka kita akan kisahkan tentang perjuangan warga negara Indonesia untuk Rohingya.
Warga Indonesia dari belahan bumi ikut bersuara, mereka tidak tinggal diam, mereka melakukan apa yang bisa mereka lakukan untuk meringankan saudara kita di Rohingya, berbagai bantuan di coba di lakukan, melakukan aksi-aksi perjuangan untuk membebaskan saudara kita di Rohingya, salah satu contoh bentuk bantuan itu adalah dengan adanya penggalangan dana dan di salurkan melalui pihak-pihak terpercaya.
Banyak lembaga atau komunitas yang siap menampung dana untuk di salurkan secara langsung ke pengungsi Rohingya. Salah satu dari lembaga itu adalah PKPU humanity.
PKPU humanity adalah sebuah lembaga yang menjembatani adanya bantuan-bantuan supaya bisa tersalurkan pada yang berhak.
Yang membuat saya salut pada lembaga PKPU humanity ini adalah, lembaga ini selain menerima uang penggalangan dana untuk di salaurkan, tapi team PKPU ini, mereka terjun langsung ke tempat-tempat yang sedang membutuhkan bantuan, bukan sekedar terjun tapi team Keren(baca:menurut saya) ini, mereka memfasilitasi, misal bantuan yang di berikan untuk Rohingya, bukan sekedar memberikan makanan atau pakaian, tapi di di rikannya rumah-rumah seperti penginapan, mungkin memang masih jauh dari layak tapi setidaknya bisa melindungi suku rohingya dari terik matahari dan hujan.
Tadinya sama sekali tidak ada puskesmas tapi oleh PKPU Di dirikan puskesmas, supaya kesehatan suku Rohingya bisa membaik. Di buat nya sumur-sumur, lengkap dengan pompanya, sehingga Suku Rohingya bisa lebih menjaga kebersihannya dengan adanya sumber air.
Bukan hanya itu di tempat lain malah PKPU mendirikan pabrik roti, supaya suku di sana lebih mandiri, dan karena makanan pokoknya roti, sehingga mendirikan pabrik roti di sana itu sama halnya dengan memenuhi kebutuhan mereka dalam jangka panjang. PKPU pun mendirikan sekolah-sekolah untuk suku Rohingya.
Dengan pemaparan di atas, membuktikan bahwa uang yang masuk pada lembaga PKPU humanity itu benar-benar tersalurkan dengan baik dan di salurkan pada yang berhak.
Terimakasih PKPU humanity dan lembaga-lembaga lain yang menampung dana untuk disalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan.
Insyaallah apa yang kalian lakukan itu akan sangat membantu berbagai pihak, yaitu pihak yang ingin menyalurkan dana dan pihak yang membutuhkan bantuan, semoga menjadi amal jariyah yang kelak akan menjadi saksi dan menambah berat timbangan kanan, semoga Allah memberikan pahala terbaiknya di dunia juga di akhirat. Amiin.
#30Dwc_jilid9
#Squad_4
#Hari_ke5
#15_Oktober2017
#Menulis_SAJA, Menulis apa yang ingin di tulis
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb: Lembayung Senja
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Sabtu, 14 Oktober 2017
#Jejak Senja#1
#Jejak Senja#1
Petualangan itu bermula, ketika ada rasa dalam dada ini, rasa yang tidak mudah untuk di fahami, rasa ingin enyah dari tempat yang mengingatkan akan sosok angkuh. Keberanian untuk meninggalkan tempat yang selama ini tak pernah sedikitpun aku beranjak dari nya, yaitu kampung halamanku, tempat di mana aku dilahirkan, tempat bermain, yang pasti sejuta kenangan ada di sana, kini dengan berat hati aku meninggalkan tempat itu.
Aku meninggalkan bukan karena aku tidak betah, tidak, bukan karena itu alasan kepergianku. Pergi ku menghindari rasa yang kian hari kian memburuk, aku terperangkap dalam benci kala itu, benci yang teramat sangat, hingga keinginan untuk pergi semakin membucah.
Pergi dari tempat itu adalah keputusan final yang tak bisa diganggu gugat oleh siapa pun, termasuk oleh keluargaku terutama ibuku.
Aku putuskan untuk pergi, karena aku pun merasa di tempat yang akan aku tuju itu ada kebaikan di sana.
Mungkin kala itu, aku seperti sosok manusia yang tak punya perasaan, karena kepergian yang mendadak, sehingga aku meninggalkan amanah-amanah di tempatku itu. Aku harus meninggalkan rumah, yang di dalam nya ada sosok wanita tangguh yang seharusnya aku berbakti padanya, ya wanita tangguh itu adalah ibu ku, seharusnya aku membersamainya, membantu memyelsaikan setiap urusannya di rumah, menemaninya saat sendiri, mendengarkan setiap unek-unek yang ingin di sampaikannya, dan berusaha untuk selalu membuatnya tersenyum.
Tapi karena ego, aku memilih pergi, aku berharap dengan pergi aku bisa belajar tentang arti kehidupan yang sebenarnya, yang tidak pernah aku cicipi sebelumnya.
Aku pergi, bukan untuk menghilang selamanya, aku pergi karena aku berharap bisa lebih menta hati, aku pergi bukan berarti aku jauh, aku tetap ada untuk mu wahai ibu, ampuni jika aku banyak berbuat ulah, ampuni jika aku belum bisa berbakti dengan utuh pada mu.
Seiiring dengan kepergianku, dengan kesibukan baru yang aku jalani, perlahan memang rasa benci itu mulai meredup, namun sesekali ketika aku melewati jalan-jalan yang pernah ditapaki oleh sosok angkuh itu, kebencian itu suka tiba-tiba kembali mengambil posisi.
Namun seiring dengan waktu. Aku mulai tak peduli, dan aku mulai lupa dengan rasa benci itu, karena memang rasa itu tidak seharusnya menyelinap dan tersimpan rapat dalam dada.
Rasa benci itu harus hilang, karena semakin aku membenci, semakin sesak lah dada ini, maka aku abaikan apa pun tentang sosok angkuh itu, sosok tak penting itu, tak akan aku biarkan menghancurkan otakku. Tak akan aku biarkan otakku di penuhi dengan kebencian, tak akan aku biarkan kebencian itu menghancurkan belas kasih ku sebagai manusia yang punya hati.
#30DwcJilid_9
#Sequad_4
#Hari_ke4
#Semangat_itu_harus dilatih_dan Dipupuk_Begitu_juga dengan
menulis
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#IG: @nurie_naafilah
#
Jumat, 13 Oktober 2017
#Sahabat#
Sahabat adalah orang yang datang dikala yang lain meninggalkan
Sahabat adalah orang yang mengingatkan dikala kita berbuat salah
Sahabat adalah orang yang mampu merubah air mata menjadi tawa bahagia
Sahabat adalah orang yang mampu merubah benci menjadi menanti
Sahabat, kepergiannya adalah kehilangan
Sahabat, kedatangannya selalu ditunggu
Sahabat, bersamanya ada kedamaian
Sahabat, bersamanya menyenangkan
Bila mata ini terpejam, Ia selalu mendo’akan
Bila raga ini telah terpisah dengan jiwa, Ia mendo’akan
Bila mimpi ini telah berakhir, Ia mendo’akan
Bila hidup ini terhenti, Ia mendo’akan
Sahabat itu?, Yang Ia tampakkan adalah ketulusan
Bukan, bukan air mata dusta tapi tangis rindu bersua
Bukan, bukan pujian palsu tapi menghargai dengan ketulusan
Bukan, bukan peluk kesombongan tapi peluk persaudaraan
Bukan, bukan menggurui tapi berusaha menjadi teladan
Sahabat, sahabat itu ada dalam nyata bukan sekedar tertulis dibuku cerita
Sahabat, sahabat itu bukan sebuah karya sastra tapi tercipta karena rasa
Sahabat, sahabat itu tidak terjadi karena paksa tapi terbina karena ukhuwah
Sahabat, sahabat itu bukan narasi tapi seni dalam kehidupan
#30DWc_jilid9
#Squad_4
#hari_ke3
#13_Oktober2017
#Tetap_Semangat_Mengukir_kata
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Fb: Lembayung senja
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
#Salam_on fire🔥🔥🔥
Rabu, 11 Oktober 2017
#Halaqoh Tahfidz#
Bismillah
#Halaqoh Tahfidz#
Langit masih berdamai dengan warna abu-abunya
Kicau burung terdengar ramai, menemani abunya langit saat pagi
Di bawah gedung bercat putih, ramai terdengar lantunan bacaan al-qur'an, suaranya memenuhi seisi ruangan, memecah suasana pagi
Puluhan pejuang al-qur'an ada di dalamnya
Beberapa halaqoh terlihat antusias, untuk melapalkan surat cinta dari Allah itu
Nampak pula beberapa orang, terselip dihalaqoh itu
Sibuk menahan kantuk, namun tetap berusaha untuk melantunkan ayat-ayat cinta itu
Dengan mata yang kadang terpejam, dan kepalanyaambruk di atas al-qur'an yang ada di hadapannya
Sejurus kemudian nampak beberapa orang berdiri, sambil tetap membawa al-qur'an dan tetap dilantunkannya
Mereka yang berdiri itulah, orang yang sedang berjuang untuk menghapal al-qur'an, meski belum hafal-hafal
Tak lama dari itu, nampak pula orang-orang yang asyik menikmati alam mimpi, dalam duduk tenangnya di halaqoh
Mereka itulah yang telah berhasil menyetorkan hafalannya
Hingga diberikan kesempatan untuk lelap sejenak
Tetiba saat langit mulai memutih
Menampakan sedikit sinar mentari
Saat itu pula terdengar toa dibunyikan
Suara sirine, itu menandakan jam tahfidz ke 2 yaitu waktu pagi telah berakhir
Maka seisi ruangan bergema dengan do'a khotmil qur'an
Dari mereka para pejuang qur'an
Dari mereka para penjaga wahyu
#30Dwc_jilid9
#Squad_4
#Hari_ke1
#11_Oktober_2017
#menulislah_Dengan_Hati
#Ukirlah_karya_lewat_positif_barisan_aksaramu
#Nurheti_Nurie_Nafilah
#Ig : @nurie_nafilah
#Fb: Lembayung_senja
#tweeter: @nurie_nafilah
#watpadd: @nurie17
#blog: mutiarahikmahkita.blogspot.com
Salam on fire🔥🔥🔥
g
Langganan:
Postingan (Atom)